Cinta Sekar

Cinta Sekar
Kecemburuan Sekar


__ADS_3

Braakkk


suara gebrakan meja ruang meeting mengema, kemarahan Danish beralasan, semua laporan yang diterimanya tak sesuai dengan keinginannya.


Semua menunduk karena menyadari kesalahannya.


dengan lantang Danish memerintahkan mereka kembali mengerjakan laporannya, semua karyawan berhamburan keluar dari ruang meeting untuk menyelesaikan tugas baru mereka.


"Minum Dan!" kata Rangga sambil menyerahkan botol minuman air mineral.


dengan segera Danish meminum semua isi botol tersebut karena terlalu emosi.


"Bener-bener gak ada yang becus!! Ngga perintah kan Alvi untuk memeriksa semuanya, gue yakin ada yang berhianat di kantor gue!!"


Dengan kecerdasan otak Alvi, memang banyak membantu Danish dalam hal pembobolan data, masih dalam batas wajar Alvi berperan bak hacker profesional. Banyak sekali data-data terselubung yang ada dikantor nya yang tak sesuai dengan laporan yang di berikan pada Danish terkuak setelah Alvi berhasil meretasnya.


"Heh!!! ternyata papa benar-benar memelihara tikus di kantor nya...!!! brengsek!!" amok Danish mendapatkan laporan khusus dari Alvi.


"Ini belum lengkap Dan!! gue bakal nyari bukti yang lebih lengkap, termasuk rekaman cctv" kata Alvi dari sebrang sana.


"Okey! pelan-pelan aja Dan!! kita perlu pasang perangkap biar tikusnya masuk sasaran dengan tepat!"


"Terserah loe aja, urus dengan Rangga!"


"siap tuan muda!"


"ciihh dasar teman sialan yang berguna!! hahahahha"


"Loe yang brengsek Dan!!"


tut...


"Ngga tolong loe urus semuanya sama Alvi,ck... sepertinya kita akan menangkap ikan besar!"


"beres bos!!"


begitulah mereka bertiga kalo sudah bersatu, saling membantu satu sama lain. walaupun Alvi tidak bekerja di perusahaan Danish tapi dia siap membantu menyelesaikan apapun masalah Danish.


Akhirnya Danish kembali ke ruangannya di ikuti oleh Rangga yang selalu setiap menemani kawan serta bos nya itu.


"Maaf pak Danish ada yang ingin bertemu! beliau sedang menunggu di ruang tunggu!"


"Siapa? saya merasa tak ada janji dengan klien hari ini!" kata Danish dengan datarnya.

__ADS_1


Belum juga sang sekertaris memberitahu, seseorang datang dari dalam ruang tunggu.


"Danish!...." panggil wanita tersebut dan langsung berjalan cepat hendak memeluk Danish, dengan isyarat matanya Rangga tau apa yang harus dilakukan olehnya, dengan sigap Rangga menghadang wanita tersebut dengan badannya dan secara otomatis wanita tersebut memeluk Rangga dan bukan Danish.


"Ehhh....apaan sih Ngga!!" ucap wanita yang tak lain adalah Sisil teman kampus mereka sekaligus anak kolega bisnis dari sang papa. karena tak mau di lihat oleh sekertarisnya Danish dan Rangga mempersilahkan Sisil masuk ke ruangan Danish.sesampainya di dalam Sisil langsung duduk di sofa dan di ikuti oleh Rangga dan Danish.


"Apa tujuan anda Nona? Tuan Danish masih banyak pekerjaan!" tanya Rangga to the points.


"Maaf...aku hanya kangen aja sama kamu Dan! sejak lulus kuliah kita gak bertemu sama sekali!"


"Aku datang ke sini atas utusan papa dan membicarakan tentang kerja sama yang di ajukan papa pada perusahaan kamu!" lanjutnya.


"Nona meeting kita untuk mengajuan kerja sama besok di jadwalkan, jadi silahkan kembali lagi besok!" kata Rangga, sedangkan Danish hanya bersikap layaknya bos yang melihat asistennya mengurusi kepentingan dirinya dan perusahaan.


"Gak usah formal gitu juga kali Ngga, kita kan teman!"


