Cinta Pertama Sang Penguasa

Cinta Pertama Sang Penguasa
18


__ADS_3

"Padahal selama ini keluarga Delon sudah membantu mereka tapi pada dasarnya memang pria tuh Bangka itu tidak tahu berterima kasih." ucap Deni


Hari-hari damai berlalu dengan cepat kini bila sudah keluar dari rumah sakit setelah mendapatkan perawatan yang sangat baik sedangkan ibunya masih di rumah sakit karena masih, hingga saat ini


Di sebuah rumah mewah tampak James datang untuk menemui ayahnya yang sedang berada di ruang kerjanya tampak sang ibu yang baru saja masuk ke dalam ruangan melihat James yang sedang duduk di hadapan suaminya

__ADS_1


"Ibu, ayah aku ingin berbicara dengan kalian mengenai pemimpin perusahaan Ayah aku mohon aku bisa menjadi CEO perusahaan atau paling tidak wakil dari Aditya aku mohon kali ini ayah percayalah padaku aku tahu aku pernah melakukan kecerobohan tapi itu tidak disengaja dan aku ingin membuktikannya kali ini dengan bersungguh-sungguh bekerja di perusahaan agar perusahaan kita semakin berkembang." ucap James


Sang ibu yang baru saja meletakkan minuman di depan suaminya langsung terdiam membeku bukannya apa dia yakin semua keinginan anaknya pasti ada hasutan dari istrinya dan mereka tak mungkin membiarkan James untuk menjadi wakil apalagi itu akan membuat ribuan pekerja perusahaan menganggur jika sampai perusahaan jatuh bangkrut karenanya


Kakek Aditya melihat putranya kemudian menghembuskan nafasnya kasar "James ayah bukannya pilih kasih atau tak menyayangimu tapi di perusahaan ada ribuan orang yang perlu kita beri makan dan kesalahan sekecil apapun bisa berakibat buruk bagi perusahaan aku tahu kau berniat baik dan ingin bekerja sungguh-sungguh Tapi kau bisa melakukannya dengan menjadi karyawan atau manajer di perusahaan." ucap sang ayah tak ingin membuat kesalahan untuk kedua kalinya apalagi karena jam perusahaan hampir saja gulung tikar dan banyak pekerja yang di rumah kan

__ADS_1


Kau kan tahu James direktur keuangan adalah bawahan langsung Aditya dan dia tak ingin siapapun mengganggu direktur keuangan apapun alasannya jadi kau hanya memiliki dua pilihan untuk masuk ke perusahaan menjadi karyawan seperti adik iparmu atau menjadi manajer atau kau bisa duduk manis di rumah setiap bulan mendapatkan uang dari saham yang kau miliki dari perusahaan." ucap kakek Aditya


"Ayah memang sangat pilih kasih Ayah tak menyayangiku Aku ini adalah putra ayah satu-satunya mengapa harus cucu ayah yang ayah jadikan CEO perusahaan ayah menjadikanku bukannya Aditya dia masih sangat muda lagi pula dia memiliki perusahaannya sendiri yang pakan hampir setara dengan perusahaan kita saat dulu bekerja di perusahaan Ayah hanya menjadi wakil co tak pernah menjadi CEO dan sekarang aku hanya tinggal di rumah seperti pengangguran apa Ayah tak merasa malu jika ada seseorang yang bertanya kepadaku mengapa aku tak bekerja di perusahaan Ayah padahal itu adalah perusahaan milik kita." ucap James


Kakek Aditya menatap tajam pada putranya Aku tak ingin berdebat denganmu Kau hanya memiliki dua pilihan bekerja dengan jabatan yang seperti ayah tawarkan atau tinggal di rumah sekarang kembalilah Ayah Tak ingin lagi berbicara denganmu untuk sementara waktu." ucap kakek Aditya yang sangat kesal melihat putranya sangat keras kepala dan tak pernah belajar dari kesalahannya.

__ADS_1


Dengan kesal James bangkit dari kursi tanpa pamit langsung keluar begitu saja masuk ke mobilnya dan langsung melaju ke arah rumah miliknya sedangkan sang istri yang sedang duduk di ruang tamu tampak harap-harap cemas menunggu sang suami mendengar bunyi mobil di luar yang dia yakin adalah bunyi mobil suaminya istri James buru-buru keluar untuk menyambut sang suami tampak gamis keluar dengan wajah lesu masuk ke dalam rumah diikuti oleh istrinya "Ada apa Sayang mengapa wajahmu seperti itu." tanya sang istri yang saat ini mereka sudah duduk di sofa.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2