
"Dia anak kak Alando pa! Sekar istri kak Alando,
kak Alan meminta Danish menjaganya tapi Danish malah mencintai dia pa.... Danish sangat mencintai dia!! perjuangan Danish selama 3 tahun ini akhirnya berhasil membuat dia mau menerima Danish pa!..tapi...apa ini pa hiks....hiks... Danish kehilangan dia lagi!!"
Airmata Danish sudah tak bisa dibendung lagi, tanpa malu Danish menangis bagai anak kecil yang kehilangan mainannya.
Seketika tuan Rahardian dan sang istri kaget, mereka memandang Rangga yang pastinya tahu tentang kehidupan Danish, Rangga yang mendapat tatapan tajam dari mereka berdua akhirnya bercerita
"Benar apa yang dikatakan Danish om! mereka adalah anak dan istrinya almarhum kak Alan"
Deg..
Tuan Rahardian memegangi dadanya yang terasa sakit.
"Papa!!!"
mama Ayunda dan chika berteriak bersamaan, Danish yang ada di ranjang dan dalam posisi tertunduk ikut kaget dengan teriakan mama dan adiknya.
Danish yang tak bisa turun hanya memandang sang papa dengan cemas.
"Tidak....papa tidak apa-apa!"
ucap sang papa sambil duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut.
"Lanjutkan Rangga!"
"Tapi om!"
"tidak apa-apa, saya siap mendengarkan!"
"baiklah Om...!"
__ADS_1
Rangga menceritakan bagaimana awalnya Alando bisa bertemu dengan Sekar, sesuai dengan apa yang dia dengar dari Sekar sendiri dan dari Ayu sang kekasih yang tau cerita hidup Sekar.
Rangga juga menceritakan bagaimana Sekar dengan tegarnya menemani sang suami sampai ke liang lahat tanpa ada yang tau dan mempedulikan bahwa dia adalah istri Alando.
Dia juga menceritakan bahwa selama ini Sekar menghilang hanya karena tidak mau menyusahkan Danish, sampai akhirnya takdir mempertemukan mereka disaat Sekar mau melahirkan, Danish lah yang berperan menjadi suami dan ayah bagi mereka.
Tak lupa pula Rangga menceritakan bagaimana perjuangan seorang Danish demi mendapatkan cinta Sekar, Rangga juga mengatakan bahwa Sekar adalah wanita yang baik, dia meyakinkan keluarga Danish bahwa Sekar dipastikan tak akan menggangu Danish lagi ketika dia tau bahwa keluarganya tak merestui cinta mereka.
"saya pastikan om, tante... Sekar tak akan lagi menganggu Danish"
Rangga mengatakan semuanya dengan hati teriris, dia saja sakit apalagi sang sahabat, begitulah pikir Rangga.Rangga dan Danish serta Alvi bagai satu tubuh yang sama, jika salah satu sakit maka tubuh yang lain akan ikut merespon sama rasa sakit tersebut.
"Sekar sebatang kara om, beberapa minggu sebelum kematian kak Alan,dia sudah kehilangan ayahnya, jadi aku rasa itulah penyebab dia tak ingin berhubungan dengan seseorang tanpa restu orang tuanya! dia tak ingin memisahkan seorang anak dari orangtuanya!"
lanjut Rangga.
Mama Ayunda sudah terisak di tempat duduknya, sedangkan tuan Rahardian hanya diam entah apa yang dipikirkan olehnya.
Di kamar yang berbeda, Al sedang menangis memanggil papanya, Al tidak mau diam sampai-sampai bu Sri dan Sekar kewalahan.
"Apa yang terjadi?"
tanya bu Sri setelah menidurkan Al di ranjang rumah sakit.Al di rawat di ruang yang berisi 3 orang secara kebetulan hari ini dia sendiri karena 1 di antaranya pulang hari ini,dan ranjang yang satunya memang kosong dari awal Al dirawat.
"Danish dirawat disini juga bu? tadi aku ke kamar rawatnya, dia mengalami kecelakaan"
ucap Sekar lirih.
"Astaghfirullah....trus bagaimana keadaannya sekarang?"
"dia sudah sadar bu...dan sekarang sudah lebih baik!"
