Cinta Sekar

Cinta Sekar
Kejutan untuk Danish 2


__ADS_3

ceklek....


Pintu dibuka oleh seorang pelayan dan hadiah pun dibawa oleh pelayan tersebut keluar dari kamar tersebut


"Papa!!!!"


teriak seorang anak kecil dan berlari ke arah Danish.


Danish yang kaget dengan kehadiran mereka hanya diam aja, namun dia reflek mengendong anak kecil itu yang tak lain adalah Al, namun matanya lekat memandang wanita yang ada di belakang anak kecil tersebut.


"Papa... Al kangen!"


ucap si Al, namun karena asyik memandang wanita itu , wanita pujaan hatinya, Sekar! Danish mengabaikan ucapan Al yang ada di dalam gendongan nya, dia tak percaya bahwa wanita dan anaknya itu ada di hadapannya sekarang!.


mimpi!!! Danish merasa dia seperti bermimpi seperti hari-hari sebelumnya, dia hampir setiap hari memimpikan Al dan Sekar.


Danish diam! Sekar yang keluar dari kamar itu hanya diam, dia terlihat sangat canggung dihadapan Danish.


Tiba-tiba Danish melihat ke arah sang papa.


seperti tau apa yang ditanyakan anaknya sang Papa tersenyum.


Flash back on


"Ayo sayang lempar bolanya...."


teriak Sekar yang saat ini sedang ada dilapangan di dalam kompleks perumahan yang ditempati nya.


"Ma..... tantam maa"


teriak Al sedang semangat nya. puas bermain bola sore Sekar mengajak Al mencoba wahana permainan anak-anak yang ada di dalam taman tersebut.


"Al... berhenti sayang......mama capek!!"


ucap Sekar pada anaknya yang tak kenal lelah.


Dari kejauhan nampak Bu Sri berjalan mendekati taman bermain tersebut.


" Itu Sekar tuan!... apa perlu saya panggil kan?"


"Tidak perlu...biar saya temui sendiri, terimakasih bantuannya"


"Sama-sama tuan"


Bu Sri berlalu dari sana, kembali lagi ke rumahnya.


"Sekar!"


panggil lelaki tersebut setelah lebih dekat dengan Sekar dan Al ananknya.


Sekar kaget mendapati siapa yang memanggil nya.

__ADS_1


Disinilah mereka sekarang....


"Opa Al dak mau sayul.... Al dak suka!!"


Sekar diam saja dengan apa yang dikatakan oleh anaknya.


"Baiklah, Fer...ambil sayur nya kan beli dia ayam crispy itu! Al suka yang ini?"


tanya Lelaki tersebut, dia adalah tuan Rahardian.


"Iya Al mau opa!!"


"Kenapa tuan menemui saya?saya tak lagi menemui Danish, saya sudah berjanji dan akan menepati janji saya"


"Kamu tidak kasihan dengan Al? dia butuh papanya!"


"Danish bukan papa Al tuan!"


ucap Sekar lirih sambil menunduk.


"Tapi yang Al tau dia adalah papanya! selama ini aku diam, aku sengaja membiarkan kamu dan Danish terpisah! aku bukan papa yang baik Sekar, aku secara tidak langsung yang menyebabkan anakku Alando meninggal, aku tak ingin kehilangan Danish juga! hubungan ku dengan Danish kurang baik sejak dulu dan itu membuat hubungan kami sampai sekarang tak sedekat Al dan Danish.


karena itu Sekar! bantulah aku... bantulah aku mendapatkan anakku kembali!"


ucap tuan Rahardian panjang lebar.


Sekar melihat lelaki paru baya itu menetes kan air matanya walau langsung dihapusnya.Sekar bimbang dengan maksud dari tuan Rahardian.


"Besok Danish ulangtahun,saya ingin memberikan kejutan untuknya... maukah kamu dan Al menjadi kejutan untuk Danish Sekar?.... Papa mohon! kabulkan keinginan Papa!"


Sekar kaget dengan penuturan tuan Rahardian yang menyebutkan dirinya papa.


"Kamu istri almarhum Alando, berarti kamu juga anak papa! dan sebentar lagi kamu mau kan jadi menantu papa lagi?"


"hiks....hiks....hiks...."


pecah sudah tangis Sekar, dia mengangguk atas permintaan tuan Rahardian. tiba-tiba dia memeluk Lelaki paru baya tersebut.


"Terimakasih sudah menerima kami! terimakasih karena memikirkan kebahagiaan Danish! terimakasih!!"


"papa juga minta maaf! maaf karena membuat kamu menunggu lama!!"


"Tidak apa-apa pa! Sekar mengerti!"


Acara haru biru diakhiri dengan gelak tawa tuan Rahardian dengan ulah lucu cucunya si Al, dia malah minta ikut pulang sang opa,dengan susah payah Al di bujuk dan akhirnya semuanya dapat di atasi oleh Sekar namun sebelumnya sang opa harus membelikan banyak sekali mainan untuk Al.


flash back off


"Selamat ulangtahun Danish!!"


ucap Sekar yang terlihat canggung. Danish hanya diam saja...namun dia segera menyerahkan Al pada papanya.

__ADS_1


"Sayang ikut opa dulu ya?"


"oce papa!"


"Pa... makasih!!"


"Sudah sana!"


Danish melangkah menuju ke arah Sekar, semua tamu terdekat mereka karena kolega bisnis sang papa sudah berpamitan semua,dan tamu yang belum pulang bersorak gembira,dan bertepuk tangan, apalagi teman-teman Sekar di butik, mereka seakan tak percaya akan apa yang dilihatnya.


Danish menarik Sekar kembali masuk ke dalam kamar tamu, dia tak memperdulikan sorakan dari beberapa temannya.


Mama dan papanya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Danish, akhirnya para tamu melanjutkan pesta mereka tanpa mempedulikan dua sejoli yang sedang kasmaran tersebut.


Di dalam kamar...


"Dan!! ngapain kita kesini lagi? ayo keluar gak enak dilihat orang-orang Dan!!"


Tanpa mempedulikan perkataan Sekar, Danish menarik pinggang Sekar dan mulai mendaratkan c*i*umannya di bibir Sekar, wanita yang selama beberapa tahun ini dia perjuangkan. Danish seakan melampiaskan rasa rindunya dengan terus menyerang wanita yang ada di dekapan nya tersebut.


Sekar mendorong Danish karena merasa sesak tak dapat bernafas.


"Danish!!! hosh....hosh...hosh...!"


"Maaf sayang! aku kangen banget sama kamu!!! ini gak mimpi kan??"


"Maunya mimpi ya?"


"enggak dong!! maunya gak mimpi!"


Danish terus saja memeluk Sekar, sambil menciumi puncak kepala Sekar, memang Sekar lebih tua dari Danish tapi tumbuh kekar Danish membuat Sekar terlihat kecil.


"Udah Dan!!! ayo keluar!!"


"Aku masih kangen!!! "


"Ya nanti lagi!! gak enak sama semua tamu! disana juga ada temen-temen aku Dan!!"


"ckck...iya...iya....cup..cup..cup..."


ucap Danish sambil menciumi setiap jengkal wajah Sekar.


"Danish!!!"


"Ciiee. yang semu merah!!"


goda Danish. Danish kembali memeluk Sekar.


"terimakasih pa.... terimakasih kak Alan!"


batin Danish.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2