
Pagi menjelang setelah melewati malam pengantin mereka, pagi ini Sekar membantu bibi memasak di dapur, dia menyiapkan sarapan untuk seluruh anggota keluarga.
"Lho Sekar udah bangun kamu?" tanya mama Ayunda.
"Iya ma..."
"Malah udah ngambil jatah bibi nya!" ujar si bibik.
"lho jatah apa bik?"
"Jatah masak nya...ini semua non Sekar yang masak!"
"Waahh beneran Sekar?"
"udah kebiasaan ma...gak bisa dihilangkan pagi harus masak buat aku sama Al!"
"ma....papa minum kopi tidak kalo pagi? mau sekalian Sekar buatin nih!"
"Papa minum susu untuk tulang tuh, disana...dia sudah gak ngopi lagi!"
"ya udah kalo gitu sekar bikinin!"
"Kalo Danish?" mama Ayunda seakan mencari tau.
"Danish suka kopi susu ma kalo pagi...."
"Kamu tau banyak ya tentang Danish"
"Aku kenal Danish lama ma...dia juga bandel banget!! kalo udah di rumah aku gak mau pulang!!"
"hehehehehehe anak itu memang kadang manja! tapi kalo sifat dewasanya keluar malah bikin takut orang!"
Hahahahahhahah.....suara tawa mereka berdua mengawali pagi di rumah keluarga besar Rahardian, Sekar memperhatikan orang-orang yang ada dimeja makan dengan seksama, ada papa, mama Chika dan Danish serta Al, semuanya berkumpul. Tanpa disadari Sekar airmatanya jatuh, dia mengenang almarhum Alando. Sekar membayangkan ada Alando yang tengah tertawa di antara mereka, disinilah sang mantan suami dibesarkan,di berikan kasih sayang dan pada akhirnya berakhir dengan kesalahan, kesalahan yang malah membuat Sekar bahagia bisa bertemu dengan Alando, menikah dengannya dan Tuhan menitipkan Al kecil sebagai wujud cinta mereka berdua.
Sekar yang masih setia dengan lamunannya tak menyadari bahwa Danish sudah ada di belakangnya,memeluk pinggang nya dari samping.
__ADS_1
"Kopi tumpah Kar! kalo di aduk terus!"
"eh ...." ucap Sekar sambil menghapus airmatanya.
"Kenapa?"
"Aku ingat bang Alan,.... disinilah dia dibesarkan kan?""
"ehhmmmm, kak Alan orang yang sangat baik, dia orang yang ramah dan murah senyum! gak kayak aku!"
"Siapa bilang gak kayak kamu? kamu juga ramah!! saking ramahnya semua cewek suka sama kamu!!"
"ciee..... cemburu!!"
"Gak!!! siapa bilang!!"
"Aku gak pernah punya cewek Sekar!! kalo cinta monyet sih ada, cuma itu dulu waktu kelas 2 SMA...dah lama banget!!"
"Gak nanya!!". ucap Sekar sambil berlalu membawa kopi dan susu untuk papa mertuanya.
"Sekar, Danish kalian jadi pindah ke sini kan?"
"Danish pikir dulu deh ma! soalnya dari butik jauh, Danish takut Sekar kecapekan!"
"Iya juga sih.... kalo gitu Al biar tinggal sama mama ya?"
"Gak bisa gitu dong ma.... Al anak Danish!! ya ikut Danish lah!"
Danish memang sangat menyayangi Al, rasanya sehari saja tanpa Al dia tidak bisa, makanya beberapa tidak bertemu Al dan Sekar membuat Danish susah konsentrasi dalam berkendara dan menyebabkan doa kecelakaan tempo hari.
"Makanya tinggal di sini saja, toh kamu bisa sekalian antar Sekar ke butik,kan sejalan sama ke kantor kamu!" rayu mama Ayunda.
"turuti saja Dan! lagian kalo kamu lembur atau keluar kota kasihan Sekar dan Al sendirian dirumah" sang papa ikut buka suara.
"Kak di sini aja ya...biar Chika ada tempat curhat!!"
__ADS_1
pinta Chika pada Sekar.
"Iya kita tinggal disini aja ya bang!"
"iya deh" ucap Dani senang karena Sekar memanggil abang padanya.
"Al seneng tinggal sama Oma?"
"Ceneng dong ... Al mau di cini ama papa Danish ya!"
"iya dong...sama papa Danish juga!!"
"Oya Sekar mama mau kamu belajar dari Prada, soalnya mama pengen kamu yang ngurusi butik cabang itu, karena mama yakin kamu belum mau ngurusin yang pusat!"
"Heheheheh iya ma... Sekar masih harus banyak belajar banget! lagian Sekar belum siap kalo harus ada di pusat"
"Ya belajar lambat laut juga bisa nanti, mama sudah pengen pensiun dan merawat cucu kita ya pa?"
"Bener ma! lagian bentar lagi Chika juga menikah!" lanjut sang papa, sedangkan Chika hanya tersipu malu.
"Lho iya....di mana Fery pa? kok belum datang?"
"Dia bukan asisten mama lagi ma, dia itu Ceo dari perusahaan papa yang bergerak di bidang properti sekarang!"
"bukannya udah tidak papa urusin perusahaan itu?"
"Dipegang Fery ma sekarang semakin naik saja! gak salah papa milih menantu! kamu juga Sekar!"
" makasih pa!"
Obrolan di pagi hari yang jarang terjadi lagi setelah kepergian Alando dahulu, nyatanya Sekar sekarang membawa warna baru dalam rumah mewah tersebut.
Kebahagiaan dan canda tawa kembali terlihat di sana.
Namun begitu hari - hari setelah berumah tangga baru akan dimulai di babak baru pernikahan mereka.
__ADS_1
bersambung