Cinta Pertama Sang Penguasa

Cinta Pertama Sang Penguasa
48


__ADS_3

Setelah menutup teleponnya James langsung masuk ke dalam rumahnya lalu masuk ke dalam kamar kedua orang tuanya yang sedang duduk di sofa sang ibu yang sudah tahu apa yang terjadi hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar melihat putranya yang tampak sangat hancur tapi di bersyukur salah satu Putri James adalah putri kandungnya dan itu yang membuat dia tak terlalu khawatir pada James


Maafkan Aku Ayah,Ibu aku tak pernah mendengar perkataan kalian bahkan aku bersih keras menikah dengan Helena walaupun kalian sudah menentang dan menyuruhku mencaritahu kebenarannya tapi aku seolah-olah buta dan tak mendengarkan kalian," ucap James


Nenek Aditya langsung memeluk putranya dengan hangat "Sudahlah semua adalah takdir dan perjalanan hidup yang kau lalui kau sekarang sudah tak muda lagi apalagi kau masih memiliki Nita dia butuh sosok seorang ayah yang bisa mendampinginya dan selalu mendukung dirinya, Bagaimana dengan jelita apa yang akan kau katakan padanya apalagi saat ini Helena sudah mendekam di penjara." tanya nenek Aditya


"Aku juga tidak tahu ibu apa yang akan aku lakukan tapi sepertinya aku akan menyerahkan jelita ke pada ke dua orang tua Helena sementara Nita untuk sementara akan tinggal di sini Aku ingin menenangkan diri beberapa minggu dan memikirkan apa yang akan aku lakukan selanjutnya setelah berpisah dari Helena." ucap James


"Terus bagaimana dengan jelita dan Nita jika mereka bertanya tentang apa yang terjadi walaupun kau sudah membungkam media dan memberitahu kedua orang tua elena agar tidak membocorkan apa yang terjadi Tapi tetap saja persoalan ini pasti akan diketahui oleh Nita dan jelita." ucap ibu James


"Setelah aku menenangkan diri dan merasa lebih baik aku akan menjemput jelita dan Nita kemudian aku akan menjelaskan semua yang terjadi kepada jelita dan Nita Aku berharap mereka bisa mengerti apa yang terjadi." ucap James


"Apa kau yakin akan mengatakan apa yang sesungguhnya terjadi pada diri tadi Apa kau yakin jelita akan menerima semuanya bukankah kau tahu jelita sangat mirip dengan Helena aku takut dia akan menyakiti adiknya jika sampai kau melakukan sesuatu yang ekstrem sebaiknya biarkan saja rumah yang di tempati keluarga Helena menjadi milik mereka." ucap ibu James


"Kata ibumu benar sebaiknya biarkan rumah itu menjadi milik keluarga Helena anggap saja Itu hadiah perpisahan untuk jelita, biar bagaimanapun kau melihatnya tumbuh aku dan dia tak salah apapun orang tuanya yang salah apalagi dia masih ada hubungan darah dengan Nita walaupun bagaimana mereka saudara tiri." ucap ayah James

__ADS_1


James penghembuskan nafasnya kasar lalu mengangguk "Baiklah Ayah aku akan membiarkan rumah tersebut menjadi milik keluarga Helena tapi dengan berbagai macam perjanjian yang harus mereka patuhi agar jelita tidak mempersulit kehidupan kita Karena aku tahu bagaimana jelita dan bagaimana Nita Dia adalah anak yang lembut dan tak mau melihat seseorang kesulitan aku takut mereka menggunakan untuk kesenangan mereka sendiri." ucap James


Sementara itu Nita langsung menghampiri jelita yang berada di dalam kamar, "Kakak ada apa kenapa kau menangis Apakah ada sesuatu yang salah." tanya Nita


"Sepertinya Ayah sangat marah padaku atau Ayah sudah tak menyayangiku lagi tadi di saat aku mengangkat telepon dia langsung menyuruh untuk menyerahkan padamu dengan nada suara yang sangat dingin dan keras itu seperti bukan ayah." ucap jelita dengan Isak tangisnya


