
Pernikahan mereka sudah berjalan hampir 8 bulan, tak banyak yang berubah selain semakin cemburuan nya si Danish,dia bahkan sampai sempat melarang Sekar untuk bertemu dengan klien cowok butik yang mama yang datang bahkan bersama pacar mereka atau mama mereka.
Ya sekarang Sekar sudah bisa menguasai butik dengan baik, bersama asistennya yaitu Prada dia biasa meeting dan membahas kerja sama dengan kliennya.
"Capek mbak?" tanya Prada.
"Iya mbak Prada! gak nyangka ya pesenan kita banyak banget!!"
"iya mbak ini keluarga Sultan yang nikah hehehheehe, baju seragam keluarga nya saja sampai semahal ini!!"
"he'eh!! dan pasti keluarga besar! banyak dan dalam waktu singkat harus selesai!!! aduuhhhh semangaaaat mbak Prada!!?"
"semangaaaat juga mbak Sekar!"
mereka tertawa bersama, Prada orang yang enak dibuat teman curhat dan pekerjaan nya sangat bagus karena itu sekar tidak mau dipindahkan oleh mama Ayunda untuk memimpin butik pusat yang sekarang di pegang Anya sebagai penanggung jawabnya.
Drt....drt....drt....
ponsel Sekar berbunyi, di sana tertulis nama sang suami yang dengan alaynya Danish menamainya 'suami ganteng cayank'. melihat siapa yang menelpon sekar mengarah kan layar ponselnya pada Prada sambil berkata
"Absen dulu mbak Prada!"
mereka terkekeh bersama.
"Bentar mbak!"
"Ya aku keluar dulu ya!" Prada keluar dari ruangan Sekar.
"Haloo sayank!"
"Lama banget!!kangen tau!!" ucap Danish terdengar ketus.
"Iya... maaf aku lagi banyak pesenan yank!"
"Setidaknya kamu harus kasih kabar yank! ini udah jam 3 sore! udah makan belum?"
"Udah tadi jam 2 ,aku lagi bener-bener sibuk yank!"
"iya aku tau, ntar aku jemput aja ya...aku mau ngajak kamu ketemu teman lama!"
"Okey...ya udah aku tutup dulu ya...!"
"Bentar doongg!! kiss nya mana?" rengek Danish
__ADS_1
"Iihh apaan sih!! udah deh jangan manja!! kebiasaan deh kumat manjanya!!"
"Gak mau tau!!"
"iya...iya...emuach....udah ya!"
"makasih sayank!"
tut.....
"Beneran deh! dasar brondong!!" gumam Sekar yang beberapa hari ini di buat kesal oleh ulah Danish.
Sekar akhirnya melanjutkan lagi pekerjaan setelah memanggil Prada, kemudian menyerahkan semuanya pada karyawan yang lain untuk di kirim ke tempat pemesan.
menjelang malam Danish datang dengan mobilnya, tidak ada Rangga di sana yang setia menjadi asisten sekaligus sopir untuk Danish, Rangga baru saja menikah beberapa Minggu yang lalu membuat dia lebih sering pulang sendiri daripada mengantar Danish, semua itu adalah permintaan Danish sendiri.
"Sudah siap yank!" tanya Danish di depan pintu butik.
"Sudah...yuk pulang!"
Setelah Sekar berpamitan pada seluruh karyawan nya , Danish mengajak Sekar bertemu dengan temannya karena urusan bisnis, rencananya Danish akan membuka cabang baru di kota tempat temannya itu tinggal.
"Kok ngajak aku yank? nanti gak ganggu bisnis kamu?"
"Ya deh....aku juga nemeni suamiku ini!"
Danish tersenyum dan memegang tangan kanan Sekar dengan satu tangan memegang kemudi.
"Fokus yank!"
"Gak papa! aku pengen pegang tangan kamu terus!!"
"Emang mau nyebrang!! pake di pegangi!!"
"Aduuhh galak banget sih istri aku ini!" ucap Danish gemes sambil mencubit pipi kiri Sekar.
"Yank!! udah dong!!"
"Iya...iya udah nih!!"
Setelah beberapa saat mereka sampai di hotel tempat pertemuan antara dia dan kliennya, tepatnya di restoran yang berada di tempat kliennya menginap.
Setelah memarkirkan mobilnya, dia berjalan menggandeng tangan sang istri menuju restoran teman janjian mereka, nampak dari jauh seorang wanita melambaikan tangan dan tersenyum pada Danish.
__ADS_1
setelah Danish mendekat,mereka saling menyapa.
"Apa kabar Dan! lama gak ketemu kamu!"
"Baik Kinan, oya kenalin ini istriku, Sekar! Sekar ini Kinan!"
"Sekar.."
"Kinan"
mereka saling bersalaman dan akhirnya Kinan mempersilakan mereka duduk.
"Di mana suami kamu?"
"Masih di atas, ada berkas yang tertinggal tadi!"
"anak kamu berapa Dan?"
"Masih satu otw nambah sih! kamu sendiri?"
"Aku udah dua! kamu tau kan aku nikah muda!"
"Iya juga sih"
"Oya yank... Kinan ini dulu tinggal di depan rumah papa, dan papa,mamanya temen papa dan mama aku juga, tapi setelah lulus SMP dia dan keluarganya pindah karena kerjaan papanya, gitu ya nan?" lanjut Danish.
"Iya....anak nakal ini dulu temen kecil aku Kar! sekarang masih nakal gak dia Kar?" goda Kinan.
"Masih nakal banget!!"
mereka terkekeh bersama, beberapa saat kemudian orang yang di nantinya datang dengan berkas-berkas ditangannya.
"Maaf-maaf saya telat tuan Danish!"
"Jangan terlalu formal! panggil Danish saja!"
"Baiklah Danish saya Hendra!"
"ya...dan ini....." belum juga memperkenalkan istrinya Hendra menatap ke arah Sekar.
"Sekar?" tanya Hendra menyakinkan wanita di hadapannya ini.
"Hendra?" saut Sekar tak percaya bila dia bertemu dengan Hendra, mereka berdua sama-sama kaget, dan jangan tanyakan bagaimana Danish, dia mengerutkan keningnya seolah bertanya bagaimana bisa Sekar mengenal.
__ADS_1
bersambung