
Setelah mengganti bad lama dengan yang baru akhirnya Danish dan Rangga duduk di teras depan kontrak an Sekar, Rangga melihat seorang wanita masuk ke pekarangan rumah dengan motor maticnya,Ayu....gadis yang kemarin dia kejar di rumah sakit waktu menjenguk Sekar namun ketika sampai diluar Rangga kehilangan jejak Ayu.
Ayu yang melihat mereka sedang ngopi di depan kontrak an Sekar hanya diam saja dan melenggang masuk ke rumah.
"Gitu amat lihatnya?"
tanya Danish.
"inget gak Dan! waktu SMA kelas 2 gue kan punya pacar?"
ucap Rangga.
"kakak kelas itu?"
"hemmm....inget gak?"
"gak inget gue....!mana pernah loe ajak dia ketemu ma gue ma Alvi!"
"setelah dia lulus, gue gak pernah lagi nemuin dia! padahal gue belum putus sama dia!"
kata Rangga sambil menghela nafasnya.
"Trus maksud loe apa?"
tanya Danish makin heran dengan omongan Rangga.
"cewek itu Ayu!! anaknya Bu Sri!!"
"Hah??!!! serius loe? Ayu yang barusan lewat??"
"iya!! emang bu Sri punya berapa anak yang namanya Ayu!!"
"masih ada rasa loe?"
"gue gak tau!! ini rasa cinta sama dia,atau cuma rasa bersalah karena udah Ngantung in dia lama banget!!gue pas lilus sekolah pernah sekali datang ke rumah dia,kata tetangganya ayahnya udah meninggal jadi dia pindah ikut ibunya,gak nyangka... Sekar malah yang mempertemukan dia ma gue!!"
"Kejar!! biar loe tau itu cinta atau bukan!"
ucap Danish tegas.Rangga hanya manggut-manggut tanpa mengerti.
"trus dia mau gak sama loe?"
tanya Rangga sambil dagunya menunjukkan Sekar yang ada di dalam kamar.
"loe tau kan Danish selalu berusaha dengan baik agar mendapatkan apa yang dia mau!!" ucap Danish seakan memberi semangat buat dirinya sendiri.
"baguslah,jangan maksain dia juga! loe tau riwayat kak Alan bisa diusir dari rumah kan Dan?"
"Aku gak akan biarkan siapapun menyakiti Sekar dan anaknya,termasuk keluarga ku sekalipun!!"
jawab Danish.
"Tapi sepertinya bukan keluarga mu Dan yang jadi masalah Dan! gue tau loe selalu ada cara buat berhadapan ma keluarga loe! masalahnya sekarang dia yang gak mau sama loe!!"
hahahahhaha
gelak tawa Rangga pecah juga, membayangkan bahwa Sekar akan menolak lelaki tampan yang jadi incaran para gadis di kampus tersebut.
__ADS_1
"Pulang loe!!"..
hardik Danish karena kesal dengan apa yang dikatakan Rangga,karena apa yang dikatakan Rangga benar nyatanya.
"Mbak...aku pulang dulu ya..."
pamit Rangga pada Sekar.
"iya Ngga,makasih ya...."
jawab Sekar yang baru saja menidurkan bayinya di kasur.
kemudian dia menengok pada Danish
"kamu gak pulang bareng Rangga aja,udah malam ini..,"
"gak!! aku nginep sini!"
"apaan sih Dan!! udah pulang aja sana!
"aku mau menjaga Alando!"
"gak usah modus deh!!! akj bisa jagain dia sendiri!"
"ya udah aku jagain kamu aja!"
"Danish!!!" pekik Sekar,namun tak bisa lantang Lantara takut membangunkan anaknya.
Rangga mulai terusik dengan pertengkaran mereka berdua,mereka sudah seperti sepasang suami-istri saja.
Rangga memutuskan untuk segera pergi dari rumah itu, dan kembali ke rumah yang ditempatinya dengan Alvi.
"dari mana bahan makanan itu?"
Sekar heran begitu banyak bahan makanan di kulkas
"tadi Rangga yang bawain!mau makan apa?"
tanya Danish.
"apa kamu gak dicariin orang tua kamu?"