"Sebaiknya kakak berhenti menangis mungkin saja ayah dan ibu sedang bertengkar dan membuat ayah kurang nyaman." ucap Nita berusaha menghibur sang kakak


"Tidak itu bukan seperti ayah dan ibu sedang bertengkar tapi sepertinya Ayah memang sudah tak menyayangiku lagi sangat jelas nada suara ayah berubah 100% padaku bisa tadi aku mengambil alih teleponmu." ucap jelita


Kini Andi dan kimi sudah berada di bandara, tampak sopir sedikitkah kaku menyambut mereka apalagi Pak Tuan Robert berpesan agar langsung membawa Kimi dan Andi kembali ke rumah, langsung masuk ke dalam mobil "Pak Ayo jalan." ucap Andi sopir langsung melajukan kendaraannya tapi melihat jalan yang akan dituju langsung sopir membuat Andi dan Kimi menautkan alisnya "Pak Kenapa kita jalan menuju pulang kan aku sudah bilang kita akan menuju hotel kami akan tinggal di sana beberapa minggu." ucap Andi


"Maaf Nona dan tuan saya diperintahkan oleh Tuan besar untuk menjemput tuan dan Nona dan langsung dibawa kembali ke rumah utama." ucap sang sopir


"Ada apa Ayah menyuruh kita langsung pulang ke rumah sebaiknya coba kau hubungi Ayah." ucap Andi sambil mengambil ponselnya untuk dihidupkan karena dia lupa menghidupkannya saat turun dari pesawat

__ADS_1


"Aku lupa menyalakan kembali ponselku." ucap Kimi lalu mengambil ponselnya di dalam tas


Andi yang pertama menghidupkan ponselnya nampak terkejut begitu mendapat berbagai panggilan baik dari Helena kedua orang tuanya serta Tuan Robert tapi matanya lebih terbelalak saat melihat berita yang beredar membuat Andi sangat terkejut sementara itu kimia yang baru saja mengaktifkan ponselnya nampak menawarkan alisnya saat melihat puluhan panggilan dari tuan Robert Tapi kimi tak kalah terkejut saat melihat beberapa berita tentang Aditya dan juga tentang Helena dan Andi yang mencoba membunuh Aditya dan berbagai macam bukti yang telah ditampilkan di berbagai macam media


"Sayang Aku bisa jelaskan semuanya ini pasti jebakan dari Aditya sebaiknya aku menelepon pengacaraku untuk membelaku." ucap Andi langsung menelepon pengacara yang biasa membatunya tapi tak di angkat


"Katakan yang sebenar-benarnya Apakah semua bukti yang ada di media adalah kenyataan jadi kau sudah mengelapkan uang perusahaan dan mencoba membunuh Aditya, Astaga apa yang aku lakukan aku sudah menikah dengan seorang pembunuh." ucap Kimi


"Sayang kau harus tenang aku pasti akan bebas dari semua tuduhan karena aku tak pernah melakukan hal tersebut kau tenang saja bisakah berhenti sejenak Aku ingin membeli air minum." ucap Andi


Sopir langsung berhenti beberapa meter di sebuah toko setelah memarkirkan mobilnya Andi Tampak keluar dari dalam mobil langsung masuk ke dalam toko tapi setelah kimi dan sang sopir menunggu beberapa menit Andi belum juga keluar dari toko tersebut padahal tak ada antrian di toko itu "Pak tolong periksa Apakah suamiku masih ada di dalam toko itu." ucap Kimi, sopir langsung keluar dari mobil dan masuk ke dalam toko tak berselang beberapa menit sang sopir langsung keluar dan masuk ke dalam mobil


"Maaf nona tak ada suami Nona di dalam aku sudah memeriksa di setiap sudut toko." ucap sang sopir, membuat Kimi langsung pingsan.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2