
Semuanya berkumpul di ruang tengah dengan canda tawa, pada akhirnya mama Ayunda membawa Al yang tertidur ke dalam kamarnya, dia ingin tidur menemani Al.
"Kar, kamu istirahat dulu aja! aku mau ketemu papa di ruang kerjanya!"
"Iya "
"Tunggu!! aku antar aja!"
"hah??!! gak usah aku dah tau kok kamarnya dimana?"
ucap Sekar terlihat cemas, takut Danish melakukan hal-hal aneh.
"gak papa takut kamu tersesat!"
"Heleh!! modus nya kakak aja tuh!!"
sela Chika sambik berlalu ke kamarnya.
"Apa sih Chik!! nyela aja!!"
ucap Danish kesel, dan akhirnya menarik tangan istrinya menuju kamarnya dilantai 2.
"Udah ini sampai di kamarnya? kamu temui papa saja, aku istirahat dulu!"
"Aku mau incip dulu sayang!"
"Hah??!! incip?? apa??"
Sekar kaget dengan apa yang dilakukan Danish, Danish mendorong Sekar masuk ke dalam kamar dan menutup kembali kamar tersebut, disamping pintu, Danish merapatkan tubuh Sekar ke dinding dan menghujani Sekar dengan ci* uman di bibir dan wajah Sekar.
"Danish!!! hentikan!! katanya kamu ke ruangan papa!!"
"sebentar saja sayang!"
ucap Danish sambil terus menelusuri tiap jengkal leher dan wajah istrinya yang baru dinikahinya beberapa saat yang lalu.
"Kalo sekarang kamu gak pergi!! nanti malam kamu tidur sama Al!! aku mau istirahat sendiri!!"
ancam Sekar. seketika Danish menghentikan aksinya. sambil memanyunkan bibirnya, dia berbalik keluar dari kamar, Sekar yang melihat nya merasa lucu, bagaimana bisa dia menurut dengan apa yang di katakan oleh Sekar.
"Eh diancam gitu aja ciut dia! hehehehhee!!"
ucap Sekar tanpa tau bahaya apa yang akan dia hadapi di malam pertama mereka nanti, mungkin Sekar juga lupa bahwa Danish adalah suaminya sekarang.
"Ada apa pa?"
"Danish papa mau minta pendapat kamu!"
"tentang apa pa? kelihatannya serius banget!"
"Chika!"
"Chika?? maksud papa?"
"papa sudah meminta seorang ditektif untuk menyelidiki pergaulan Chika dan pacar nya di luar sana!Papa ingin menjaga adik perempuan kamu satu-satunya itu!"
__ADS_1
"Hasilnya??"
"Sungguh diluar dugaan papa!"
"Maksud papa?"
"Dia menyukai seseorang, tapi orang itu tak berniat menyambut cinta Chika sama sekali! Papa frustasi, papa kasihan pada Chika!"
"Biarkan saja pa.... barangkali dia bukan jodohnya Chika!"
"Tapi dia mencintai Chika Dan!"
" lhooo kalo cinta kenapa gak berniat menyambut cintanya Chika pa?"
"Status sosial! itu jadi penyebabnya"
"emang dia sekaya apa pa?? sampai keluarga kita gak setara ma dia!?"
"bukan dia! tapi kita! dia merasa tak setara dengan kita!!"
"papa masih........?"
"Kalo papa masih mempermasalahkan status sosial hari ini kamu gak bakal nikah sama sekar!!"
"Hehehehehehe...trus apa rencana papa?"
"menjodohkan mereka saja! Chika itu pandai menyembunyikan kepedihan hatinya dibalik sifat riangnya itu, malah itu yang membuat papa khawatir"
" wait....wait...wait....papa kenal siapa orang itu?"
"siapa?? Danish kok gak tau?"
"iyalah kamu sibuk sama sekar aja!!"
"emang siapa dia pa?"
"Fery!!"
"Apa?? Fery??? maksud papa asisten papa itu?"
"dia bukan lagi asisten papa!! dia yang pimpin perusahaan papa di bidang properti! kalo kamu lupa papa ingetin!!"
"Usia Mereka terpaut jauh pa? apa papa sudah benar-benar menyelidiki semuanya? dia sahabat kak Alan pa?"
"justru karena dia sahabat Alando, makanya dia merasa cintanya tak akan tersampaikan Dan!"
"Jadi apa rencananya pa?"
"panggil dia kemari dan menjodohkan mereka!!"
Di kamar Sekar sudah mandi dan bersiap turun karena ingin membantu sang mama menyiapkan makan malam, namun tiba-tiba dikagetkan dengan Danish yang masuk kamar dan langsung memeluk Sekar dari belakang, menghujani ci*uman di leher belakang sang istri.
"Danish! ada apa? kita makan dulu nanti setelah itu kamu boleh apa-apain aku!!"
ucap Sekar demi bisa mengusir Danish yang sudah menempel kayak cicak didinding, Sekar malu kalo sampai tidak ikut makan malam jika Sekar membiarkan aksi Danish yang terus saja menci*uminya bisa dipastikan Danish tak akan membiarkan dia keluar kamar.
__ADS_1
"Beneran ya say.....??"
"iya... mandilah aku kebawah dulu!"
Semua anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan, canda tawa sebelum memulai makan malampun mengema disana, apalagi ada si kecil Al yang menjadi penghibur bagi mereka.
Selesai makan malam tiba-tiba Fery yang diundang tuan besar datang.
"Kamu sudah datang Fer?"
"Iya Tuan!"
"Bi bawa Al masuk ke kamar, Al mainan sama bibi dulu ya?"
ucap mama Ayunda yang sudah tau rencana tuan besar yaitu suami nya dan juga Danish anaknya.
"Ayo Fer, kita ke ruang keluarga!"
ucap tuan besar, yang beranjak dari meja makan diikuti semua nya, Fery merasa aneh dengan sikap keluarga tersebut, jangan lupa Chika dan Sekar jug binggung karena mereka tak tau rencana papa ,mama dan Danish.
"Baiklah Fer, Om tak akan banyak basa-basi!!"
'Om? kok tiba-tiba tuan besar memakai kata itu? Tuhan apa salah aku kali ini?'
batin Fery yang masih binggung dengan situasi tersebut.
"Fer Om hanya mau tanya! kapan kamu melamar Chika??"
"Hah??? ma-maksudnya tuan?"
"Maksudku kapan kamu melamar Chika, anak manja papa!!?"
"Tuan besar saya....."
Ferry melihat Chika yang tertunduk, Fery memberanikan diri bertanya pada sosok tersebut.
"Apa kamu bersedia menerima aku Chik?"
ucap Fery, dia tak ingin bersikap egois lagi.
seketika Chika memandang Lelaki itu, mencoba melihat keseriusan lelaki yang bahkan beda 10 tahun darinya Tersebut.
Chika kembali tertunduk, namun kali ini setelah dia menjawab pertanyaan dari Fery.
"Saya melamar Chika malam ini tuan!!"
"hahahahahhaa....bagus Fery!! saya suka dengan keberanian kamu!!"
"Ya keberanian yang harus dipancing dulu!!"
celetuk Danish.
Semuanya tertawa dengan celetukan Danish, semuanya merasa bahagia, apalagi Fery! kejutan dari tuan besar nya kali ini bener-bener membuat Fery bahagia, akhirnya selama beberapa tahun ini hanya bermimpi mendapatkan Chika,malam ini dia melamar sang pujaan hati.
bersambung
__ADS_1