
Beberapa saat kemudian Danish keluar dengan mengandeng Sekar yang tertunduk malu.
semua tamu bersorak dengan kedatangan dua sejoli tersebut, Danish menghampiri papa mama dan juga Al serta Chika sang adik.
"Pa....maksih pa....kado terindah buat Danish ini pa!"
ucap Danish sambil memeluk sang papa.
"Maafkan papa! papa sengaja menunda semuanya agar dia bisa jadi kado terindah buat kamu!"
akhirnya mereka melepaskan pelukannya, dan beralih ke sang mama.
"Mama juga gak tau Dan! papa dan feri bener-bener sudah bekerjasama!!"
"Maksih ma!"
"Asyikkkk Chika dapet kakak ipar!"
pekik Chika sambil memeluk Sekar.
"Udah Chik jangan dipeluk aja kasihan!! sesek tau!!"
Akhirnya setelah bersendau gurau Sekar meminta ijin kepada keluarga Danish untuk bergabung dengan teman-temannya dari butik.
"Sekaaaaarrr!!!!
pekik Fitri.
"Aku gak nyangka kamu benar-benar kenal dan bahkan sepasang kekasih dengan mas Danish! aku pikir dulu masa Danish hanya kebetulan aja nolongin kamu pas mau melahirkan!! ternyata dia pacar kamu ya? dan anak kalian si Al itu! pantes saja dia mirip sama mas Danish!"
ucap fitri panjang lebar dan segera Dewi menyenggol lengan Fitri supaya diam.
"Danish bukan ayah biologis Al..fit!"
"lhooo trus??
tanya dewi heran, begitu juga dengan Prada yang ikut bergabung di meja mereka.
"Aku ini istrinya almarhum bang Alando! kakak kandung Danish! aku selama ini menolak Danish karena takut kalo dia hanya merasa kasian sama aku, janda dari kakaknya! aku benar-benar gak menyangka kalo dia tulus sama aku dan cinta banget sama aku!"
"oooohhh so sweet!!"
"Takdir kalian emang untuk bersatu Kar! aku dah liat sendiri gimana khawatir nya mas Danish saat kamu mau melahirkan, jujur aku waktu itu benar-benar mengira bahwa kamu pacar mas Danish! abis dia perhatian dan panik banget liat kamu kesakitan karena mau melahirkan!"
"Iya mbak Prada!! aku yang bodoh terlambat menyadari semuanya!"
"dan untungnya belum terlambat!"
saut Fitri.
Malam semakin larut, para tamu semuanya sudah meninggal pesta, tinggal keluarga besar Rahardian, Rangga Alvi dan Fery, sengaja mereka memang menginap di sana.
__ADS_1
Fery sudah berada di kamarnya bersama Rangga, disana ada dua bed yang biasa mereka tempati, sedangkan Alvi tidur di kamar sebelahnya.
"Akhirnya mereka bahagia!"
ucap Rangga yang merasa lega.
"Kau tau rencana ini kak?"
tanya Rangga yang memang lebih tua darinya, fery seumuran dengan Alando, dia memang teman baik Alando yang berjanji akan setia pada keluarga Rahardian, itulah janjinya pada Alando.
"Kakak sudah waktunya menikah!! mengapa gak nikah-nikah sih??"
"Berisik kamu!!"
"Apa tidak ada seorang gadis yang kakak cintai?"
"Ada!"
"Kenapa tak di lamar aja?"
"Gak segampang itu! aku bahkan sudah merelakannya!"
"Kenapa?"
"Kami tak selevel!"
"Ciihh masih saja memandang cinta karena levelnya!!"
"Kak!! cinta itu buta!! gak kenal yang namanya status sosial!!"
" ya aku tau!! tapi cintaku tak boleh membabi buta juga!! sudahlah tidurlah sudah lewat tengah malam!"
"Siapa gadis yang di cintai kak Fery? apa anak dari salah satu kliennya?"
gumam Rangga sambil berjalan ke bed tidur nya.
