Cinta Sekar

Cinta Sekar
Patahnya hati Danish


__ADS_3

Sudah beberapa kali Danish terus mendekati Sekar dengan berbagai cara, gini Danish seakan ingin menyerah,bukan karena dia tak cinta dengan Sekar tapi dia merasa Sekar sudah sangat terganggu dengan kehadiran dirinya.


Mulai beberapa hari ini Danish tak lagi ke rumah Sekar,dia benar-benar ingin melupakan Sekar,rasa rindunya dia pendam dalam-dalam.


Danish patah hati!!,iya... perjuangan selama beberapa tahun ini berakhir dengan patahnya hati Danish.


Danish meminum minuman beralkohol itu sendiri di pantry kecil di rumahnya.


termenung sendiri di sana, Alvi sedang pergi ke panti sedangkan Rangga sedang pulang ke rumahnya.


Danish merenung i hidupnya, segalanya dia punya..


harta keluarga, harta nya sendiri, keluarga yang bahagia dan teman-temannya, namun Danish tak pernah bisa memiliki cintanya! cinta Sekar begitu sulit di gapai oleh Danish.


drt...drt....drt...


"Hallo.."


"Dan...bisa bantuin gue gak??"


"Bantuin apa?"


" bantuin gantiin si felix balap! ngokapnya tiba-tiba masuk rumah sakit!"


"okey gue meluncur ke sana!"


Janji Danish untuk tidak balapan lagi ia lupakan, sekarang yang ada dihatinya adalah bagaimana cara mengalihkan rasa rindunya pada Sekar dan Al.


jika Danish egois,ingin rasanya dia datang dan memeluk mereka berdua tanpa memperdulikan ketidaknyamanan Sekar.namun Danish sudah berjanji tak akan menganggunya mestipun hatinya sangat sakit.


Danish mengeluarkan motor kesayangannya,dan segera meluncur ke arena balap yang di maksud teman-temannya.


sesampainya disana dia disambut oleh Andra,teman yang menelponnya tadi.


"sorry... sorry Dan!! gue butuh bantuan loe banget nih!"


"okey..gak masalah!"


"gih..loe siap-siap aja..mana Alvi?"


"dia gak bisa datang!!"


"motor loe aman kan?? perlu diliat gak?"


" beres!! gak usah!"


Danish akhirnya bersiap-siap untuk masuk ke area balap.


Di rumah Sekar...


"Diam dong sayang.....!"


ucap Sekar sambil menggendong Alando anaknya yang sedang sakit.


"Gimana Kar? kok makin panas Kar!"


"iya bu.....tadi udah dingin... sekarang panas lagi!"


"kangen Danish barang kali, udah beberapa hari dia gak ke sini, bahkan ibu sudah menghitung dia udah hampir 3 mingguan gak kesini, biasanya tiap hari kesini"


"Danish sibuk kali bu"


ucap Sekar, sebenarnya dia tau Danish sudah mulai menjauhinya, entah mengapa hatinya merasa tak nyaman ketika Bu Sri bilang bahwa Danish sudah lama tak pernah datang ke sini.


Sekar segera menepisnya,inilah yang dia harapkan...agar Danish menata hidupnya sendiri bersama wanita yang lebih pantas mendampingi Danish.


"gimana ini kar? mana sudah malam gini...kita bawa dia ke rumah sakit aja ya?"


"iya Bu, Sekar siap-siap dulu!"


Akhirnya Bu Sri dan Sekar naik taksi ke rumah sakit, Ayu waktu itu sip malam,

__ADS_1


sesampainya di rumah sakit mereka disambut oleh seorang suster di IGD.


akhirnya dokter memeriksa Alando dan dinyatakan sakit typus, terpaksa Al harus menjalani rawat inap.


"Ya udah ibu pulang dulu kalo begitu,besok ibu bawain sarapan sekalian ibu bawain baju buat kamu!"


"iya bu...taksi tadi masih di parkiran bu, aku yang minta dia untuk menunggu tadi!"


"ya udah ibu pergi dulu,...kamu istirahat aja tuh Al sudah tidur!"


"iya bu"


Akhirnya bu Sri pergi dari ruang rawat tersebut, sebelum pergi dia melihat Ayu yang sedang kerja,dan dia memberitahu bahwa Al kena typus dan harus dirawat di rumah sakit.


Ayu akhirnya mendatangi Sekar.


