Cinta Pertama Sang Penguasa

Cinta Pertama Sang Penguasa
21


__ADS_3

"Kenapa kau tidak minta tolong saja pada pamanku Dia memiliki perusahaan yang lebih besar dariku dan dia pasti akan membantumu untuk bekerja kenapa kau harus memilih perusahaanku bukanya pamanku adalah teman ayahmu dan di mana keluarga mu bukanya ayahmu adalah seorang tuan tanah." tanya Delon yang masih tak begitu percaya dengan wanita yang ada di hadapannya dan dia masih ingat betul bahwa keluarga pamannya dan keluarga Lisa sangat akrab kerja orang tua Lisa adalah tuan tanah


"Aku sudah coba untuk minta tolong pada Paman tapi katanya perusahaannya sedang kelebihan tenaga kerja sehingga tak mungkin untuk membawaku masuk ke perusahaan jadi itu dia mengatakan agar datang menemui mu karena perusahaanmu kini sedang berkembang dan pasti membutuhkan tenaga kerja aku mohon tolonglah aku." ucap Lisa dengan wajah memelas


"Setahuku ayahmu adalah orang kaya raya dan seorang tuan tanah mengapa kau tidak pulang ke kampung saja lalu berusaha di bidang pertanian aku seingatku Kau adalah jurusan pertanian." ucap tuan Delon


"Aku mau mendaftar di jurusan pertanian dulu tapi aku kemudian beralih ke jurusan manajemen mengenai ayahku aku sedang bertengkar dengan ke dua orang tuaku sehingga mereka tak mau berhubungan dengan ku itulah mengapa aku seperti ini." ucap Lisa


Tuan Delon melihat ke arah Lisa yang tampak make up di wajahnya dan pakaian yang bagus tak ada tanda-tanda dia membutuhkan pekerjaan


"Baiklah aku mengerti sekarang berikan saja nomor teleponmu kepada sekretarisku dia akan menghubungimu tentang pekerjaan sekalian serahkan beberapa dokumenmu agar bisa dilihat di posisi mana kau akan ditempatkan." ucap Tuan Delon


"Bisakah masalah dokumen itu tak jadi permasalahan pasalnya saat aku berpisah dari Anton aku tak membawa dokumen apapun selain KTP." ucap Lisa


"Begini saja aku akan pikirkan mengenai masalah itu sekarang silakan berhubungan dengan sekretarisku dan berikan nomor ponsel yang bisa dihubungi." ucap Delon Tak ingin berbasa-basi lagi Dia sedang sibuk dulu Lisa memang sempat singgah di hatinya tapi penolakan Lisa dan juga penghinaan pada dirinya membuatnya tak ada rasa lagi pada Lisa Apalagi setelah dia bertemu dengan ibu Dila yang baik


Dengan terpaksa Lisa keluar dari ruangan tersebut "kalau saja aku tahu bahwa Delon akan menjadi pengusaha kaya raya Aku tak akan memilih Anton pria pemalas dan pengangguran hanya bisa hidup dari harta ayahnya sekarang dia hanya mengelola toko kecil." ucap Lisa dalam hati sambil keluar dari ruangan tuan Delon tepat di depan meja sekertaris Delon, Lisa langsung menyerahkan nomor ponselnya lalu pergi


Sementara itu di sebuah perusahaan tampak seorang pria paruh baya yang sedang duduk di kursi kebesarannya "Aku harap Lisa bisa berhasil masuk ke perusahaan dalam dengan begitu dia bisa merayu Delon kembali dulu Delon sangat mencintainya aku yakin rasa itu pasti masih ada."ucap pria paruh baya tersebut sambil tersenyum penuh arti

__ADS_1


Suara ketukan pintu membuat pria paruh baya itu mengalihkan pandangannya tampak atas membuka pintu dan seorang wanita cantik masuk "Paman." panggil wanita itu


