
Hening....
bu Ayunda tahu bagaimana perasaan Sekar, namun dia juga tak bisa membantu Sekar dan Danish, dia adalah tipe wanita yang taat pada suaminya, apa yang dikatakan suaminya adalah sesuatu yang harus dipatuhinya.
"Baiklah Sekar, kamu boleh keluar! jangan lupa besok Desain kamu bawa ke kantor pusat"
"Baiklah bu saya permisi!"
Sekar merasa lega karena bu Ayunda tak lagi membahas tentang Danish setelah jawaban yang di berikan pada bu Ayunda. Kembali Sekar menuju gudang, disana sudah ada teman-temannya yang penasaran dengan pertemuan Sekar dan bu Ayunda, namun diantara mereka pun tak tau bahwa Sekar dan bu Ayunda sudah saling mengenal sebelumnya, hanya Prada yang tau karena saat mengantar Sekar melahirkan Prada beberapa kali melihat Danish menciumi kening Sekar sekedar untuk menenangkan wanita itu, jadi mustahil rasanya kalo mereka tak ada hubungannya.
Saat itu Sekar bercerita kalo Danish adalah teman suaminya, dan Sekar juga tak pernah bercerita bahwa dia adalah istri almarhum Alando putra pertama bu Ayunda..
Setelah sidak dadakan tersebut, Bu Ayunda dan chika anaknya segera pergi dari butik, di dalam mobil chika senyum-senyum sendiri.membuat sang mama heran.
"Ada apa Chik?"
"hehehehehe gak papa ma! hanya baca komentar lucu di sosmed!"
alasan Chika ,padahal dia beberapa kali memotret Sekar dengan beberapa gaya, mulai dari gaya siap siaga sampai tersenyum ceria bersama teman-temannya, sekitar 8 foto dia kirimkan pada sang kakak, yang ada dirumah karena pemulihan kakinya yang sudah berangsur membaik.
sent.....
pesan terkirim dengan tulisan manis dibawa foto yang diam2 di foto dari dekat oleh Chika, nampak sekali Sekar terlihat menatap kamera, namun sebenarnya dia tak sengaja melihat chika dan tersenyum, Sekar bahkan tak menyadari kalo kamera Chika sedang menyala.
( berapa kilo ya gulanya....manis banget karyawan mama di butik! mau chika kenalin gak kak??)
Beberapa saat terlihat Danish membaca pesan dari Chika.
(Jangan biarkan dia tersenyum manis buat orang lain, aku cemburu!!)
balasan pesen Chika, sontak membuat Chika tertawa keras.
"Chika!!! kamu apaan sih!!"
tegur sang mama.
"Maaf ma...maaf!"
(Aku dah isolasi kakak manis ini di gudang belakang! aman gak jadi pajangan di depan butik kok!)
(😁😁👍👍)
balasan Danish berupa emoticon saja.
"Chik...kamu dah siapain acara ulangtahun kakak kamu minggu depan?"
__ADS_1
"Ya ma...aku di bantu sama kak Alvi buat ngerancang pestanya nanti!"
"Udah susun undangan nya?"
"udah ma....bahkan papa mengundang beberapa kolega bisnisnya!"
"oya?...kok papa gak bilang!?"
"ini papa baru kirim pesen kok ma,paling juga belum sempat bicara sama mama!"
"mungkin juga!"
"Ada kejutan juga buat Danish!"
lanjut sang mama.
"Maksud mama?"
"udah kamu ikuti aja mau papa!"
"Jangan jodohkan kak Danish lagi ma, kayak kak Alan!"
ucap Chika lirih, sang mama hanya diam saja.
melihat sang mama diam, sepertinya dugaan chika benar!.kali ini Chika gak ingin kehilangan Danish seperti kehilangan kakak pertama nya Alando.
Di hari ulangtahun Danish.
