Cinta Sekar

Cinta Sekar
Hari tenang


__ADS_3

Sudah 5 hari Al dirawat di rumah sakit dan saatnya sekarang dia diperbolehkan pulang, dengan berbagai cara Sekar mencoba membuat Al lupa dengan Danish.dia tak ingin Al tergantung pada Danish, Sekar yakin semakin lama Al akan semakin besar dan bisa diberi pengertian tentang siapa Danish yang sebenarnya, Sekar akan membawa Al ke makam almarhum suaminya suatu saat nanti, dia ingin memperkenalkan Alando sebagai ayah kandungnya.


"Sudah di periksa semua barang bawaannya Kar?"


kata bi Sri mengingatkan.


"Sudah bu.... let's go Al kita pulang!!...."


kata Sekar seriang Ming agar aura positif itu menular pada Al dan tak terlihat sedih lagi karena mengharapkan Danish.


Mereka memesan taksi untuk pulang,dan sesampainya di rumah sudah disambut Ayu dan Rangga disana, kebetulan hari ini adalah Minggu dan juga hari libur Ayu, jadi Rangga datang ke rumahnya.


"Waahhhh keponakan ganteng tante sudah pulang?? seneng dong?"


"seneng ante!"


"Niihh karena udah sembuh om bawain mainan buat Al!"


ucap Rangga sambil memberikan mainan robot-robot an kesukaannya.


"Maasih Om!"


"sama-sama ganteng!"


"Bagaimana kabar Danish Ngga?"


tanya bi Sri sengaja menanyakan keadaan Danish biar di dengar juga oleh Sekar.


"Ehmmm semakin baik kok bu...cuma belum boleh keluar, makannya susah bu, makanya gak sehat-sehat"


"Tapi kakinya gak papa kan??"


"Alhamdulillah sudah baikan bu..kan cuma retak gak sampai patah!"


Sekar hanya diam saja, mendengar semua penuturan Rangga, sepertinya tekad Sekar sudah bulat buat melupakan Danish.


Sedangkan Danish yang sudah di rawat selama hampir seminggu ini, badannya semakin kurus,hampir setiap hari dia menolak untuk makan.


"makanlah kak!"


pinta Chika.

__ADS_1


"kakak kenyang Chik!"


"Kakak kenyang dari mana?"


"Nihh botol infus gede gini!"


Danish mencoba bercanda, namun terlihat sangat garing ditelinga Chika.


"Ya udah Chika yang makan dulu ya kak! kakak istirahat saja bentar lagi mama datang, Chika mau ke kantin dulu!"


"Iya... hati-hati"


Chika pergi meninggalkan kamar Danish,di depan kamar Danish, Chika tak lagi bisa membendung suara tangisnya, dia merasa iba melihat sang kakak yang tinggal satu-satunya terbaring lemas dengan sakit badan dan sakit hatinya.


Papa tak lagi datang berlama-lama jika menjenguk kakaknya, dan terlihat sekali sang kakak tak nampak marah pada kedua orangtuanya. Chika yakin sang kakak sungguh mencoba untuk tegar.


Cinta memang tak bisa di bendung, tumbuh begitu saja di hati setiap manusia namun jika bukan jodoh, dengan seribu carapun mereka berusaha bersatu semuanya tak akan pernah berarti.


Danish mengambil ponsel yang ada di sampingnya, setelah kemarin dia menghapus semua foto Sekar dalam ponselnya, kini dia menyisakan satu foto mereka bertiga,..foto saat mereka tengah berlibur bersama Rangga, Alvi dan Ayu.foto dipinggir pantai dengan pose Danish yang mengangkat tinggi Al yang sedang tertawa dan disampingnya Sekar sedang tersenyum manis.


sayang rasanya foto itu mai dihapus Danish.bukannya Danish tak mau memperjuangkan Sekar, namun Danish hanya tak ingin Sekar semakin terluka, namun tanpa mereka sadari mereka sama-sama terlukanya dengan mengikutsertakan Al di dalamnya.


ceklek...


"Iya mama bawain soup ayam jamur kesukaan kamu, makan ya?"


"aku belum laper ma!"


"Gak kasihan sama mama, mama masaknya susah-susah lho!"


"Ya udah..jangan pake nasi ya ma!"


"Makan yang banyak Danish...liat nih kamu kurus banget!"


ucap sang mama sambil mengusap airmata nya.


"Nama nya juga sakit ma,...kalo makin gendut namanya gak sakit dong!"


canda Danish, terlihat sekali dia memaksakan diri.


"Kata dokter besok bisa pulang, dan rawat jalan aja! kamu pulang ke rumah ya?"

__ADS_1


"Iya ma"


Mama Ayunda merasakan sakit hati anaknya, dia hanya bisa diam dan menatap wajah tirus anaknya.


Hari ini hari tenang bagi Danish, dia tak lagi termenung dengan segala lamunannya, dia mencoba menerima takdirnya, Danish yang selama ini ceria menjadi Danish yang irit bicara.


"Anak itu umur berapa Danish?"


tanya mama memecahkan keheningan diantara mereka.


"2 tahunan lebih ma...."


"Kamu gak kangen dia?"


"Gak"


"sama mamanya juga?"


mama Ayunda mencoba memancing Danish.


"Gak"


mama Ayunda diam saja, dia hanya duduk manis di situ sambil mengupas apel.


"Chika mana?"


"di kantin"


"Mau apel?"


"gak ma... Danish pengen tidur!"


Danish langsung merebahkan tubuhnya, hari tenangnya kali ini di usik mama kembali dengan menanyakan kabar mereka berdua.


kembali di rumah Sekar,.sekar meminta ijin bu Sri untuk menitipkan Al karena dia akan mandi.sedangkandua sejoli itu sudah pergi jalan-jalan berdua.


Sekar menguyur badannya dengan air dingin, dia memejamkan matanya seraya menyiramkan air ke kepalanya, tiba-tiba wajah sedih Danish muncul begitu saja.sekar membuka matanya berusaha untuk mengeleng-gelengkan kepalanya. tiba-tiba saja Sekar jongkok memeluk kedua lututnya.


"hiks....hiks....aku kangen kamu Danish!! hiks....kangen banget.....hiks... maafkan aku!! maafkan aku Danish"


Hari tenang untuk Danish nyatanya menjadi hari menyedihkan untuk Sekar setelah sekian lama menahan tangisnya dan berusaha terlihat tegar.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2