
Aisyah mendengarkan penjelasan dari sang dosen. Bahkan dengan cepat ia menulis yang diucapkan dosennya. Bukan karena Aisyah rajin, tetapi itu adalah modal persentasenya nanti. Dosen yang satu ini berbeda dari dosen lainnya. Kadang memberikan tugas tanpa ada materi sehingga membuat para mahasiswanya kewalahan untuk mengerjakan tugas darinya
Namum, meski begitu diantara para dosen hanya dialah dosen yang terkenal. Selain terkenal galak, dia juga terkenal dosen paling taat beribadah. Sholat dhuha tak pernah ditinggalkan. Ibadah saja tidak pernah ditinggalkan apalagi pasangannya?
"Sudah paham?" tanyanya.
Diam semua tak ada yang berani menjawab. Tak terkecuali Aisyah yang ikut terdiam.
Azam menarik napas beratnya. Sedari tadi ia berceloteh menjelaskan tak ada satupun yang mengerti membuatnya hanya menahan emosinya.
"Coba kamu yang memakai jilbab biru, sudah mengerti?" Azam menunjuk kearah Aisyah.
Ia tahu bahwa Aisyah sudah memahami penjelasannya sebab, ia sudah tau bagaimana karakter dari Aisyah. Ia akan cermat mendengar penjelasan dan cepat paham meski kadang masih suka lelet.
"Sedikit Pak," jawab Aisyah.
Azam menakutkan kedua alisnya. Jadi sedari tadi ia berceloteh kemana perginya?
"Kenapa hanya sedikit?" Azam merasa tidak puas dengan jawaban Aisyah.
"Maaf Pak. Bapak cepat sekali saat menjelaskan." Aisyah berusaha membela diri.
Kalau memang begitu Azam bisa apa?
Oke, kali ini Azam mengakui kesalahannya.
"Baik kalau begitu, sekarang buka buku kalian bab 3! Kalian pahami lalu kalian kerjaan secara berkelompok. Satu kelompok terdiri dari dua orang! Saya tunggu lima belas menit," titah Azam.
Semua mahasiswa mencari kelompoknya masing-masing. Terlihat Alex telah menarik Nabila untuk menjadi kelompoknya. Sebenarnya Nabila sangat malas berkelompok dengan Alex namun, ia masih mempertimbangkan karena Alex juga termasuk mahasiswa berprestasi.
"Awas macam-macam!" ancam Nabila yang terpaksa menjadi kelompok Alex.
Alex terlihat sangat girang. Disisi lain Aisyah malah satu kelompok Reyhan. Mahasiswa dambaan kaum hawa yang cukup terkenal.
Aisyah sendiri tidak menyangka jika Reyhan akan manarik dia kedalam kelompoknya.
"Kamu gak keberatan kan kelompok kita satu kelompok?" tanya Reyhan. Aisyash pun menggeleng pelan.
"Enggak kok."
Akhirnya semua mahasiswa mengerjakan tugasnya dengan khidmat. Tak ada suara yang menggema. Semua hanya fokus dengan tugas mereka masing-masing.
Reyhan adalah salah satu mahasiswa terpopuler di kampusnya, meskipun ia baru bergabung di kampus setahun yang lalu. Berkat ketampanan dan kepintarannya, Reyhan menjadi salah satu idola kampus.
__ADS_1
Sebenarnya Aisyah terpaksa berada dalam Reyhan, karena, Nabila sudah memiliki partner sendiri.
"Ais, kamu yang menulis! Biar aku yang mencari materinya." Reyhan mulai membuka lembaran buku materi.
Aisyah mengangguk pelan. Dalam diam Aisyah memperhatikan makhluk yang nyaris sempurna di depan matanya itu.
Tak terpungkiri, Aisyah juga merasa kagum atas ciptaan Allah yang satu ini. Diam-diam ia pun tersenyum sendiri.
Namun, senyuman itu sirna kala sang dosen menghampirinya dan mengetuk meja Aisyah.
Aisyah terkejut. Ia segera mendaftarkan wajahnya kembali, seolah tidak sedang tidak memikirkan sesuatu.
"Sudah siap?" tanya Azam.
Ais menggeleng pelan.
"Ini baru di cari, Pak." sahut Reyhan.
Azam pun mengangguk. "Baik, teruskanlah!"
Dada Aisyah semakin bergerumuh. Ia sudah yakin jika Azam sempat memperhatikan dirinya saat mengagumi Rayhan.
Aduh Aisyah... lupakan semuanya! Ingat, kamu sudah menikah!
