Cinta Sekar

Cinta Sekar
Menyingkirkan bibit pelakor


__ADS_3

Hari ini Danish bener-bener menempel pada Sekar, bahkan makan malam pun Danish sengaja menggeser kursinya agar lebih dekat dengan Sekar, sampai-sampai papa, mama dan adiknya dibuat jengah dengan tingkat Danish.


Namanya juga Danish dia diem aja dan gak mau peduli dengan sindiran dan ledekan keluarga nya.


"udah dong kak!! risih tau lihat nya!!" ucap Chika ketus lihat sang kakak.


"bilang aja loe iri! noh...sana samperin si Fery aja biar gak iri!"


"Dasar bucin akut!!"


"Biarin aja!!"


Begitulah Danish, kewibawaan dan sikap coolnya hanya berlaku di kantornya dan di depan kliennya, bila di rumah dia akan berubah jadi cowok yang ramah dan bahkan manja walaupun dia memang sedikit susah diatur.


"Kenapa Kar? kok tiba-tiba Danish kayak gitu??"


tanya sang mama sesudah makan malam dan berkumpul di ruang keluarga. bukan tanpa alasan mamanya tanya, Danish dari tadi sudah menempel pada Sekar terus, dan dengan tak tau malunya Danish memeluk Sekar yang duduk disampingnya mengalahkan anaknya sendiri si Al manjanya.


"Heeehh!!" Sekar menghela nafasnya.


"Tadi ada bibit pelakor masuk kantor ma!"


"Hah?? bibit pelakor?" tanya mama dan Chika bersama


"iya! dan sayangnya yang ini di peluk-peluk bukannya di lepasin malah suka!" ucap Sekar sambil menunjuk ke arah Danish.


"enggak kok yank!! tadi aku lepasin kok!! beneran! tapi dia nempel banget udah kayak ulet keket susah dilepaskan!" bela Danish.


"Tapi kamu suka kan??"


"enggaklah!! beneran yank aku gak suka!!" Danish malah merekatkan pelukannya.


"Idiihh lepasin bang!!"


hahahahhahahaa mereka yang melihat tingkah Danish tertawa seketika.


Sungguh Chika tidak habis pikir, bagaimana bisa kakaknya bisa sebucin ini.


padahal kalo dia ingat jaman dulu, beberapa tahun yang lalu banyak gadis yang mengejar dia namun Danish mengabaikan semua gadis-gadis tersebut.


"Emang siapa kak?? si bibit pelakor itu?" tanya chika


"itu lho Sisil! anaknya pak Surya pa yang akan mengadakan kerjasama sama kita!" jawab Danish sambil memandang sang papa.

__ADS_1


"Oohh iya, biar nanti fery yang menangani proyek nya langsung toh nanti setelah rapat sama kamu berkasnya bakal langsung di limpahkan ke Fery!"


"Kok dikasih kak fery sih pa?" ucap chika ketus.


"Kerjaaan nya memang berhubungan sama Fery langsung Chik! kamu tenang aja, pacar kamu itu beton berjalan!! mana bisa dia melirik cewek lain, udah setia sama kamu dari kamu masih bocah!" terang sang papa.


"Lhoo papa ngeremehin kesetiaan aku pada Sekar? aku juga gak mungkin ngelirik dia pa walaupun dia bakal kerjasama sama aku!"


"ngarep banget bang kerjasama langsung sama kamu!"


"eh gak gitu sayang!! maksudnya tuh aku...aduuhhh..salah ngomong ya aku?"


Sekar hanya diam saja sedangkan mama papa dan Chika sudah menahan tawanya.


"Pa... Al antuk!" celetuk anaknya.


"eh Al ngantuk? yuk tidur sama Opa hari ini! okey sayang?" ucap sang papa sambil menggendong Al cucunya yang sudah mangut-mangut tanda setuju.akhirnya perbincangan diakhiri dan masuk ke dalam kamarnya masing-masing.


Di kamar Chika...


drt...drt... drt...


"Hallo?" jawab Chika.


"Malem sayang! udah siap-siap tidur ya?"


"kok hemmmm doang nih? kenapa?" tanya Fery dengan lembutnya


"Kamu jangan keganjenan ya besok!!"


"lhoo kok?? siapa yang ganjen sayang? sama siapa?"tanya Fery binggung. akhirnya dengan sedikit ketus Chika menceritakan semuanya yang tadi dia bicarakan dengan papa dan kakaknya.


"Hahahahahha sayang!...mata aku tuh dah ketutup sama kamu!! gak mungkin bisa lihat yang lain!!"


"gombal!!"


" beneran sayang!aku janji sama kamu okey...udah dongg jangan ngambek gitu,bikin makin kangen tau gak!!"


"iya...iya gak ngambek lagi!!"


"Ya udah tidur gih! tugas kuliah udah semuanya kan?"


"udah... semuanya!"

__ADS_1


"okey..met bobok cinta!"


"met bobok juga!"


tut. sambungan telpon di putuskan dan Chika berguling-guling di atas ranjangnya saking girangnya, Fery berubah terhadap dirinya, sebelum menyatakan cintanya pada Chika Fery seperti beton berjalan jika berhadapan dengannya, Chika tak tau ternyata itu cara Fery untuk menyembunyikan perasaannya pada Chika.


*******


"Bisa bertemu dengan pak Danish?" tanya Sisil di depan resepsionis dikantor Danish.


"Maaf dengan nona siapa dan apa sudah ada janji?"


"Sisilia Suryanata dari Surya group! kami sudah ada janji meeting di kantor hari ini!"


"baiklah nona sebentar!" kata resepsionis itu sambil menelpon seseorang.


"Mari nona saya antar!" ucap sang resepsionis selesai menelpon, membawa Sisil ke sebuah ruangan meeting.


"Lhoo gak ke ruangan pak Danish saja mbak?"


"Maaf nona saya diminta mengantarkan anda ke ruang meeting!"


"Ooh okey!" ucap Sisil dengan dan kecewa.kemudian dia menunggu disana bersama sekertarisnya.


ceklek...


Sisil sudah membenarkan bajunya dan hiasan rambutnya ketika mendengar suara pintu terbuka.


namun ketika melihat bukan Danish dan Rangga yang masuk dia merasa heran dan kecewa.


"Nona Sisil?" tanya Adam asisten Fery


"Ya?"


"Kenalkan nona, beliau adalah direktur pelaksana proyek kerjasama kita, dan tuan Fery,ini dia adalah perwakilan dari Surya group nona Sisil!"


"hah??? apa? jadi bukan pak Danish yang menangani kerjasama ini?" tanya Sisil heran.


"Kenapa harus pak Danish nona? kalo saya yang lebih berwenang dalam kerjasama ini! kalopun pak Danish menyetujui kerjasama ini dan saya tidak! maka keputusan sayalah yang lebih mutlak!!" ucap Fery dengan gaya arogan dan datarnya.


seketika Sisil dan sekertarisnya menelan saliva nya sendiri-sendiri, mata tajam Fery mampu membungkam mulut si bibit pelakor itu.


'Sial!! niat hati mau ngejerat Danish lewat kerjasama ini kok malah ketemu dia sih!!! sebenarnya siapa dia! kenapa keputusan lebih mutlak dari Danish!!' batin Sisil.

__ADS_1


Langkah pertama Sisil gagal!, rupanya keluarga Danish bersatu untuk menyingkirkan bibit pelakor itu bahkan sampai menurunkan Fery secara langsung, orang kepercayaan dan calon mantu sang tuan besar yang tak pernah gagal dalam misi apapun.


bersambung


__ADS_2