Cinta Sekar

Cinta Sekar
Hari pertama ke butik


__ADS_3

Hari ini Danish berangkat ke kantor namun sebelumnya dia mengantar istrinya terlebih dahulu ke butik dimana dia bekerja.


Di butik sang pengantin baru disambut meriah oleh teman-temannya.


"Selamat datang nyonya Sekar!"


sapa teman-teman kerjanya.


"Heleehh apaan sih!!" jawab Sekar terlihat malu-malu.


"Pagi mbak Prada!" sapa Sekar.


"Ngapain kamu di sini?" jawab Prada ketus.


semua orang kaget dengan perubahan diri mbak Prada. dia gak sebaik beberapa hari yang lalu, setelah pernikahan Sekar sepertinya Prada berubah, itu yang ada dipikiran Sekar.


"Kamu sekarang bosnya jadi masuk ruangan sana!"


ucap Prada sambil cengengesan, membuat semua orang lega karena Prada hanya mengerjai Sekar saja.


"Mbak Prada!! Sekar sampai kaget!"


"Kirain bener-bener jadi jahat!"


"Idihh mbaaakk aku yang shock lho!"


begitu celetukan yang di lontarkan beberapa karyawan butik, Prada sengaja melakukan itu hanya untuk membuat pengantin baru itu shock.

__ADS_1


"Lagian siapa suruh pengantin baru masuk kerja! enak anget-angetan diranjang juga!"


"Idihh apa sih Prada ini!"


"Okey-okey semua dengarkan! mulai hari ini nyonya Sekar Rahardian akan memimpin butik kita dan aku sekarang jadi asistennya hiks...hiks..."


ucap Prada dengan drama pura-pura nangisnya. sontak saja itu menjadi bahan ketawaan teman-teman nya! sekarang giliran Prada yang mengajari Sekar tentang seluk beluk butik secara mendetail,biasanya dia hanya ada di bagian gudang mengatur stok barang saja, namun mulai sekarang dialah yang akan memimpin butik kali ini.


Untuk yang ada di pusat masih di pegang oleh sang mertua beserta mbak Anya sebagai wakilnya. Sekar belum merasa pantas jika dia harus menggantikan posisi mama Ayunda, karenanya dengan berbagai alasan kemarin dia menolak keinginan sang mertua.


Waktu berjalan begitu saja, ternyata jam makan siang ini Danish datang untuk mengajak makan siang. Ketika sedang berbincang dengan Dewi dan Fitri di depan gudang belakang Sekar tak menyadari kehadiran Danish, rencananya Sekar yang biasanya membawa bekal namun hari ini dia tak membawa dan ingin mengajak kedua temannya itu untuk makan siang. Tak ada yang menyadari keberadaan Danish apalagi Sekar yang membelakangi pintu masuk.


grep...


"Siang sayang.....cup!"


"Sayang! lepaskan!" bisik Sekar karena merasa sungkan dengan kedua sahabatnya.


"ehh Kar, mending kita makan dulu ya..kita bawa bekal kok, nah kamu makan sama suami kamu aja!". ucap Dewi.


"Maksih mbak " ucap Danish sambil menarik tangan Sekar menjauhi mereka.


"Aku ingin makan kamu!" bisik Danish.


"Danish!!" pekik Sekar.


"Kita ke apartemen aku! di sekitar sini sekalian amakn siang!"

__ADS_1


"Gak! aku kerja nanti malam aja!"


"Aku gak mau di tolak! atau mau kita coba bercinta dalam kantor?" bisik Danish makin gila.


"Dasar cowok labil!!"


"Cowok labil ini suami kamu sayang!"


"iya..iya...aku ijin mbak Prada dulu!"


"Aku dah bilang sama Prada, dah yuk dia tadi lagi keluar makan!"


"Aku sudah tak sabar nyicil buat adiknya Al!" ucap Danish.


"Ooh Tuhan!! aku benar-benar menikah dengan brondong nih?? yang bener-bener masih hot-hot nya!!"


gumam Sekar sambil menepuk jidatnya ketika masuk kedalam mobil.


"Aku mendengar semuanya sayang!"


Baru beberapa jam saja Danish menjadi suaminya, Sekar merasa Danish sudah tampak berubah, berubah menjadi lelaki yang romantis dan mesum! perlakukan nya pada Sekar sudah seperti seorang lelaki yang menginap penyakit bucin akut!


sifat cemburu Danish yang dulu tak terlalu ditonjolkan saat mengejar cinta Sekar kini semakin ditunjukkan, hingga tadi pagi saat keluar dari kediaman keluarga Rahardian, Sekar hanya tersenyum pada satpam sebagai tanda terima kasih pun salah dimata Danish.


Sekar hanya berharap bahwa kecemburuan Danish masih dalam tingkat kewajaran dan masih bisa di kendalikan, jangan sampai sifat cemburu Danish menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2