"waaahhh acaranya meriah sekali!! sayang Sekar gak bisa ikut!!"
celetuk fitri, memang semua karyawan di butik pusat dan cabang diundang di sini,acara ulangtahun Danish sekaligus menyerahan jabatan Ceo yang selama ini di pegang sang papa, semasa Danish kuliah sang papa belum bisa menyerahkan jabatannya karena dirasa Danish belum cukup mampu, namun setelah 2 tahun ini bekerja di perusahaan, akhirnya kemampuan Danish tak bisa diremehkan.
"iya dia bilang gak bisa ninggalin Al sendiri! huuh... padahal kan ada Bu Sri yang bantuin!!"
jawab Dewi.
semuanya berbaur menjadi satu, Rangga yang tak membawa serta Ayu karena dirasa Ayu akan terabaikan karena Rangga harus menemani Danish menyapa kolega bisnisnya juga.
"Tuan Rahardian.... selamat ya atas prestasi anaknya, wahh saya rasa dia Ceo termuda dikalangan kita!"
ucap tuan Darto salah satu rekan kerjanya yang juga diundang ke acara tersebut.
"Terimakasih kasih, Danish sini....ini ada pak Darto"
"Terimakasih kehadiran nya pak Darto"
__ADS_1
ucap Danish sambil menyalami tangan pak Darto.
"kenalkan ini anak saya Aurel, maklum saya ini duda tak bisa dibawa ke sini kecuali anak hahahhaha!"
"terimakasih sudah bersedia datang nona Aurel!"
ucap Danish dengan sopan menghormati rekan bisnis papanya tersebut.
Setelah berbasa-basi dengan banyak orang akhirnya acarapun di mulai, mulai dari pemotongan kue ulangtahun sampai penyerahan jabatan kepada sang anak.
Danish hanya tersenyum tipis, duduk sambil memandang hiruk pikuk undangan yang hadir dan diantaranya kolega-kolega papanya yang sudah mulai berpamitan.
"Loe kenapa sih?? surem amat!!'
kata Rangga yang duduk disampingnya.
"Gue kangen Al!!"
"Sama emaknya gak kangen??"
kali ini Alvi yang membuka suara sambil menyodorkan makanan dan sepiring camilan didepan Danish dan Rangga.
"Diem loe!!"
ucap Rangga, perkataan Alvi membuat mood Danish jadi anjlok.Hingga sesaat kemudian terdengar suara tuan Rahardian.
"Perhatian semuanya...."
"Terimakasih aku ucapkan pada semua undangan, karyawan maupun teman-teman anak saya Danish! saya bersyukur karena mempunyai anak sehebat Danish, anak lelaki yang pernah saya abaikan dimasa mudanya dulu, anak yang pernah saya sakit i di masa remajanya, bukannya terpuruk atas sikap saya, tapi dia menjadi anak yang lebih mandiri dan kuat menghadapi kehidupan ini"
tuan Rahardian memberi jeda pada ucapannya, Danish benar-benar tak menyangka papanya akan mengatakan semuanya didepan banyak orang, secara tidak langsung meminta maaf pada Danish atas sikapnya terdahulu. Danish dan kawan-kawannya seketika berdiri dari kursinya dan sama-sama memandang lekat ke arah pria tua tersebut.
"Saya sangat bangga padanya!! saya sebagai ayah juga meminta maaf atas segala kesalahan papa di masa lalu Dan!!"
Danish tersenyum, tak dilihatnya lagi sosok Rahardian yang angguh dan arogan seperti biasanya, yang terlihat adalah sosok pria tua yang lembut dan penyayang.
"Selama 23 tahun ini saya merasa belum memberikan sesuatu yang berharga untuknya, kali ini saya akan memberikan hadiah ulangtahun yang saya harap cukup berkesan untuk nya!"
"Danish ini adalah hadiah yang papa berikan untuk kamu!...papa harap kamu suka!"
semua memandang pintu kamar tamu yang di tunjuk oleh Tuan Rahardian, kamar tamu yang ada di ruang tamu yang disulap menjadi aula perayaan ulang tahun Danish.
ceklek....
Pintu dibuka oleh seorang pelayan dan hadiah pun dibawa oleh pelayan tersebut keluar dari kamar tersebut
__ADS_1
"Papa!!!!"
bersambung