"Teman?? ooh maaf Nona tapi kami tidak dalam mode teman sekarang ini! mari saya antar anda ke bawah nona!" ucap Rangga dibarengi dengan berdirinya mereka berdua, akhirnya mau tak mau Sisil ikut berdiri.


"Dan! kita kan sudah lama gak ketemu, gimana kalo kita makan siang bersama! gak salah kan? kalo mode teman di nyalakan di luar jam kantor!"


kata Sisil sengaja menyindir Rangga yang baru saja membuat dia kesal sambil melihat jam yang melingkar di tangannya sedang menunjukkan jam makan siang.


"Maaf sil aku sudah ada janji!" jawab Danish, begitulah Danish dia yang paling pendiam diantara 3 bersahabat namun dia juga yang paling ramah di antara ke tiganya bahkan keramahannya acap kali di artikan lain oleh cewek-cewek yang mendekati dirinya.


Rangga dan Danish yang belum menyadari ada seseorang disana hanya diam saja,karena sebenarnya Rangga sungguh muak dengan Sisil wanita yang dengan tak tau malunya selalu mengejar-ngejar Danish.


"Dan jangan cuekin aku terus dong! aku tuh cinta banget sama kamu!"


"Lepas sil!!" ucap Danish datar.


"ehem....ehem....."


suara deheman seseorang membuat yang ada di ruangan itu langsung menoleh ke arah pintu masuk yang di buka Rangga.


"Sa-sayang....ini gak seperti apa yang kamu pikirkan sayang!" ucap Danish sambil mendorong Sisil hingga dia hampir saja terjatuh.


"Memang apa yang aku pikirkan?" tanya Sekar setenang mungkin,dia mencoba menekan semua rasa cemburunya sambil melenggang masuk ruangan Danish dan langsung duduk di sofa.


"Mampus lho bos!!" kata Rangga tanpa suara hanya dengan isyarat mulutnya saat Danish memandang Rangga.


"Kamu siapa?". tanya Sisil penuh selidik.


"Apa anda klien tuan Danish?" bukannya menjawab Sekar malah memberikan pertanyaan pada Sisil.

__ADS_1


"Hemm, saya teman kampusnya dan kami akan mengadakan kerjasama secepatnya,benar kan Dan?"


ucap Sisil sambil bergelayut manja di lengan Danish, Danish berusaha melepaskan tangan Sisil sedangkan Sekar hanya memandang saja.


"Oohh....!"


"Aku bener-bener bisa jelasin yank!" ucap Danish sambil terus berusaha melepaskan tangan Sisil dari lengannya.


drt...drt....drt....ponsel Sekar berbunyi dan dilihatnya ada nama Ayu disana.


"Hallo yuk!...ooh jadi dong! aku akan menginap di rumah kamu sampai hari minggu!"


"Apa kamu akan bersama Al?"


"Ya aku hanya berdua dengan Al!"


"Apa Danish tidak ikut?"


"Tidak! aku tak akan membawa siapapun lagi kecuali Al!"


Sekar menjawab teleponnya sambil memandang Danish, Danish sangat tau apa maksud dari kata-kata Sekar.


"Sayang.....jangan marah dong! aku bisa jelasin kalo kamu gak percaya kamu bisa tanya Rangga!". terang Danish sambil jongkok di depan Sekar, meremas-remas tangan Sekar merengek seperti seorang anak kecil yang kehilangan mainan.


sontak itu membuat Sisil kaget, sedangkan Rangga hanya bisa geleng-geleng kepala saja.


"Dasar pria bucin akut!!" gumam Rangga yang melihat Danish merengek tanpa memperdulikan kewibawaan nya di depan Sisil seperti beberapa saat yang lalu.


"Mau di maafin?" tanya Sekar.


Danish mengangguk bagai kerbau di cocok hidungnya.


"Malam ini sampai hari minggu aku tidur hanya berdua sama Al ingat ya hanya berdua!!"


"gak bisa dong yank!!! aku gak bisa tidur tanpa kamu!!" rengek Danish sekali lagi.


Sisil yang mendengar perbincangan mereka jadi binggung dan dia ingin tau melalui Rangga drama apa yang terjadi dihadapannya itu.


"Dia istri Danish!" ucap Rangga seakan tau akan tatapan mata Sisil.


"Apa???" teriak Sisil kaget.


teriakan Sisil membuat dua orang tersebut jug ikutan kaget.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2