
Hari demi hari di lalui oleh Sekar dan anaknya,atas permintaan Sekar akhirnya Danish tak lagi menginap di rumah Sekar karena Alando anaknya sudah menginjak umur ke 3 bulan,masa cuti Sekar juga sudah habis.
sesekali saja Danish menginap di rumah Sekar.
seperti hari ini Danish datang bersama dengan Rangga,ya perjuangan Rangga mendapatkan kembali Ayu ternyata tak sesulit perjuangan Danish yang melamar Sekar.
kini atas ijin bu Sri,karena Rangga memang ijin ke bu Sri untuk pacaran dengan Ayu.. sekarang mereka resmi menjadi sepasang kekasih.
"Anak papa....cakep....apa...apapa..."
Danish terus bermain dengan bayi kecil yang sudah bisa tersenyum-senyum itu saat diajak bicara.
"Aku besok sudah mulai kerja Dan"
"trus adek gimana? kok kerja sih?!"
protes Danish.
"kalo aku gak kerja anakku makan apa Danish!!"
"aku kan bilang mau kasih kamu jatah bulanan Kar,aku dah kerja bukan hanya kuliah! lagian 2 bulan yang lalu aku dah wisuda! aku dah lulus kuliah juga Kar,udah bisa konsentrasi kerja...jadi kamu rawat adek aja ya...kasihan dia!"
tutur Danish panjang lebar.
"udah ya Danish.. aku gak mau kita bahas itu lagi!! aku besok kerja dan Al akan di jaga sama Bu Sri"
ucap Sekar bersikeras.
"ya udah kalo kamu kerja,...jangan capek-capek!"
"iya....udah sini in Al...biar dia tidur dulu"
"gak usah...aku masih kangen tau! aku aja yang nidurin dia"
"Rangga mana? katanya ke sini sama Rangga?"
"udah jalan sama Ayu...kan malam minggu Kar, mereka kencan lah!"
"kok kamu gak kencan juga? biasanya anak muda suka kencan kalo malam minggu gini"
ucap Sekar dan dia gak tau kalo itu memicu kemarahan dari Danish, Danish meletakkan Al ke atas ranjang karena sudah tertidur,kemudian dia menyusul Sekar yang sedang merebus air karena Danish meminta kopi.
Danish memeluk Sekar dari belakang, seketika Sekar berontak minta di lepaskan.namun kekuatan Danish lebih besar.
__ADS_1
"Lepaskan Dan!!! kamu sudah gila ya??!!"
"ya aku memang sudah gila!!!"
Danish membalikkan tubuh Sekar sehingga menghadap kepadanya...
"Apa kau pikir aku tidak sakit hati dengan pertanyaan kamu Kar?? hemmm?? kencan?? kau pikir untuk apa aku disini? sampai kapan kamu gak nerima aku Kar?? sampai kapan??!!"
"hubungan kita memang gak mungkin Dan! itu gak akan terjadi!!"
"Apa yang membuat kamu bener-bener benci sama aku Kar? apa?? apa karna adik kak Alan? iya? atau karena aku lebih muda dari kamu??!"
" iya karena kamu adik ipar aku sendiri!! ya kamu masih terlalu labil untuk memikirkan tentang aku dan anakku Dan!! kamu masih memikirkan tentang senang-senang dan masa muda kamu!...kamu....hemmppt..."
Danish yang gak tahan dengan semua ucapan Sekar, segera mendaratkan ciu*an nya di bibir Sekar,sekar berusaha melepaskan diri dari perbuatan Danish,namun Danish memegang erat tengkuk Sekar serta pinggang nya.merasa Sekar akan kehabisan nafas Danish melepaskan ciu*annya dan menyatukan kening mereka.
"Aku cinta banget sama kamu Kar! kamu gak tau bagaimana tersiksanya aku ketika kamu pergi begitu saja di hari pemakaman kak Alando,kamu gak tau Kar bagaimana perasaan aku Kar!"
suara lirih Danish begitu terdengar menyayat hati Sekar,namun keegoisan Sekar lebih mendominasi.
Sekar hanya diam saja mendengar penuturan Danish,kembali Danish mengecup ringan bibir Sekar.
"tidurlah.. bukan nya besok kamu kerja?aku ada kerjaan diluar kota....mungkin sampai lusa...malam ini aku tidur disini ya?"
Pagi harinya..
"Dan..... Danish bangun! udah pagi katanya kamu mau berangkat ke luar kota?"
"Jam berapa ini?"
"jam 6 pagi"
"iya aku bangun.....eh anak papa udah banguunn?"
seri Danish ketika melihat Al sedang menendang-nendang kakinya ke udara.
Danish tak segera beranjak dari ranjangnya,dia malah tertawa-tawa dan bermain-main dengan Al.
"udah Dan! nanti keburu Rangga menjemput!"
"Aku pergi sama Alvi kok Kar... ya udah anak ganteng papa...papa mandi dulu...mama kamu cerewet!!"
Danish berlalu ke kamar mandi...
__ADS_1
"Kar...siapin baju aku dong! di koper..!"
teriak Danish yang sudah berada di dalam kamar mandi.
"Ini kenapa aku jadi kayak istrinya sih... menyebalkan!!" gumam Sekar.
Sekar sungguh tak tau bagaimana perasaannya pada Danish.dia sangat bimbang,kadang merasa kalo dia sayang Danish tapi kadangkala wajah Alando yang terus membayangi bila dia dekat dengan Danish.
Akhirnya Alvi datang dan mereka segera berangkat.
Sekarang adalah hari pertama Sekar kembali kerja,dia menitipkan anaknya pada biu Sri, dengan cara mengaji Bu Sri sebagai baby sitter dan akhirnya Bu Sri menerima walaupun sebelumnya dia menolak dibayar,bagi Bu Sri merawat Al adalah hal yang disukainya.
"Sekaaaaarrr... welcome!!!!!!"
teriak fitri dan dewi teman satu gudangnya.
"Makasih semuanya.."
saut Sekar.
"selamat bekerja kembali Kar!"
kata mbak Prada...wanita yang beberapa bulan yang lalu mengantar Sekar melahirkan.
"maksih mbak....waahh selamat ya mbak...katanya mbak juga lagi hamil!"
"hehehehe iya Kar... udah 3bulan, mungkin gara-gara nolongin kamu itu aku jadi ketularan!"
"pokoknya selamat datang deh!!"
"oya Kar,kamu dan fitri di tarik dari gudang karena di depan kita kehilangan 2 tenaga,mereka mengundurkan diri,yang satu menikah dan yang satunya papanya di pindah tugas jadi satu keluarga ikut semua"
"trus mbak dewi?"
"Aku ini kan penunggu gudang Kar!aku gak mau dipindahkan hehehehehe"
Akhirnya mereka mulai bekerja, mereka adalah hiburan tersendiri bagi Sekar.
Hari demi hari dilalui Sekar dengan senang, semuanya berjalan sama seperti apa adanya,kini baby Al sudah menginjak umur 2 tahun.
dia sungguh pinter sekali diusianya itu dia sudah bisa berbicara walaupun tidak lancar.
usaha Danish? masih sama...dia masih berjuang untuk Cinta Sekar!.
__ADS_1
bersambung