
"Sekar?" tanya Hendra menyakinkan wanita di hadapannya ini.
"Hendra?"
saut Sekar tak percaya bila dia bertemu dengan Hendra, mereka berdua sama-sama kaget, dan jangan tanyakan bagaimana Danish, dia mengerutkan keningnya seolah bertanya bagaimana bisa Sekar mengenal.
"Kamu apa kabar Kar?" tanya Hendra antusias, dia lupa masih ada Danish dan sang istri disamping nya.
"Baik hen, kamu sendiri?"
"Seperti yang kamu liat aku juga baik!"
"Oya di mana Rama? sudah lama aku gak ketemu dia!"
lanjutnya.
namun menyadari sesuatu,Hendra meminta maaf pada sang istri dan Danish.
"Maaf saya jadi terbawa suasana, ketemu teman lama!"
"tidak apa-apa tuan Hendra!"
"Santai saja tuan Danish, panggil saja aku Hendra!"
"Danish! panggil saja Danish"
"Baiklah Danish, dia sekertaris kamu?" tanyanya sambil menunjuk Sekar.
__ADS_1
"Dia teman sekampung saya dulu, maksud ku nenek dan kakek ku tinggal di kampung yang sama dengan Sekar dan kami teman dari kecil!" Hendra menjelaskan semuanya.
"Oh jadi dia teman sekampung kamu sayang?" tanya sang istri.
"Iya, cuma aku datang ke kampung kalo lagi liburan saja!"
"Oya Sekar, gimana kabar Rama? sudah lama aku gak ketemu kamu dan suami kamu itu!" tanya Hendra.
"Apa maksud kamu sayang? Sekar istri Danish!" kata sang istri yang mana membuat Hendra kaget dan merasa tak enak hati sama Danish.
"Maaf...maaf...kami sudah lama tidak bertemu jadi...!"
"Tidak apa-apa Hendra! aku maklum"
"Kak Alan sudah meninggal hampir 4 tahun yang lalu karena kecelakaan" terang Danish.
"Hen, kamu tau kan kalo bang Rama hilang ingatan!"
"iya sih apa hubungannya dengan maaf Alan?"
"Nama asli bang Rama adalah Alando, dia kakak kandung suami aku sekarang!" Sekar menjelaskan dan mulai menceritakan bagaimana kisah mereka berdua.
"Maafkan aku Danish! aku tak tau cerita nya seperti itu, Rama orang yang sangat baik walaupun kami kenal tak lama tapi dia pribadi yang baik!"
"Ya kami tau, dia selalu jadi panutan aku juga!"
Sekar menyeka air matanya, jika menyebut nama Alando almarhum suaminya dulu, entah mengapa hatinya sangat lemah, dan Danish selalu mengerti dengan keadaan sang istri. setelah beberapa saat membahas tentang pekerjaan, akhirnya Danish undur diri bersama sang istri.
__ADS_1
Kesepakatan kerja sama mereka akhirnya terjalin dan Danish akan memerintahkan utusannya untuk segera mengirim berkas-berkas lainnya ke perusahaan Hendra di kota nya.
Sampai di rumah, Alan anaknya sudah tertidur, Danish seperti biasa akan menciumi anaknya itu sampai terbangun jika dia belum bertemu Alan seharian.
"Udah dong bang! jangan di cium mulu' ntar dia bangun!!"
"biarin!! aku mau dia bangun!!"
Akhirnya bangun juga si Alan, dan langsung memeluk papanya.
"Alan mau bobok sama papa!" celoteh anak berusia 3 tahun itu tanpa cadel, sepertinya kecerdasan yang papa kandungnya yaitu Alando menular pada alan kecil.
"Siap pangeran!! sini biar papa peluk sampai tidur!"
ucap Danish sambil memeluk anaknya.
Danish selalu bermanja pada Alan, seolah Alan adalah tempat dia berteduh bila sedang suntuk atau terlalu banyak pekerjaan, namun kali ini dia bermanja pada anaknya karena kangen dengan sang kakak, karena membahas sang kakak di restoran tadi membuat Danish kangen dengan sosok kakaknya.
dengan memeluk Alan kecil segala rasa kangennya akan hilang. Beberapa saat kemudian Alan kembali terlelap dalam dekapannya Danish.
setelah memastikan Alan terlelap Danish kembali ke dalam kamarnya.
"Yang....apa yang terjadi??!" Danish begitu kaget dengan keadaan Sekar, dia berlari mendekati sang istri.
"Bang....aku...." Sekar tak sadarkan diri.
bersambung.....
__ADS_1