"gimana Kar?"


"sudah ditangani dokter, gak papa untuk masih gejala typus ringan!"


"kamu gak hubungi Danish?"


"gak usah Yu! kayaknya dia udah mulai menjauh dari aku,dia udah jarang ke rumah.. syukurlah!"


"Tapi kasihan Al,dia pasti kangen Danish"


"Udahlah Yu aku gak mau bahas Danish lagi!"


"Ya udah ... kamu istirahat aja udah malam, aku keluar dulu masih harus periksa pasien lain!"


"iya.. makasih ya....yu...?"


"ya?"


"jangan kasih tau Rangga, takutnya dia kasih tau Danish"


"iya udah ya ..kamu tidur aja!"


braaakkkk...


motor yang di kendarai oleh Danish menabrak pembatas jalan dan motor tersebut terpental mengenai beberapa pembalap.


kecelakaan masal tak dapat di hindari,tubuh Danish yang terpental cukup jauh dan Danish terkapar dengan helm yang masih melekat di kepalanya.


samar-samar dia mendengar orang memanggilnya.


"Danish!.... Danish... Danish!!... panggil ambulan cepat!?!"


.teriak Andra, kawannya yang tadi meminta bantuan pada Danish untuk ikut balapan.


tut...tut....tut....


Jam menunjukkan pukul 2 dini hari, Rangga mencoba meraih ponselnya dan menjawab panggilan telpon nya.


"Hallo"


jawab Rangga dengan suara serak khas orang bangun tidur.


"Rangga!?......."


tut.


Rangga berlari menuruni tangga di rumahnya,mengambil mobil yang terparkir di garasi mobilnya dan menancap kan gas nya ke arah rumah sakit yang di katakan Andra.


beberapa saat kemudian dia sudah sampai di parkiran rumah sakit, kemudian dia berlari ke ruang operasi dimana Andra dan beberapa kawannya mengantarkan Danish ke rumah sakit dan beberapa korban yang terluka ringan.


Bugh...bugh...


"Brengsek!!! jangan panggil Danish balap lagi Dra,gie dah peringati loe kan!!!"


emosi Rangga meluap ketika melihat Andra disana, temannya yang lain hanya berusaha memisahkan mereka saja.

__ADS_1


"Sorry Ngga,gue beneran gak tau kejadiannya bakal kayak gini!!"


Andra seakan merasa bersalah sekali dengan apa yang terjadi pada Danish.


Alvi yang baru saja datang berlari ke arah Rangga.


"Ngga!! Danish gimana?"


tanya Alvi dengan sangat panik.


"Dia masih di operasi di dalam!"


"kenapa bisa begini?"


tanya Alvi pada Rangga dan tiba-tiba Andra menyela omongan mereka


" motor loe lagi bermasalah ya Vi?"


"motor mana? si merah?"


"iya!"


"Ya emang gue baru bongkar sekali doang!...jangan bilang Danish pake buat mbalap??"


tanya Alvi pada Andra.


"iya... kita periksa gak di bolehin ma dia!!"


Akhirnya dokter keluar dan menanyakan tentang siapa keluarga pasien.


Rangga akhirnya mengakui sebagai sepupunya.


"pasien belum melewati masa kritis!!"


" semoga pagi ini pasien bisa melewati masa kritisnya..saya permisi"


lanjut sang dokter.


"terimakasih kasih dok!"


ucap Rangga.


"Ya udah kalian pulang aja, biar gue dan Alvi yang disini... thanks ya..udah bawa dia ke sini!"


ucap Rangga pada Andra dan kawan-kawan nya.


"Vi... ntar pagi telpon Tante Ayunda,kabari keadaan Danish!"


"okey!"


Di kamar lain,..jam dinding baru saja menunjukkan angka 3.45 pagi,namun Al sudah menangis dan rewel..


"Papa....papa...papa....!"


" iya sayang....besok ketemu papa ya"


bujuk Sekar.


"Al mau cekalang...ma... mau papa...."


anak 2 tahunan itu menangis sambil memanggil sang papa,siapa lagi kalo bukan Danish yang dicarinya.


Sekar binggung harus bagaimana menenangkan Al,


sampai pukul 5 pagi Al baru tertidur lagi karena kelelahan menangis.


"Danish!"


ucap Sekar,karena tiba-tiba saja hatinya merasa tidak nyaman.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2