
"Ibu yakin dari sorot matanya terlihat jelas Aditya sangat kecewa jadi aku yakin orang yang berniat untuk membunuhnya adalah keluarga besar kita sendiri." ucap Ibu Aditya
"Aku sungguh tak menyangka Sebenarnya apa yang mereka pikirkan sampai berniat melakukan hal sekeji itu." ucap ayah Aditya
"Yang pasti orang itu tak akan lolos dari tangan Aditya karena kali ini dia benar-benar serius tak akan memandang siapa dia yang pasti orang tersebut akan dia hancurkan." ucap ibu Aditya
"Bagaimana keadaan Ayah soalnya tadi aku tak sempat bertanya mengenai kondisinya pada dokter yang merawatnya Karena aku dengar saat Aditya mengalami kecelakaan Ayah sampai drop Dan hampir tak selamat." tanya ayah Aditya
"Kau jangan khawatir keadaan Ayah baik-baik saja setelah aku memberitahu uangnya bahwa keadaan Aditya baik-baik saja." ucap Ibu Aditya
Sementara itu di kamar milik James tampak Helena terlihat panik di dalam kamar saat James berada di dalam kamar apalagi saat dia menghubungi Andi ponsel Andi tak aktif "di mana anak bodoh itu jangan katakan dia pergi menghambur-hamburkan uangnya lagi dia tidak tahu apa yang aku hadapi saat ini." ucap Helena
James tampak keluar dari kamar mandi lalu melihat ke arah istrinya yang tampak nampak sedang memikirkan sesuatu "Ada Apa denganmu dari tadi kau bersikap sangat aneh Apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku, atau kau melakukan sesuatu di belakang ku." tanya James sambil mengganti pakaiannya mengenakan baju tidur
Helen nampak sedikit terkejut dengan perkataan James sontak saja ia merubah mimik wajahnya menjadi lebih dari rileks "oh sayang kau sudah selesai membersihkan tubuhmu tidak aku hanya memikirkan keadaan Ayah saja baiklah sayang aku akan membersihkan tubuhku terlebih dahulu." ucap Helena kalau bangkit dan masuk ke dalam kamar mandi, James tak terlalu memikirkan yang dikatakan oleh Helena karena dia percaya istrinya tak mungkin melakukan sesuatu yang buruk di belakangnya, setelah berpakaian James selalu duduk di samping tempat tidur tak bersama lama ponselnya tampak nama Putri pertamanya yang tertera di ponsel tersebut jangan tersenyum lalu mengangkat "ponsel halo nak ada apa kau menghubungi ayah." tanya James
__ADS_1
"Ayah aku Ingin uang sakuku di tambah aku akan segera selesai kuliah beberapa bulan lagi aku akan ujian meja." ucap anak pertama James yang bernama jelita
"Bukanya ibu mu sudah mengirimkan uang saku lebih bulan ini bagaimana dengan adikmu apa dia baik-baik saja." tanya James khawatir pada putri ke duanya yang tak pernah ngeluh atau meminta sesuatu yang berlebihan tidak seperti jelita yang selalu merengek-rengek minta apapun yang dia inginkan
"Iya ibu memang mengirimkannya tapi itu masih kurang bilang ke ibu di tambah lagi, kalau Nita sedang belajar kelompok, baiklah ayah aku tutup teleponnya." ucap jelita, James hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar putri pertamanya sangat mirip istrinya, bahkan dia masih kuliah strata satu sedangkan adiknya sudah mau selesai strata dua.
