Cinta Sekar

Cinta Sekar
Kelahiran si mungil


__ADS_3

"Aduuuhh bagaimana ini....aduuhhh!"


Prada memang pengantin baru jadi dia belum tau cara menangani wanita yang mau melahirkan.,sekar berpengangan erat pada tangan Fitri dan mencoba menahan sakitnya.


"Sekar!!!"


teriak Danish ketika dia melihat sekar sedang kesakitan.Melihat siapa yang memanggil nya spontan Sekar melihat ke arah pintu masuk,dia masih ingat betul itu adalah Danish adik almarhum suaminya.


"Danish...tolong aku!! sakittt!"


ucap Sekar sambil memandang wajah Danish yang memang sangat mirip dengan Alando.


Danish setengah berlari mendatangi Sekar dan kemudian membopong tubuh kurus Sekar dengan perut buncit itu.


"Bertahan sebentar ya!"


pinta Danish.


Sekar hanya diam sambil mengalungkan tangannya di leher Danish, Sekar sangat bersyukur walaupun tak berharap bertemu dengan Danish lagi,namun Danish datang disaat yang tepat.


"Prada!!! bisa nyetir!"


teriak Danish pada Prada.


"iya mas!" Prada juga ikut panik melihat Sekar yang sudah mau melahirkan dan terlihat kesakitan.


Danish membawa Sekar duduk dibangku belakang kemudi, keringat sudah bercucuran dari kening Sekar.


Danish masih setia memegang tangan Sekar, namun tangan sekar sudah meremas bahkan menarik-narik kemeja Danish sambil menHan sakitnya.


Sekar yang tak sadar melakukan itu hanya berkonsentrasi menahan sakitnya.entah mengapa Danish tiba-tiba menciumi kening Sekar hanya untuk menenangkan Sekar yang terlihat kesakitan, Prada hanya terlihat heran ketika tidak sengaja melihat Danish mencium kening sekar dari balik kaca spionnya.


"Cepat sedikit Prada!!!" sentak Danish,membuat Prada menambah kecepatan laju mobilnya.


setelah sampai rumah sakit terdekat, Danish langsung membopong Sekar dan berteriak meminta pertolongan.


dan disini lah sekarang Sekar,ruang bersalin.seorang dokter berlari masuk karena mendapat i laporan ada seorang wanita yang mau melahirkan.


"Mana suaminya? minta tolong untuk ikut menemani!"


ucap sang dokter pada suster disampingnya.


suster itu berlalu menuju ruang tunggu dimana disana sudah ada Danish.


"Maaf pak?"


"Ya sus!!! apa bayinya sudah lahir?"


"Belum pak,dokter meminta anda menemani istri anda pak!"


"eh...e.. iya ya sus!"


Danish canggung sendiri ketika suster mengatakan bahwa dia harus menemani istrinya melahirkan.

__ADS_1


Namun tanpa banyak bicara lagi Danish masuk dan melihat Sekar tengah kesakitan.seketika Danish teringat kakaknya Alando, bagaimana bisa Alando pergi meninggalkan istrinya yang tengah hamil,namun Tuhan lebih tau apa yang terjadi pad semua umatnya.


Sekar melihat ke arah Danish,dengan wajah bercucuran keringat.


Danish sedikit berlari ke arah Sekar dan kemudian memegang tangan Sekar.


"terimakasih Danish..."


ucap Sekar disela-sela sakitnya.


"Iya.... bertahanlah"


ucap Danish sambil memegang tangan Sekar dan sesekali menciuminya,dia bener-bener terlihat sebagai sosok suami yang siaga!


setelah melewati beberapa menit yang menegangkan kini bayi mungil itu lahir, Danish di perbolehkan mengendong dan mengAzhani bayi itu.bayi lelaki dengan berat 2.9 kg itu nyaman di gendongan Danish.


Sekar sudah berada di ruang rawat bersama dengan Danish dan bayinya.


"Mau lihat?"


tanya Danish pada Sekar.sekar mengangguk dan Danish meletakkan bayi mungil itu di tangan Sekar.


seketika Sekar menangis melihat bayinya,dia teringat akan Alando almarhum suaminya.


"Bang.....dia sudah lahir dengan selamat hiks ..hiks..."


ucap sekar lirih dan dapat didengar oleh Danish.


"masuk!"


"Hai bro...."


sapa Rangga dan Alvi.


"Jaga sikap!!"


kata Danish dan mereka hanya nyengir kuda.


sekar binggung melihat mereka datang,karena Sekar tak tau siapa mereka.


"ini Dan pesenan kamu!"


"Taruh saja" ucap Danish sambil meletakkan bayi mungil itu ke dalam box bayi.


"Liat Dan!! waahh lucu banget!! jadi pengen bikinnya!"


celutuk Alvi dan sukses mendapat jitakan dari Danish dan Rangga bergantian.


Danish menghampiri Sekar dan duduk disamping ranjang Sekar.


"Dibawain anak-anak baju buat kamu tuh,ntar bisa kamu pake!"


"makasih Danish"

__ADS_1


"Aku harus menghubungi bu Sri dan Ayu,takut mereka khawatir" lanjut Sekar.


"iya ntar aku tanya Prada dimana hp kamu! kayaknya tertinggal di gudang butik!"


"Kamu tuh sudah hamil tua! kok ga ambil cuti sih!! coba kalo tadi gak ada yang nolong i!! gimana jadinya?!"


Karena khawatir, tanpa sadar Danish marah-marah gak jelas pada Sekar,sekar yang merasa memang salah karena tak meminta cuti lebih awal hanya diam saja, sedangkan Rangga dan Alvi saling memandang dengan senyum misterius mereka.


"Besok kamu pulang sama aku!!"


"gak usah Danish aku pulang ke kost aku aja,lagian ada Bu Sri yang siap membantu"


"Aku gak terima penolakan!"


"Gak bisa gitu juga!aku udah bilang jangan cari aku"


"Aku gak tau kamu kerja disana,dan itu artinya kita masih berjodoh!"


"pokoknya aku gak mau pulang sama kamu!! sekar bersikukuh.


"kalo gitu aku yang pulang sama kamu"


ucap Danish dengan santai nya.


"Danish!!!" sentak Sekar.


"Apa??" tanya Danish dengan mode polosnya.


Rangga dan Alvi hanya cekikikan sendiri melihat mereka berdebat seperti sepasang suami istri.


Setelah berpamitan kedua sahabatnya pulang,dan tinggal Danish yang tinggal disana.


"Mama harus tau anak ini!" kata Danish


"Tidak!! kalian tidak berhak atas anak aku!"


kilatan kekesalan Sekar terlihat ketika Danish dengan entangnya ingin memberitahu sang mama, Sekar sangat takut bila mereka memisahkan Sekar dengan anaknya.


"Kalo begitu menurut lah Sekar! Besok kamu ikut aku pulang,oo ya.. Bu Sri juga biar bisa ikut ngerawat kamu".


"Dasar pemaksa!!"


kata Sekar dengan ketusnya tapi karena dia takut Danish memberitahu keluarga ny maka Sekar ikut i saja mau Danish.


"Ini demi kebaikan kamu dan Alando"


ucap Danish sambil mengangkat bayi itu dari box bayi, entah mengapa dia sangat senang dengan kelahiran anak kakaknya itu.


"Alando??" tanya Sekar binggung.


"hemm aku mau anak ini di beri nama Alando,karena dalam dirinya mengalir darah kakakku!"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2