Sekar malah memberikan pertanyaan pada Danish bukan jawaban atas pertanyaan Danish.
"Aku dah biasa gak pulang! mereka dah biasa saja!"
Akhirnya Danish masak tanpa banyak bertanya pada Sekar, Sekar sedang menyusui anaknya,ketika Danish sudah selesai masak, buru-buru Sekar menutupi sebagian payudara nya yang terlihat.
"Gak usah di tutupi,ntar juga jadi milik aku!!"
celetuk Danish.
"Apaan sihh!!!"
"Udah tidur belum Alan?"
tanya Danish sambil melihat Alan si bayi mungil itu baru saja selesai menyusu.
__ADS_1
"udah,aku tidurin dulu..."
Danish menyiapkan makanan nya di meja ruang tamu,ada beberapa masakan yang terbuat dari sayuran.
"makan nih...biar Asinya lancar"
kata Danish sambil menyodorkan masakan yang terbuat dari sayur sawi hijau.
sambil makan Sekar memberikan pengertian pada Danish.
"Dan...besok gak usah nginep di sini lagi....aku bisa jaga diri dan Alan kok!"
"biarin aku jaga Alan,ini juga buat membiasakan dirinya sama aku kalo kita menikah nanti!"
ucap Danish sambil mengunyah makanannya.
"gak akan ada pernikahan di antara kita Dan!!kau adik bang Rama berarti kamu juga adik aku....jangan pikirkan apapun apalagi sampai ke pernikahan!"
"Aku gak peduli!! pokoknya aku mau menikah sama kamu!! aku gak rela ada lelaki lain yang jadi ayah buat anak kakaku!!"
"kalo gitu seumur hidup aku tak akan menikah! bagaimana?? agar Alan tidak punya papa lain selain bang Rama!!"
Raut wajah Danish menjadi murka, tiba-tiba dia bangkit dari duduknya dan menarik tangan Sekar agar ikut berdiri dengannya.
"Bilang sekali lagi??!!"
"kamu takut Alan punya papa baru kan? hanya itu kan alasannya, baiklah saya tak akan menikah seumur hidup... puas??!!!"
ucap Sekar.
"jadi kamu berpikir aku menikahi kamu hanya untuk Alan??!"
"apalagi???!! udah lah Danish aku gak mau ribut sama kamu!!"
Sekar hendak duduk kembali dan membereskan makanannya, tiba-tiba Danish menariknya hingga menempel pada dada bidangnya,kemudian Danish melum*at bibir Sekar dengan rakusnya, Sekar meronta-ronta di dekapan Danish,karena merasa asupan oksigennya berkurang, Danish melepaskan ciumannya.
plak...
suara tamparan di wajah Danish terdengar nyaring, Sekar sangat marah karena Danish tiba-tiba menciumnya.
"Jaga sikap kamu Dan!!!! aku benci sama kamu!?"
Sekar berlalu ke ranjang dimana sang anak tertidur nyenyak,berbaring di menghadap yang anak...sambil sesekali menyeka air matanya.
Danish hanya mematung ditempatnya, entahlah apa yang sedang dirasakan oleh seorang Danish,dia hanya terbawa emosi saja,ketika sekar lebih memilih tidak menikah selamanya daripada menerima lamarannya.
Dipegang i pipinya yang baru saja ditampar oleh Sekar.
"heh!!?? kak.... bekas istrimu sangat kuat! dia tipe yang lebih lama setia daripada mantan-mantan kamu kak!!rasanya dia bener-bener belum bisa melepaskan kamu kak!!kak ijinkan aku menjaga dia kak....bukan hanya sebagai adik iparnya tapi sebagai suaminya kelak"
batin Danish sambil membayangkan wajah ceria sang kakak yang telah tenang di surga.
Danish memandang ke arah punggung Sekar,dia bersumpah akan lebih berusaha mendapatkan hati Sekar... walaupun usahanya akan sedikit sulit dan penuh tantangan tentunya.
"Kau tidak tau Sekar,jantungku sudah berdetak lebih kencang ketika pertama melihat mu mengengam tangan kak Alan! apa itu cinta pada pandangan pertama?? entahlah yang jelas aku tak bisa jauh darimu lagi!!"
ucap Danish lirih.
__ADS_1
bersambung