Fery, setelah Danish ikut andil dalam perusahaan, Fery tak lagi jadi asisten pimpinan, dia tetap mengikuti kemana pak Rahardian pergi dan mengurusi bisnis nya yang lain. bidang baru yang di geluti lelaki itu membuat Fery ikut bekerja keras.
bisnis properti yang beberapa taun lalu hanya di jadikan selingan saja, pada akhirnya tuan Rahardian menekuninya bersama asistennya Fery.
Lelaki 29 tahun tersebut bernasib sama dengan Alvi, namun bedanya Fery tergolong orang yang menengah ke atas, hingga setelah kepergian orang tuanya dia tak terlalu hidup menderita karena masih ada tante dan om yang merawatnya dengan uang peninggalan orang tuanya.
Janjinya pada Alando seminggu sebelum kepergiannya akibat pengusir an yang dilakukan tuan Rahardian yang membuat Fery bertahan di rumah tersebut.
Ya Tugas luar kota yang di bebankan pada Fery saat itu membuat dia tak bisa ketemu lagi dengan Alando, sampai dia bertemu dengan temannya tersebut dalam keadaan tak bernyawa lagi.
Fery yang mengorbankan kebebasannya sendiri demi keluarga sahabat nya tersebut.
Di kamar atas...
"Danish keluar!!!"
__ADS_1
"Gak!! aku mau tidur sama anakku!! lagian mama dan papa ngijinin kok!!"
"Nyebelin!!!"
ucap Sekar kesal! Sekar sungguh takut bila sekamar dengan Danish,dulu aja sebelum mereka di restui dan Sekar belum menerima Danish, Danish sudah berani mencuri ciuman nya. apalagi sekarang!! Sekar sangat cemas!.
"Al mau tidur sama papa?"
tanya Danish pada Al, agar dia tak diusir lagi sama Sekar.
"mau..mau..mau!!"
"okey sayang...papa di tengah ya!!"
"Gak Dan!! nanti Al jatuh!!"
tolak Sekar karena dia tak mau tidur berdekatan dengan Danish, bahaya!!!"
"Dak ma!! kasulnya besaaaalll sekali!!"
"Bener sayang, anak papa pinter!! dah yuk bobok sayang!!"
Sekar hanya cemberut saja, dan kemudian masuk ke dalam selimutnya, dia belum terbiasa tidur dengan adanya orang lain selain Al anaknya,karena kesal dengan Danish dia tidur membelakangi Danish dsn Al.
"Ngambek yang!??"
tanya Danish sambil memeluk Sekar dari belakang, menyandarkan kepalanya pada leher belakang Sekar, sambil sesekali menciuminya.
"Danish hentikan!!"
"Kita menikah besok!! aku dah minta Fery dsn Rangga buat menyiapkan semuanya, soal resepsi bisa nyusul yang penting sah dulu!! aku gak mau kamu ninggalin aku lagi!!"
"Tanpa kamu hidup aku tuh kayak kanebo Kar!! kering!! kamu tuh kayak air yang bisa membasahi dan menyejukkan kanebo itu!"
"Ih sejak kapan kamu belajar gombal!???"
"Sejak ada kamu!!"
"Kamu tuh cewek pertama yang berani masuk ruang hati aku!! yang lain pake ketok pintu! kamu enggak... nyelonong aja masuk ke hati orang!!"
"Udah hentikan Dan!! jangan gombal mulu! dasar cowok labil!"
ucap Sekar sambil menahan tawanya.
"Ya aku emang cowok labil!!"
jawab Danish sambil mengubah posisi tidur Sekar dan menindihnya, menghujani wajah Sekar dengan ci*umannya.
Perjuangan Danish yang berbuah manis,. namun babak baru kehidupan keduanya benar-benar akan dimulai setelah akad nikah dilaksanakan.
bersambung......
__ADS_1
# Diselingi kisah peran-peran pendamping ya😁😁🤭🤭#