"Baik, silahkan keluar," ucap Azam pada Aisyah Dan Reyhan yang sudah berhasil mengerjakan tugas dengan sempurna.
Aisyah dan Reyhan merasa senang karna ia bisa bebas lebih awal.
"Ais, ke kantin yuk!" ajak Reyhan.
Ais masih terdiam. Mempertimbangkan ajakan Reyhan. Keputusan yang berat. Jika ia menolak pasti Reyhan akan menganggap dirinya sombong, tetapi jika ia menerima ajakan Reyhan, pasti suaminya yang menjabat sebagai dosen akan marah jika melihatnya.
Cuma sebentar. Semoga aja mas Azam tidak melihat.
Aisyah mengangguk pelan membuat Reyhan menyunggingkan senyumnya. Ia mempersilakan Aisyah untuk jalan lebih dahulu sementara dirinya di belakang Aisyah. Jangan ditanya lagi bagaimana perasaan Reyhan saat ini, tentu saja merasa sangat bahagia, bisa jalan berdua dengan bidadari secantik Aisyah.
Dalam hati Reyhan bersorak ria. Selama satu semester ia tak berani mendekati Aisyah. bahkan untuk menegurnya saja dirinya merasa tidak berani. Namun, berkat tugas yang membawa berkah dirinya pun memberanikan diri untuk mendekati Aisyah. Dan ini adalah kali pertama ia berinteraksi dengan bidadari secantik Aisyah. Sungguh diluar dugaan. Awalnya ia mengira jika Aisyah adalah orang yang jutek dan sombong karena jarang bergaul dengan kaum laki laki. Namun, nyatanya dugaan itu salah. Aisyah terlihat sangat manis dan ramah.
Meski sedikit jutek, Aisyah tipe orang yang menyenangkan. batin Reyhan
"Ais, kamu mau pesan apa?" tanya Reyhan.
"Mi ayam sama es teh aja."
__ADS_1
Reyhan segera memanggil palayan lalu menyebut pesanan mereka.
Tak lama pesanan pun datang.
"Ais aku baru nyadar kalau pas makan kamu itu imut ya?" Reyhan menggoda Aisyah.
Sontak Ais tersedak. Reyhan segera memberikan minum kepada Aisyah. "Pelan, minum dulu!"
Apa apaan sih Reyhan. Kan jadi malu aku.
"Kamu kenapa?" tanya Reyhan saat Aisyah merasa pipinya terasa panas.
"Ah, tidak. Ini terlalu pedas," dusta Aisyah.
"Makanya kalau ngasih cabe jangan banyak-banyak. Sini kita tukaran aja," saran Reyhan.
Aisyah menolak cepat. "Tidak... Tidak... aku gak papa kok. Udah biasa makan pedas. "
"Baiklah. Pelan-pelan ya!"
Aisyah tak bisa mengkontrol detak jantungnya. Selama ini ia tidak pernah dekat dengan lelaki selain Azam dan Alex sehingga membuat getaran dalam hati yang berbeda. Jika saat bersama Alex akan biasa saja namun, kali ini hampir sama dengan getaran saat ia bersama dengan Azam tempo dulu.
Aisyah jangan berpikir lebih. Ingat kamu sudah menikah. Lagi-lagi Aisyah memberi pengiringatan pada dirinya sendiri.
Setelah menikmati semangkok mie ayam, Aisyah dan Reyhan segera meninggalkan kantin. Hari ini masih ada jadwal kuliah lagi, terpaksa mereka harus menunggu.
"Aisyah gimana kalau kita ke perpustakaan dulu sambil menunggu jam pak Alif?" Saran Reyhan.
Dengan cepat Aisyah menyetujuinya. Perpustakaan memang salah satu tempat ternyaman untuk Aisyah.
Sesampainya di sana Ais segera mencari cari buku yang hendak ia baca. Reyhan pun begitu, mengikuti langkah Aisyah
"Ais, kamu sering ke sini ya?" tebak Reyhan.
Lagi-lagi Aisyah mengangguk pelan. "Ia. Hampir tiap hari malah." jawab Aisyah cepat.
Reyhan pun mengangguk pelan. Baiklah sampai disini Reyhan belum ada kendal untuk mendekati Aisyah. Beruntung Reyhan bisa membaca pikiran Aisyah. Terlihat dari gayanya, Aisyah adalah tipe perempuan yang suka di perhatikan. Reyhan tersenyum. Semoga awal yang baik.
.
...TO BE CONTINUE...
...πΈπΈπΈ...
__ADS_1