
Entah mengapa wajah Danish terus melintas di mata Sekar, hatinya juga seakan sakit saat teringat Danish.
untuk memastikan keadaan Danish pun Sekar tak berani.
dipegangnya hp ditangannya, ingin sekali dia menelpon Danish hanya untuk memastikan keadaan Danish saja.
setelah anaknya tertidur Sekar sudah tak bisa lagi memejamkan matanya.
akhirnya dia menelpon Prada atasannya untuk mengabari bahwa dia ijin karena anaknya masuk rumah sakit.
di ruangan lain..
"Bagaimana ini terjadi Rangga hiks...hiks....?"
tanya mama Ayunda melihat anaknya terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit.
"Rangga juga gak tau tante!.. Rangga di telpon ketika Danish sudah dibawa ke rumah sakit!"
"Trus bagaimana keadaannya Ngga?"
kali ini tuan besar yang bertanya.
"Dia sudah melewati masa kritis om, jadi kita tinggal menunggu Danish siuman!"
"Pa....anak kita pa!!!"
tangis nyonya Ayunda pecah dipelukan sang suami, dia tak ingin kehilangan putranya lagi.
Alvi sedang menjemput chika di kampus nya karena dia ada mata kuliah pagi yang tak bisa di tinggal begitu saja.
Akhirnya Rangga pergi dari situ karena harus mengurusi perusahaan yang ditinggal Danish, ya Rangga sekarang menjadi asisten Danish dan Alvi sendiri yang mengelola bengkel yang sekarang melebar jadi showroom mobil dengan Alvi sebagai pemiliknya sekarang dan Danish sebagai salah satu pemegang saham di sana, tidak hanya Danish Rangga juga menginvestasikan uangnya di sana.
"Tante Rangga pergi dulu! nanti siang Rangga bakalan balik kesini!"
"Ma papa pergi juga, ada rapat yang harusnya di tangani Danish tapi papa dan Rangga yang akan kesana"
"Iya..kalian hati-hati "
Danish sekarang sudah keluar dari ruang ICU dan di rawat di ruang VIP di rumah sakit tersebut.
Diruang rawat Al..
kembali dia menangis histeris mencari Danish, ikatan hati Al dan Danish terlihat sangat kuat, Al seolah bisa mengetahui keadaan Danish yang terbaring tak berdaya di rumah sakit yang sama dengannya.
Bu sri yang baru saja datang ikut kewalahan menenangkan Al yang sedang merajuk.
"Udah makan belum dia Kar?"
"Dia gak mau makan bu!"
"Ayu mana bu?" lanjutnya
"Ayu tadi pulang langsung tidur..katanya 2 jam lagi dia ngantiin temannya"
Al menangis lagi memanggil sang papa
"Papa...huhuhu...papa ...huhuhu.. Al mau papa!"
"Iya sayang.....papa kan lagi kerja? nanti kalo pulang kerja papa kesini ya?!!"
__ADS_1
"Al mau cekalang!!!! mau papa Al cekalang!!!"
teriak Al, memang bila Al sedang menangis histeris hanya Danish yang di dengarnya, Sekar yang sabar pun kewalahan dengan ulah anaknya tersebut.
"Kita jalan-jalan ke taman dulu gimana?"
"Sambil makan...ntar mama telpon papa deh!"
bujuk Sekar, karena jam sudah menunjukkan pukul 11.pagi namun Al belum makan sedikit pun.
Sekar takut sakit Al tidak cepat membaik.
"Iya Al jalan-jalan dulu sama mama, nanti nenek yang cari papa Al, mau ya Al?"
"benelan ya nek?.. Al kangen sama papa nek!"
"Iya beneran deh!!"
Akhirnya mereka bisa membujuk Al, tinggal Sekar yang harus mencari cara untuk mempertemukan Danish dengan Al, sejujurnya hati Sekar delima sekali, dia sudah tak ingin berhubungan lebih dari sekedar mantan adik iparnya namun Al sudah terlanjur sangat sayang dan tergantung dengan Danish.
"Sayang....makan yang banyak ya!"
bujuk Sekar di taman rumah sakit.
"Bial bisa sehat dan ketemu papa ya ma!"
"iya sayang....biar cepat keluar dari rumah sakit"
Selama hampir satu jam Sekar disana dan akhirnya membujuk Al untuk masuk ke dalam rumah sakit.
Dari kejauhan dia melihat Ayu yang baru saja datang, Sekar coba mendatangi Ayu, kemudian ayu berbelok ke sebuah tikungan menuju ruang rawat VIP.
