
Sepertinya perjalanan cinta Danish untuk bisa diterima oleh Sekar masih jauh, Sekar benar-benar tak menghiraukan keinginan Danish yang ingin memperistri dirinya.
bagi Sekar,lelaki yang 4 tahun lebih muda darinya itu hanya kasihan saja melihat anak dari kakak kandungnya tidak punya ayah,hingga dia berniat menikahi Sekar.
Sekar beranggapan bahwa diumur Danish yang ke 20 tahun itu sedang labil-labilnya,masih mau mencoba banyak hal dan belum bisa berpikir dengan matang.
karena pertengkaran tadi akhirnya Sekar bersikeras untuk kembali ke kontrakannya,dia tak mau satu rumah dengan Danish, Danish sangat keras kepala dia tetap bersikukuh menginginkan Sekar dan bayinya tinggal dirumahnya,rumah yang dia beli sendiri dengan usaha yang di bangun sendiri.
"Pokoknya aku mau pulang ke rumah ku sendiri!"
ucap Sekar yang sedang mengepak baju bayi anaknya dan berencana pulang ke rumah di mana dia tinggal.
"Gak! pokoknya kamu pulang ke rumah aku!"
Perdebatan antara mereka akhirnya mengusik ketenangan Bu Sri.
"Sudah!sudah! ... Alan bisa bangun kalo kalian bertengkar terus!
Gini saja nak Danish biarkan Sekar ikut pulang sama ibu,nanti sesekali nak Danish bisa menginap di sana"
kata Bu Sri memberikan jalan tengah.
"Oke bu aku setuju"
Sekar hanya menghela nafasnya, bener-bener Danish keras kepala,pikir Sekar.
"Ya udah kita pulang ya, sudah diurus kan nak biaya administrasi nya?"
tanya bi Sri
"sudah bu,kita tinggal pulang aja"
Pada akhirnya Sekar hanya pasrah dengan keputusan Bu Sri dan Danish, dari pada membantah malah tak ada ujungnya.
mereka berhenti di sebuah kompleks perumahan dengan pekarangan yang cukup untuk memarkir mobil Danish.
__ADS_1
Sekar akhirnya memilih untuk masuk ke rumahnya yang berada disamping rumah utama,ruangan dengan ukuran minimalis yang masih menempel pada dinding rumah bi Sri, Danish melihat di ruangan itu,hanya ada satu bad disebuah ruangan yang hanya disekat dengan dinding yang berbatasan dengan ruang tamu, jadi bukan sebuah kamar,dibagian belakang ada kamar mandi dan disamping nya ada sebuah dapur mini.
"Kalo kamu gak bisa lama-lama disini gak papa aku nanti bisa dibantu bu sri kok,emang rumah aku kecil.. barangkali kamu gak nyaman"
kata Sekar, namun Danish tak menghiraukan perkataan Sekar.
Danish tak pernah mempermasalahkan tentang tempat tinggal Sekar,dia merasa nyaman dimanapun dia berada, Danish bukan seorang sultan yang berlimpah kemewahan dengan segala fasilitas wah-nya, walaupun memang sesungguhnya dia anak orang yang sangat kaya raya.
Danish yang kala itu merasa kurang kasih sayang keluarga nya lebih memilih nongkrong di warung pinggir jalan alih-alih memilih cafe yang mewah.
Dan di sananya Danish bertemu dengan sahabat sejati nya Alvi dan Rangga.
tinggal disebuah kos sempit saja Danish sudah biasa, karena memang Alvi yang seorang yatim piatu lebih memilih nge kos daripada tinggal di panti saat sekolah SMA,dia tidak mau menyusahkan bu panti katanya,karena merasa sudah besar dan bisa bekerja sendiri.
Alvi bersekolah di sekolah favorit yang sama dengan Danish karena jalur prestasi,otak seorang Alvi memang tak bisa diremehkan.
lain Alvi lain pula dengan Rangga,dia memang lebih beruntung dari pada Alvi, Rangga adalah anak seorang PNS dan ibunya mempunyai toko di pasar tradisional.
Pada akhirnya ide mereka muncul untuk membuka usaha,dengan uang yang dihasilkan dari balap motor Danish dengan alvi dan Rangga menjadi montirnya,balap motor ilegal kala itu,namun pada akhirnya Danish ikut pada balapan resmi hingga pundi-pundi uang mereka terkumpul.jadilah persahabatan mereka sampai sekarang.
"Hallo ya Dan?"
"Belikan aku bed yang cukup untuk 2 orang dan sebuah kasur angin ntar aku share loc harus dianterin ke mana!"
"okey"
tut. sambungan terputus.
tak sampai satu jam sebuah mobil bak terbuka sudah ada si depan pekarangan rumah Bu Sri.
"Bawa Alan ke rumah Bu Sri dulu ya Kar!"
perintah Danish.
"Buat apa Dan! dia udah mau tidur ini!"
__ADS_1
protes Sekar.
"Aku mau ganti bed..tuh udah datang!"
"Kok kamu gak ngomong sama aku sih Dan!jangan seenaknya aja dong!!"
ucap Sekar dengan ketus.
"Udah Kar! aku gak mau kita bertengkar terus,kasihan Alan yang dengerin mama sama papanya bertengkar mulu"
ucap Danish sambil menyerahkan Alan si bayi mungil itu ke tangan sekar.mendengar kata papa dan mama sekar melotot sempurna ke arah Danish,dan jangan ditanya bagaimana reaksi Danish dia hanya nyengir kuda saja.
akhirnya Sekar memilih untuk masuk ke dalam rumah Bu Sri.
"Lhoo Kar...sini..sini.. katanya mau istirahat?"
kata Bu Sri yang melihat Sekar masuk ke rumahnya.
"Gara-gara Danish bu! dia seenaknya aja ganti bed kamar aku!"
ucap Sekar dengan cemberut.
"Dia hanya ingin kamu nyaman bersama Alan Kar!"
kata Bu Sri menasehati.
"Keras kepala!!"
gumam Sekar yang masih bisa didengar oleh Bu Sri
Dari dalam hatinya Bu Sri bersyukur bahwa ada Danish,adik dari almarhum suami Sekar yang ikut mengurusi Alando anak Sekar,dan sebenarnya bu Sri berharap Sekar mau menerima Danish sebagai suaminya, walaupun sudah bisa dilihat Sekar tak mau menerima semuanya itu.
bersambung..
Gimana ya perjuangan Danish mengejar cinta Sekar?
__ADS_1
next. ..ya