__ADS_1
"Alhamdulillah...jadi mengapa kamu malah sedih?"
Seketika Sekar menangis, dia tak bisa lagi menahan airmata yang telah dia tahan dari tadi karena tak mau Al melihatnya menangis.
"Sekar"...panggil Bu Sri, dia tau ada apa-apa pada diri Sekar.
"tadi Sekar menerima lamaran Danish bu!"
"Alhamdulillah... akhirnya kamu menerima dia Sekar, sudah lama dia berjuang buat kamu, agar kamu mau menerima dia Kar! terus kenapa kamu nangis?"
tanya bu Sri yang masih memeluk erat Sekar,wanita tak sudah dianggap anaknya sendiri itu.
"Sekar..hiks...hiks... Sekar memutuskan untuk berpisah dari Danish bu..hiks ..hikss.... orangtuanya datang dan mereka ..hiks .... mereka..."
Sekar tak lagi bisa menyelesaikan kata-katanya, Bu Sri paham dengan apa yang dirasakan Sekar.
Bu Sri tahu bahwa Sekar tak akan lagi menerima Danish bila orang tuanya melarang.dalam hati Bu Sri merasa iba juga dengan Danish, kerasnya hati Sekar juga sebagai salah satu penyebab perpisahan mereka, belum juga berjuang Sekar sudah menyerah.
'Inikah akhir perjuangan kamu Danish!... maafkan ibu yang tak bisa membantu kamu!' batin bu sri.
Jujur saja Bu Sri lebih iba pada Danish daripada Sekar, sakit hati Sekar sekarang tak sebanding dengan apa yang dirasa Danish, Bu Sri yakin betul akan itu semua, melihat bagaimana Danish berjuang mendapatkan Sekar selama beberapa tahun ini dan setelah Sekar menerima nya tiba-tiba hanya karena belum mendapatkan restu orang tuanya, Sekar kembali melepaskan Danish.
Bu sri juga saksi atas perjuangan Danish selama ini, kalo lelaki lain mungkin sudah mundur teratur mendapatkan perlakuan Sekar yang terus saja menolaknya, walaupun Bu Sri tau apa alasannya Sekar menolak Danish, Sekar tau ini akan terjadi, tidak mungkin keluarga sebesar dan sekaya mereka mau menerima Sekar yang notabenenya hanya seorang janda beranak satu dengan perekonomian yang sangat jauh berbeda dengan mereka, apalagi umur Sekar memang 5 tahun lebih tua dari Danish Walaupun secara fisik terlihat jelas bahwa Danish lebih terlihat matang.itulah alasan Sekar menolak Danish tak dapat dipungkiri hatinya juga sakit dengan perpisahan ini,entah sejak kapan hatinya sudah ia serahkan sepenuhnya untuk Danish.
Sekar berdiri dan masuk ke kamar mandi, bu Sri hanya bisa menatapnya saja sambil menghapus airmata yang terus terjatuh mengingat Danish.kedekatan Danish, Rangga dan Alvi membuat bu Sri menganggap mereka seperti anaknya sendiri, Bu Sri sudah terbiasa dengan kehadiran mereka, mengingat salah satu dari mereka terluka membuat hati Bu Sri ikut merasa iba.
"Ibu harap perjuangan mu berakhir Danish, ibu harap kamu bahagia dengan yang lain! maafkan Sekar..ibu yakin dia juga tak ingin seperti ini!"
gumam Bu Sri lirih, kemudian memandang ke arah ranjang rumahsakit.Dilihatnya Al tertidur dengan lelap, Bu Sri melihat Al seperti seorang anak yang menjadi korban keretakan rumah tangga orang tuanya walaupun nyatanya Danish dan Sekar belum menikah, namun Al begitu tergantung dan sayang pada Danish,apa yang akan terjadi bila Danish tak lagi datang menemui Al, baru tiga Minggu Danish tak menemui Al, Al sudah sakit dan Danish mengalami kecelakaan, Bu Sri yakin Danish tidak dapat konsentrasi mengendarai motornya karena pikirannya terdapat pada Al dan Sekar.
" malang sekali nasib kamu Al!"
__ADS_1
ucap Bu Sri lirih.
bersambung