Cinta Pertama Sang Penguasa

Cinta Pertama Sang Penguasa
15


__ADS_3

"Kau memang pria bodoh yang tak berguna Kau sudah ditipu berulang kali masih saja terus membela adik iparmu Apa kau pikir istrimu tidak tahu apa yang dilakukan oleh adik iparmu sebaiknya sebelum kau mengurus perusahaan terlebih dulu ke urus keluargamu sendiri dan cari tahu mengenai istrimu." ucap Ibu Aditya memperingati


"Sayang aku ingin pulang saja ayolah ." ucap istri paman Aditya sambil berderai air mata palsu


"Kakak sudah keterlaluan Kakak membuat istriku menangis aku akan membuat perhitungan kepada kakak." ucap Paman Aditya lalu berjalan keluar sambil menggandeng sang istri yang menangis tersedu-sedu


Sedangkan bibi Aditya melihat adegan itu hanya menatap sini ke arah perempuan yang merupakan kakak iparnya karena dia memang kurang menyukai wanita tersebut setelah kepergian kedua orang tersebut bibi akan langsung melangkah pergi kembali ke kamarnya tak ingin berdebat lagi dengan kakaknya diikuti oleh sang suami

__ADS_1


"Dasar dua orang keong racun Bagaimana bisa kami sangat berbeda padahal Kami bertiga adalah saudara satu Ayah satu ibu." ucap ibu Aditya sambil geleng-geleng kepala kemudian berjalan masuk ke dalam kamarnya sementara itu nenek Aditya yang mendengar hal tersebut hanya bisa tertunduk sambil menyeka air matanya lalu berjalan ke ruang perawatan suaminya


"Melihat wajah istrinya penuh kesedihan kakek Aditya langsung mendekatinya walaupun dalam keadaan yang kurang sehat tapi infus sudah di lepas membuat kakek Aditya bebas kesana-kemari "Ada apa Sayang kenapa wajahmu seperti itu Apakah ada sesuatu yang terjadi." tanya kekek Aditya


"Aku merawat mereka sama membesarkan mereka dengan kasih sayang yang sama tapi kenapa sifat mereka sangat berbeda." tanya nenek Aditya


"Itu bukan salahmu atau salah siapapun pada dasarnya mereka berdua baik hanya saja keadaan mungkin saat mereka dewasa mereka berteman dengan orang yang salah membuat mereka seperti itu apalagi pasangan yang mereka dapatkan tidak tepat dan ada yang berharap pasangannya setara dengannya tapi karena kecewa membuatnya iri dengan apa yang di miliki oleh saudaranya." ucap kakek Aditya bijaksana karena mengetahui pasti apa maksud istrinya

__ADS_1


"Aku yang salah karena mendengar kan permohonannya untuk menikah dengan wanita itu berharap wanita tersebut bisa berubah dengan ketulusan mencintai James ternyata aku salah tapi kita tak mungkin memisahkan mereka apalagi dengan hadirnya anak di antara mereka." ucap kakek Aditya


"Bukan kau yang salah aku yang memohon padaMu dan menangis tersedu-sedu sambil berjanji bahwa James akan menjadi lebih baik dengan menikah dengan wanita yang dia cintai tapi ternyata aku salah James menjadi bodoh dan selalu di setir oleh istrinya membuatnya menjadi seorang pria yang berada di ketiak istirnya." ucap nenek Aditya


"Sudah lah sayang tak ada gunanya membahas masa lalu semua itu sudah terjadi sekarang kita hanya bisa berharap semoga James bisa berubah dan bisa lebih mengenal sifat istrinya dan sifat saudara-saudara istrinya agar dia tak selalu memandang negatif kepada saudaranya yang lain." ucap kakek Aditya


"Iya sayang aku juga berharap seperti itu tapi bagaimana dengan ini dia selalu iri dengan saudaranya padahal selama ini dia yang selalu menghambur-hamburkan uang dan selalu menuntut lebih pada suaminya padahal suaminya adalah pria yang baik yang bekerja sepenuh hati." ucap nenek Aditya

__ADS_1


"Kalau hal itu semua itu tergantung suami Leni bagaimana dia bisa menjadi seorang pria dan kepala rumah tangga yang bisa membentuk istrinya agar menjadi lebih baik." ucap kakek Aditya


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2