"Kita ke tante Ayu dulu ya sayang!"
"Jangan sayang...ini rumah sakit...nanti berisik... kita ikuti aja...!"
Sekar mempercepat berjalan sambil menggendong dan memegang tongkat infus Al.
hingga sayup-sayup dia dengan suara Ayu dan Rangga.
Sekar berhenti di balik tembok di tikungan tersebut.
"Trus gimana keadaan Danish?"
"Dia belum sadar sayang?"
"Begitu parah ya?"
"Aku gak tau...dokter bilang harusnya tadi pagi dia sadar, tapi sampai sekarang dia belum sadar-sadar, aku takut sayang..... takut dia kenapa-kenapa!"
"hush jangan gitu! ...kita doa in aja kesembuhan buat Danish!"
Tiba-tiba saja
"Dimana Danish sekarang!!??"
tanya Sekar tiba-tiba sambil menggendong Al
"Sekar!?!"
__ADS_1
ucap Ayu dan Rangga bersamaan.
"Kasih tau aku dimana Danish Ngga hiks hiks..hiks..."
"Papa kenapa ma?"
tanya Al dengan polosnya, Sekar semakin memeluk Al erat ,dia takut...dia sungguh takut gak akan bertemu lagi dengan Danish, dia takut Danish pergi meninggalkan dia seperti almarhum suaminya Alando atau yang biasa dia panggil Rama.?
Rangga akhirnya membawa Sekar ke ruangan Danish, siang ini memang Rangga yang menunggu Danish sementara mama Ayunda pulang untuk mengambil baju-bajunya karena dia akan menginap di rumah sakit.
"Dia belum sadar Kar, dokter bilang dia bisa mendengar kita!"
Mereka masuk, dilihatnya lelaki yang sering dia sakiti hatinya itu tengah terbaring tak berdaya di atas tempat tidurnya.
"Hiks....hiks.....bangun Dan!!! jangan begini!"
"Papa??....ma kok papa tidul di sini?... !"
Sekar hanya menangis mendengar pertanyaan dari Al.
"Bangunin papa sayang...biar papa bangun!"
Sekar mendudukkan Al di tepi ranjang Danish.
"pa...banun...ini Al pa...tangan al cakit...!"
Al kecil menggoyang-goyang tubuh Danish.
"Dan bangun!!!....katanya kamu mau ngerawat Al..mana janji kamu!!! bangun...hiks...hiks....!"
Sekar masih setia dengan tangisnya sambil menunduk menahan tangisnya agak tak semakin keras.
"Pa.... Al udah pintel, tadi Al udah makan..kata mama nanti Al bisa main ama papa....bangun pa!! pa... banun pa.....kok papa melem telus ma?"
Sekar masih menangis , mendengar seharusnya Danish sadar tadi pagi nyatanya sampai siang dia tidak kunjung terbangun, rasa takut mulai menggerogoti hati Sekar, keraguan tentang perasaan nya terhadap Danish terkikis sudah, melihat Danish yang terbaring lemah baru Sekar sadari bahwa dia tak bisa jauh dari Danish, dia tidak bisa melihat Danish seperti ini.
"Bangun Dan!! bangun hiks.....bangunlah...dan kita menikah!! kamu bilang sudah 98X kamu ngelamar aku....bangun sekarang...ucapka yang ke 99...dan aku akan menerima nya hiks ...bangunnnn Dan!!"
"Benarkah?"
tanya Danish lirih yang tiba-tiba bangun.
"Benarkah kamu mau menikah denganku?"
tanpa menjawab Danish Sekar memeluk Danish dari samping melihat mama dan papanya ber pelukan, Al ikut serta memeluk keduanya.
Rangga tersenyum melihat kebahagiaan sahabatnya itu, Al tertawa-tawa melihat sang papa bangun.
" kok Al di infus Kar?"
"Al cakit pa...."
"Benarkah anak papa ini sakit?"
"Iya pa....al cakit! mama jaat! al dak boleh ketemu papa!"
si Al sedang merajuk, terlihat kebahagiaan di mata Danish,mereka bercekrama dan sesekali tertawa dengan celotehan anak kecil itu.
tanpa mereka sadari diambang pintu tiga pasang mata menatap ke dalam ruangan itu.
__ADS_1
menyaksikan bagaimana mereka bertiga bercekrama seperti sebuah keluarga kecil bahagia.
bersambung