
Langkah pertama Sisil gagal!, rupanya keluarga Danish bersatu untuk menyingkirkan bibit pelakor itu bahkan sampai menurunkan Fery secara langsung, orang kepercayaan dan calon mantu sang tuan besar yang tak pernah gagal dalam misi apapun.
"sialan!! gagal cara gue buat deket sama Danish!! gak boleh!! gue gak mau gagal! gue harus visa miliki Danish!! "
ucapnya sesampainya di kantor miliknya.
ceklek...
"Bagaimana Sisil? kerjasama nya berhasil?"
"papa? berhasil pa!"
"Tapi kenapa kamu masih terlihat cemberut saja!"
"Aku tidak langsung terhubung dengan Danish pa! aku tidak terima ini!"
"maksud kamu? untuk apa kamu berharap Danish dalam kerjasama ini sil?"
"Pa! sisil cinta sama Danish dan Sisil mau dapetin Danish!! malah mereka menugaskan Fery buat kerjasama ini!!"
"Fery? hahahaha malah dia yang papa harapkan jadi menantu papa sil!"
"maksud papa?"
"Fery orang yang sangat kompeten dalam bisnisnya, segala sesuatu yang ada di tangannya tak pernah gagal! memang Danish hebat tapi Fery jauh lebih berpengalaman di dalam bisnis!"
"Tapi Sisil gak minat sama Fery pa!! Sisil mau Danish!!"
"Sudahlah yang penting kita sudah dapat kerjasamanya, papa keluar dulu!"
******
"Kita makan disini?"
"Hemmm....."
__ADS_1
"Rangga mana?"
"Dia ketemu sama Ayu, mereka akan mempersiapkan pesta pernikahan mereka sayang!"
"Mau pesen apa?" lanjutnya
"Aku pengen soto dengan tambahan sambel yang banyak!"
"jangan makan sambal terlalu banyak sayang! jaga perut kamu!"
"Iya...tapi aku sedang pengen sayang!"
"Pengennya jangan di sini yank, di rumah aja!"
goda Danish sambil berbisik dan mengartikan lain kata pengen yang dilontarkan oleh Sekar.
"Apa sih bang! gak lucu tau!!"
Setelah beberapa saat pesenan mereka datang, dengan lahap Sekar memakan soto pesenannya.
Danish memindahkan kursinya disisi kanan Sekar, sambil memegang rambut Sekar yang di kumpulkan jadi satu ke belakang karena tak terikat, Danish menikmati makanan yang ada di depannya.
"Biar leher kamu di lihat banyak lelaki gitu?"
"Ya gak gitu juga sih!! pas lagi makan berdua aja deh!!"
"Hemmm...! manis banget sih istri aku!" ucap Danish sambil menoel dagu Sekar.
"Posesif banget sih suamiku nih!!" balas Sekar.
"ini gak posesif sayang! aku cuma cemburu!!"
"Sesuatu yang berlebihan itu gak baik bang!"
"Aku gak berlebihan yang!!"
__ADS_1
Kalah! begitulah kalo Sekar berdebat dengan Danish, selalu saja Danish memenangkan perdebatan mereka.
"Gimana kerjasama sama si bibit pelakor?"
"Gak tau!! Fery yang nanganin!"
"Ooohh kedinginan dong si sisil?" ucap Sekar dengan nada bercanda.
"Maksud nya yang?"
"Ya secara Fery dingin gitu!! kayak es! pasti sisil kedinginan di dekatnya hehehehee" ucap Sekar sambil terkekeh.
"Dia sahabat kak Alan yang paling setia! seandainya waktu itu kak Alan diusir dan ada dia! sudah bisa dipastikan Fery orang pertama yang akan membela kak Alan! sayangnya saat itu Fery sedang di tugaskan kak Alan diluar kota!"
"Dia orang terakhir yang dihubungi kak Alan untuk menjaga seluruh keluarga, makanya Fery memilih setia pada papa sebagai bentuk janjinya pada kak Alan!"
"mereka berdua bagai api dan air, saling melengkapi! sikap ramah kak Alan dan sikap garang Fery menjadi senjata ampuh melawan pesaing dan kolega bisnis mereka!"
"Dibalik kesuksesan seseorang ada wanita baik yang selalu mendukungnya,namun kata itu tak berguna bagi kak Alan waktu itu! karena di balik kesuksesan kak Alan ada Fery yang berdiri tegak dan setia mendampingi nya!" kata Danish panjang lebar mengenang sang kakak sulungnya.
Sekar menghapus airmatanya, bukan karena cerita dua insan yang saling melengkapi itu namun karena rasa rindunya pada sosok Alan yang kembali di ceritakan oleh Danish.
Danish yang tau Sekar menghapus airmatanya, ikut menghapuskan dengan memegang pipi Sekar dan menghapus airmatanya dengan ibu jari Danish.
"Kangen dia?" tanya Danish, Sekar hanya mengangguk. Danish tersenyum dan melanjutkan bicaranya.
"Aku juga...besok kita ke sana ya?"
"Terimakasih Danish... terimakasih karena hadir di hidup kami! aku dan Al sangat beruntung bisa bersama kamu hiks ...hiks..."
"Istttt sudah...malu dong kita nanti di liatin orang! di kira aku lagi mutusin pacar aku lagi!!"
Sekar menghapus airmatanya sambil tertawa kecil, dia lupa kalo masih berada di cafe karena acara makan siangnya bersama Danish.
"Aku yang beruntung dan berterimakasih pada kak Alan, dia yang sudah menemukan kamu dan membawa kamu dan Al ke hidup aku!" kata Danish.
__ADS_1
Dia memang sangat bersyukur tentang semuanya, walaupun dia tak pernah berharap akan kepergian Alan, namun Tuhan lah yang mengatur setiap hidup manusia, bila sang Sutradara sudah mengatakan 'action' maka kita sebagai pemainnya hanya bisa menjalani semuanya sesuai scenario nya.
bersambung