"Ada apa Sayang Bagaimana apakah dia mau menerimamu untuk bekerja di perusahaannya." tanya pria paruh baya itu


"Entahlah paman aku juga bingung dia hanya mengatakan untuk menaruh nomor teleponku dan dia akan menghubungiku." ucap Lisa setelah duduk di sofa


"Tidak apa-apa sayang itu hanya masalah waktu dia pasti akan menerimamu bekerja kau tau kan Delon sangat mencintaimu itulah mengapa saat kau lebih memilih Anton dia pergi ke kota untuk kuliah karena dia patah hati." ucap Paman Delon


"Benarkah paman aku harap juga begitu aku akan berjuang untuk mendapatkan hatinya dan segera menyingkirkan istri dan anaknya." ucap Lisa sambil tersenyum penuh arti pada pria paruh baya di depannya


Kini pagi sudah menyambut dengan mentari yang bersinar


Anak perempuan tersebut menatap Aditya dengan mata bolanya yang sangat imut membuat Aditya tersenyum sampai mengelus pipi anak kecil itu "Apakah kakak malaikat penolongku karena aku sempat melihat paman saat kepalaku sakit." ucap anak kecil itu sambil tersenyum dengan polosnya


Aditya tertawa terbahak-bahak mendengar celotehan polos dari anak kecil yang sangat cantik menurutnya "menurutmu kakak adalah apa." tanya Aditya


"Malaikat pelindungku." anak kecil tersebut sambil tersenyum riang


"Baiklah anggaplah Kakak malaikat pelindung sekarang kakak akan memakaikan kalung ini, ini adalah kalung pemberian kakak yang akan selalu melindungimu ingatlah Kakak selalu ucap Aditya lalu memasangkan sebuah kalung ke leher anak kecil yang ada di hadapannya

__ADS_1


"Terima kasih Kakak atas hadiahnya kalung ini akan aku selalu jaga dan aku pakai agar Kakak dapat mengenaliku." ucap Dila sambil tersenyum memegang kalung yang ada di lehernya


"Bukankah kau sudah diajarkan untuk tak sembarangan menerima hadiah dari orang lain Kenapa kau bisa menerima hadiah dari kakak sedangkan kau baru bertemu kakak kau tidak boleh menerima hadiah sembarangan dari siapapun." ucap Aditya


"Kakak bukan orang sembarangan Kakak adalah malaikat penolongku jadi aku bisa menerima hadiah dari kakak." ucap Dila dengan mulut manisnya sungguh anak yang sangat manis dan cantik itulah yang ada di dalam pikiran Aditya


"Belajarlah yang rajin dan ingat kau tidak boleh menyukai siapapun selain kakak dan jaga kalung ini dan jangan pernah menerima hadiah dari siapapun selain dari kakak sekarang kembalilah ke kelasmu." ucap Aditya sekali lagi


"Baik Kakak Aku akan mengingat semua yang kakak katakan." ucap Dila sambil keluar dari ruang kepala sekolah, setelah kepergian dila kepala sekolah masuk


"Tolong awasi anak itu sebaik-baiknya selama dia bersekolah di sini aku akan pergi." ucap Aditya lalu keluar dari ruangan kepala sekolah sang kepala sekolah hanya mengangguk sambil menunduk hormat


Tampak Aditya memasuki mobilnya dan melajukan kendaraannya menuju perusahaan miliknya tampak Deni yang sudah menunggu "selamat pagi tuan hari ini adalah hari keberangkatan tuan ." ucap Deni


"Baiklah aku mengerti jam berapa kita berangkat." tanya Aditya saat sudah duduk di kursi kebesaranya


"Setelah makan siang tuan karena sebentar lagi kita akan bertemu dengan klien di ruang rapat." ucap Deni


"Baiklah aku mengerti sekarang ambillah dokumen yang kemarin kau bawa aku sudah memeriksa semuanya." ucap Aditya, Deni langsung mengambil dokumen yang sudah di periksa Aditya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2