Cinta Pertama Sang Penguasa

Cinta Pertama Sang Penguasa
29


__ADS_3

Tampak Aditya dan Deni di bawah di rumah sakit keluarga milik kakek Aditya di sana para dokter sudah menunggu kedatangan cucu sekaligus pewaris rumah sakit tersebut tampak para dokter menunggu di luar rumah sakit bersama para perawat tak berselang lama mobil yang membawa Aditya dan Deni tiba di rumah sakit para perawat dan dokter bergegas membuka pintu mobil agar dapat memindahkan tubuh Aditya ke ranjang pasien sedangkan Deni hanya luka ringan jadi dia masih bisa berjalan dengan baik


Aditya langsung di bawa ke ruang perawatan agar dokter dapat memeriksa keadaan Aditya setelah memeriksa dengan seksama ternyata tak ada luka yang serius selain luka yang ada di kepala Aditya yang hanya butuh jahitan, Tampak para dokter merasa lega begitupun Deni yang terluka tapi tak seperti Aditya yang kepalanya terluka sedikit parah sehingga darahnya banyak keluar membuat Aditya tak sadarkan diri


Sementara itu Andi yang sudah berhasil membunuh orang suruhannya langsung dan berpikir Aditya terluka parah atau mati langsung membuang mobil yang dia kendarai ke jurang lalu kembali ke kediamannya sementara itu para bawahan Aditya Sudah berpencar untuk mencari mobil yang menabrak pria yang membawa truk tersebut dan berapa informasi di tempat terjadinya kecelakaan


Sementara itu di kota A tampak Lisa yang berada di kediamannya sedang makan bersama putrinya tak berselang lama seorang pria Masuk ke dalam rumah "sayang coba lihat aku membawakan apa untuk mu." ucap pria tersebut yang merupakan suami Lisa

__ADS_1


Sang anak yang sedang makan langsung bangkit dan berlari ke arah ayahnya, "ayah baru pulang ayah bawa apa." tanya seorang anak perempuan yang usianya sekitar 11 tahun sambil memeluk pria tersebut


"Iya sayang ini ada mainan tapi Desi makan dulu nanti setelah itu kita buka mainannya." ucap pria tersebut sambil meletakan barang yang dia bawa lalu mengendong putrinya menuju meja makan


"Tuan anda sudah kembali ucap seorang." seorang wanita paruh baya sambil tersenyum yang baru keluar dari dapur sementara Lisa wajahnya datar


"Sudah berapa kali aku bilang jangan panggil aku tuan, bibi adalah wanita yang merawat ku dari kecil." ucap Antoni

__ADS_1


"Sayang apa kabarmu hari ini aku membelikan beberapa pakaian dan makanan kesukaan mu sebelum pulang." ucap Antoni yang sudah duduk di hadapan Lisa


"Aku tak butuh barang-barang murahan itu lagi sudah berapa kali aku katakan aku ingin kita pisah tapi kau tak mau, aku bosan hidup seperti ini uang bulanan pas-pasan apalagi aku tak bisa membeli barang-barang mewah dan ikut arisan sosialita seperti dulu." ucap Lisa


"Sayang aku kan sudah bilang, Abang akan lebih kerja keras lagi agar kau aku bisa memberikan apa yang kau inginkan tapi sabar dulu aku baru beberapa bulan membuka toko dan Alhamdulillah penghasilan toko juga sangat baik beberapa bulan ini aku yakin aku pasti akan berhasil dan kau bisa berbelanja sepuas mu seperti dulu." ucap Anton


"Kau sudah mengatakan hal itu sejak tiga bulan yang lalu tapi apa tetap saja kau hanya memberiku uang dua puluh juta perbulan." ucap Lisa

__ADS_1


Anton menghela nafas panjang lalu menghembuskan nafasnya kasar, "maaf sayang tapi aku mohon bersabarlah untuk sementara waktu." ucap Anton sementara itu bibi yang sedari tadi mendengar percakapan tersebut tampak sangat sedih.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2