
"Terima kasih sudah membantuku dan setia denganku jujur saja aku tidak tahu harus berbuat apa saat istriku dan anakku kecelakaan aku pikir aku akan menjual perusahaan ini setelah apa yang terjadi tapi Tuhan masih memberikan aku rezeki sehingga aku masih dapat menjalankan perusahaan ini." ucap tuan Delon
"Iya tuan tapi tuan Bagaimana dengan tuan Reza direktur keuangan apakah dia sudah di penjara." tanya Rudi
"Setahuku dia sudah di penjara bukan hanya Karena dia korupsi tapi karena dia telah banyak melakukan penipuan." ucap tuan Delon
"Aku tak menyangka tuan Reza yang terkenal sangat jujur dan taat beribadah ternyata hanya seorang penipu aku bahkan sangat mengagumi dirinya apalagi dia bisa menyekolahkan semua anak-anaknya di luar negri." ucap Rudi
"Aku juga tak menyangka padahal dia merupakan orang kepercayaan ayahku sehingga aku menganggap dirinya seperti keluarga ku sendiri aku sangat mempercayainya Samapi aku menyerahkan seluruh uang perusahan padanya Karena istri dan anakku kecelakaan tapi apa yang dia lakukan dia melakukan penggelapan membuat aku hampir saja kehilangan perusahaan." ucap ayah Delon
__ADS_1
Di sebuah rumah mewah tampak paman dan bibi Aditya sedang duduk sambil menatap ke arah mama Aditya
"Kakak dan Aditya kenapa harus datang ke sini bukannya kakak sudah memiliki segala-galanya." tanya bibi Aditya dengan sinis
"Memangnya kenapa jika suamiku adalah orang yang kaya raya begitu juga putraku Bukankah aku juga anak ayah dan memiliki hak yang sama dengan kalian." ucap mama Aditya sedikit kesal untung saja suaminya sudah kembali membuatnya leluasa untuk berdebat dengan saudaranya
"Semua harta itu adalah milik suamiku dan anakku dan masalah harta kekayaan Ayah itu terserah Ayah mau dia berikan pada siapa." ucap Mama Aditya
"Kakak seharusnya kau bisa mengalah aku ini anak lelaki Ayah satu-satunya yang seharusnya memiliki hak untuk mewarisi perusahaan tapi lihat apa yang terjadi karena Aditya aku hanya mendapatkan harta yang sama dengan kalian." ucap Paman Aditya
__ADS_1
"kau Jangan menyalahkan aku ataupun Aditya atas semua yang dilakukan oleh Ayah ini semua karena ulahmu sendiri coba saja kau tidak menghambur-hamburkan uang Dan hampir saja membuat perusahaan dalam kekacauan dengan memasukkan adik iparmu sebagai manajer keuangan yang menggelapkan dana di perusahaan membuat perusahaan hampir bangkrut ." ucap mama Aditya dia sangat kesal dengan adik laki-laki selalu merasa benar
"Kakak jangan seperti itu, itu pun bukan kesalahan adik iparku seseorang telah menipunya sehingga dia menggelapkan uang perusahaan." ucap Paman Aditya bersama membela sang adik ipar
Mama Aditya melihat sang adik dengan tatapan yang sulit diartikan "pantas saja Ayah lebih memilih Aditya untuk menjalankan perusahaan daripada dirimu kau memang tak bisa menilai seseorang mana ada seseorang yang diberikan gaji besar dan diberikan kepercayaan yang begitu besar dinaikkan derajatnya oleh dirimu tapi masih saja berusaha menggigitmu binatang saja masih lebih baik." ucap Mama Aditya
"Apa maksud kakak Dengan mengatakan hal seperti itu kakak tidak tahu apa yang terjadi jadi kakak tidak usah berbicara mengenai hal tersebut." ucap paman Aditya tak terima dengan perkataan mama Aditya, sementara istrinya yang mendengar hal tersebut hanya tertunduk tak berani mengangkat wajahnya
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1