Malam berlalu dengan cepat pagi telah tiba di kota A tampak andi dan kimi yang baru selesai sarapan dan hendak ke perusahaan Tuan Robert sementara itu Tuan Robert sudah pergi terlebih dahulu ke perusahaan sejak tadi karena Andi dan kini yang bangun kesiangan, tampak Andi dan kini sudah berjalan keluar menuju ke mobil milik keluarga Kimi setelah masuk mobil tersebut langsung melaju menuju perusahaan Tuan Robert
Sementara itu di perusahaan tampak Tuan Robert sumringah setelah menyuruh sekertarisnya menyiapkan berbagai dokumen yang akan ditandatangani oleh Andi dan dirinya, kini mobil yang ditumpangi oleh Kimi dan Andi sudah berada di parkiran perusahaan milik Tuan Robert tampak Andi dan kini keluar dari mobil lalu saling bergandengan tangan untuk masuk ke perusahaan, tampak wajah angkuh Kimi dan Andi saat masuk ke dalam perusahaan para pegawai yang mengenal Kimi langsung membungkuk memberi hormat, kedua pasangan laknat itu masuk ke dalam lift lalu menekan tombol ke ruangan Tuan Robert, begitu sampai di depan ruangan Kimi langsung masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu tampak tuan Robert sedang duduk di kursi kebesaranya "kalian sudah datang." tanya tuan Robert sambil bangkit dari kursinya dan berjalan menuju sofa yang dimana Kimi dan Andi hendak berjalan ke arah sofa tersebut, " maaf ayah kami telat bangun." ucap Kimi manja, " tidak apa-apa sayang yang penting Kalai. cepat memberikan cucu pada ayah, oh iya Kimi tolong ambilkan berkas kerjasama yang ayah dan Andi akan tandatangani di atas meja." ucap tuan Robert saat mereka semua telah duduk bersama, mendengar perintah ayahnya Kimi langsung bangkit dan berjalan ke meja ayahnya untuk mengambil berkas tersebut setelah Kimi mengambilnya dia langsung kembali ke sofa diana Andi dan tuan Robert berada.
"Aku percaya pada ayah pasti ini sangat menguntungkan bagi ku ." ucap Andi sambil memandangi berkas yang ada di hadapannya "baikalah nak Andi aku juga akan tandatangani berkas ini." ucap tuan Robert
"Baiklah karena kita sudah sama-sama menandatangani berkas ini ayo kita berjalan-jalan sambil dirimu melihat perusahaan ayah." ucap tuan Robert
" Baiklah ayah tapi ayah setelah melihat-lihat perusahaan mungkin aku akan langsung berangkat untuk kembali ke kota c Aku ingin mengajak orang tuaku kemari secepatnya untuk melamar kimi secepatnya." ucap Andi
__ADS_1
"Baiklah nak kita akan berkeliling perusahaan secepatnya setelah itu kalian bisa pulang." ucap Robert, kini Andi Kimi dan Tuan Robert sedang berjalan-jalan mengelilingi perusahaan Tuan Robert yang cukup besar setelah puas berkeliling Tuan Robert Langsung kembali ke ruangannya sementara Andi dan kimi langsung keluar dari perusahaan menuju mobil mereka yang terparkir sempurna di depan perusahaan
Sementara itu di ruang rumah sakit tepatnya di ruang perawatan Aditya tanpa Aditya yang sedang duduk sambil menunggu kedatangan asistennya Deni tak berselang lama tampak Deni datang dia langsung memberi hormat "maaf tuan saya sedikit terlambat karena ada beberapa dokumen yang harus saya ambil di perusahaan " ucap Deni
"Baiklah aku mengerti sekarang ceritakan informasi apa yang kau dapat." tanya Aditya
"Pagi ini di perusahaan Tuan Robert sepertinya Andi dan Tuan Robert sedang melakukan kerjasama di mana Andi menjadi investor untuk Tuan Robert dan mungkin sebentar lagi Andi dan kimi akan menikah." ucap asisten Deni
"Wow berita yang sangat eksklusif dan luar biasa akhirnya dia menggunakan uang hasil korupsi dari perusahaan kakek sungguh pria yang cerdas." ucap Aditya
"Biarkan mereka di atas angin untuk sementara begitu acara pernikahan telah terlaksana bongkar semua kebusukan Andi dan juga kakaknya ke depan publik Aku ingin mereka berdua ditangkap dan dipermalukan biarkan mereka menjadi buronan polisi jika berhasil lolos jika tidak maka berikan mereka hukuman setimpal atas perbuatannya dan jangan lupa ekspos semua video perselingkuhan Tante Helena aku ingin melihat wanita kotor itu mendapatkan balasan setimpal atas semua niat jahatnya aku yakin pamanku akan menderita tapi setidaknya dia bisa mengetahui bagaimana istrinya dan jangan lupa perlihatkan tes DNA milik putrinya biar paman ku tau yang mana putrinya kandungnya dan yang mana anak tirinya yang dia besarkan dengan kasih sayang ternyata itu anak pria lain." ucap Aditya
"Baik tuan akan aku laksanakan ." ucap Deni .
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1