
"Bagaimana saksi??? sah??"
tanya penghulunya.
"sah"
"sah"
"sah"
setelah itu penghulu melantunkan doa pernikahan, Danish segera menyematkan cincin di jari manis Sekar, begitupun Sekar setelahnya mendapatkan kecupan di keningnya dari Danish.
acara di akhir i dengan pamitnya penghulu dan petugas kua yang sengaja di datangkan oleh fery dan Rangga, orang-orang yang berkuasa setelan sang Ceo yaitu Danish dan tuan besar Rahardian.
"Akhirnya sah juga Dan?! selamat ya..!!"
ucap Alvi disusul oleh Rangga dua sahabatnya.
"Sekaaaaarr selamat ya sayang!!"
ucap Ayu yang juga ikut diundang.
"Makasih kamu kapan yu?"
"Kapan aja sih, nunggu yang ngelamar!!"
kata Ayu menyindir Rangga.
Rangga hanya meraih pinggang Ayu dan merapatkan pada dirinya,sambil mencium pelipis kekasihnya tersebut.
"Alvi aja udah tunangan yu!"
lanjut Sekar seakan membantu Ayu untuk segera di lamar oleh Rangga.
"Kapan kamu menikah Vi?"
tanya Danish.
"Nunggu Alena wisuda! kira-kira 3 bulan lagi!"
"waaahhh selamat ya Alena!!"
Ayu beralih pada gadis manis dan pendiam di samping Alvi.
Alvi memacari anak dari dosennya, dosen yang sangat terkagum-kagum pada kecerdasan Alvi, sang dosen menawarkan perjodohan dengan anaknya bungsunya Alena, gayungpun bersambut Alena yang sedikit pendiam memang susah berbaur dengan teman apalagi lawan jenis, hingga permintaan sang papa disetujui olehnya begitu.
Status Alvi yang hanya seorang yatim piatu tak menjadi masalah bagi Alena dan keluarga nya, karena Alvi adalah sosok yang baik.
"Jangan lupa Dan!! olahraga!"
ucap Rangga ketika mereka tinggal bertiga karena para wanita bergabung dengan mama Ayunda di meja makan, menyiapkan makan siang.
"Buat apa??"
"Buat persiapan malam pertama lah!! hahahhaha"
__ADS_1
"Sialan loe!! loe kira gue lemah!!"
"Lhaaa emang dari kita bertiga cuma loe yang gak pernah deket sama cewek! gue sih cuma takut aja lho shock hihihi!"
kali ink Alvi ikut bersuara.
"Teman laknat loe-loe pada!!"
Gelak tawa membahana diantara obrolan mereka, kali ini Danish habis di buli oleh 2 temannya tersebut.
"Ngga gue potong gaji loe 60% bulan ini!! asisten sialan!!!!"
"Hahahahhahaha sukurin loe Ngga!!!".
ucap Alvi.
"Setelah nikah jadi gembel,cocok buat kamu kayaknya vi?!!"
"Hah???! maksud loe?"
"Berani ngetawain gue lagi!! saham gue..gue cabut!!!.
"Haiiissshh..... Rangga serem amat!!! kan Alvi cuma bercanda!!"
ucap Alvi dengan gaya sok imutnya.
"Jijik gue!!!"
"hahahahhahaha"
"Udah ayo kita makan dulu!! noh udah di siapin mama!"
selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga, Bu Sri dan Ayu sudah pamit duluan karena Ayu harus kerja dan Rangga pergi mengantar mereka, sedangkan Alvi juga ikut pamit karena harus mengantar Alena.
Tinggallah Sekar Danish, Chika dan kedua orangtuanya mereka.
"Danish kamu tinggal disini kan?"
tanya sang mama.
"Sebenarnya Danish mau tinggal di rumah Danish sendiri ma, tapi kalo Sekar mau tinggal di sini... Danish gak masalah!"
"kamu gimana Kar?"
tanya mama dengan mata yang terlihat sangat memohon.
"Sekar rasa tinggal bersama akan lebih rame ma, Sekar mau!"
" yeeeeee..... aku ada temen curhat!!"
pekik Chika senang, semua orang juga senang dengan keputusan Sekar, Danish merasa bersyukur bisa menikah dengan wanita yang sangat baik dan berpikir dewasa seperti Sekar.
"ehmmmm Al nanti malam tidur sama opa ya?"
tanya tuan Rahardian pada cucunya.
__ADS_1
"Siap opa... Al mau!!"
"Tos dulu dong anak papa!!"
ucap Danish berbinar.
"Idihhh kok jadi kamu yang senang???"
goda mama.
"Biasa ma....kak Danish dah pikirin malam pertama tanpa gangguan!!"
celetuk Chika
"eh anak kecil!!! udah bisa ngomong gitu ya sekarang!!"
"Kak Danish!! Chika udah 19 tahun.... bentar lagi 20 tahun!! mana ada anak kecil seksi gini!!"
"heleh!!!.....awas aja ya kamu!! kamu pasti udah pacaran ya?? ngaku kamu!!"
tanya Danish yang pura-pura garang.
"Apaan sihh!!! Chika lagi patah hati tau!!!"
"emang kenapa anak bontotnya mama ini bisa patah hati?"
tanya sang mama yang kadang menjadi tempat curhat Chika walaupun gak sampai 100% cerita ke sang mama.
"Cowok yang Chika sukai ternyata udah punya gebetan!!! mana cantikan dia lagi!! bete!!"
Tuan Rahardian hanya geleng-geleng kepala menyaksikan semuanya, tiba-tiba dia teringat akan anak sulungnya.
samar-samar dia melihat Alando duduk di sofa disamping Sekar, tuan Rahardian memperhatikan dengan seksama, airmatanya sudah jatuh melihat anak sulungnya itu tersenyum. anak yang menjadi kebanggaan nya itu,anak yang pergi karena kesalahannya, Alan menatap sang papa..
"Alan bahagia pa!.... sangat bahagia!... terimakasih papa.. terimakasih!"
Airmatanya semakin tak terbendung, seorang lelaki angguh dan berkharisma itu menangis.
"Pa...papa....papa!"
panggilan sang istri menyadarkan dirinya dari lamunannya, dia kembali melihat sofa di samping Sekar, tidak ada Alando disana, Alando hanya jadi di dalam lamunannya saja, namun begitu sudah cukup mengobati rasa rindunya pada anak sulungnya itu.
"Papa kenapa? kenapa menangis?"
semua menatap sang papa, papa melihat Al yang sedang berada dipangkuan Chika, Dia menatap lama ke wajah Al yang memang sangat mirip Danish maupun Alando.
Danish yang paham akan apa yang ada dipikiran sang papa mendekat dan mengengam tangan keriput tersebut.
"Kak Alan pasti bahagia pa....dia bahagia sekarang!!"
Tuan Rahardian menyeka air matanya, memejamkan matanya sebentar dan kembali menatap Danish
"Kamu benar Dan!! kamu benar!"
Mama ikut terharu dengan apa yang dilihatnya, mama Ayunda tau betul bahwa suaminya masih merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Alando anak sulungnya itu.
__ADS_1
Setiap orang pernah berbuat salah! tapi selalu ada kesempatan untuk memperbaiki nya, dan tuan Rahardian selalu mencoba memperbaiki setiap kesalahan dalam hidupnya, walaupun kadang kala kesalahan orangtua timbul hanya karena terlalu sayang pada anak-anak nya.
bersambung