
Tak ada percakapan antara rua insan yang sedang menikmati sarapan paginya. Sesekali Aisyah hanya melirik suaminya yang terlihat sangat gugup. Asiyah menantikan sebuah penjelasan dari Azam, akan tetapi pria itu masih bungkam.
Karena tidak ada tanda-tanda Azam akan memberikan penjelasan, akhirnya Aisyah memilih untuk meninggalkan meja makan. Tujuannya saat ini adalah langsung ke kampus berada satu mobil dengan suaminya.
Azam yang melihat Aisyah pergi tanpa kata langsung mengejarnya. "Ais tunggu! Baiklah, aku akan jelaskan semuanya."
"Nanti siang atau nanti malam aja, Mas. Aku ada kelas pagi. Mending Mas Azam urusin dulu wanita yang sedang membutuhkan bantuan Mas Azam. Aku bisa kok pergi ke kampus naik taksi."
Jika biasanya ada agenda cium tangan dan kening, kini ucapan salam pun tak terdengar. Itu artinya Aisyah benar-benar dalam mode yang tidak baik. Bahkan mengabaikan suaminya begitu saja. Aisyah bukan wanita yang sempurna. Dirinya masih dalam tahap memperbaiki diri. Jadi wajar saja jika dia masih sering terbawa suasana hatinya, terlebih usianya yang masih muda. Sesabar-sabarnya Aisyah, dia juga wanita biasa yang mengandalkan perasaannya.
Sesampainya di kampus, Nabila merasa ada yang berbeda dari sahabatnya, karena sejak kelas dimulai hingga kelas berakhir tak ada sepatah kata yang keluar dari bibir Aisyah.
"Ais, kamu kenapa? Sakit? Kok wajah kamu pucat?" tanya Nabila yang kini mulai menghampiri ini Aisyah.
"Aku gak papa. Mungkin karena kurang tidur aja tadi malam."
"Ya begitulah, Bil. Wajar saja jika Ais setiap hari kurang tidur, karena setiap malam ria harus begadang untuk pak dosen," celetuk Alex yang juga mengikuti langkah Nabila ke bangku Aisyah.
"Kebiasaan deh suka nimbrung urusan perempuan! Aku jadi heran kamu ini laki-laki atau perempuan!" sinis Nabila.
Tentu saja Alex merasa tidak terima atas ucapan Nabila yang meragukan jenis kelaminnya.
"Jadi kamu mau tahu jenis kelaminku? Sini aku tunjukkin kalau aku ini laki-laki tulen!"
"Alex!" sentak Nabila yang merasa geram pada Alex.
"Bisa gak sih kalian itu gak ribut terus kalau ketemu? Tikus dan kucing di rumah aja gak pernah ribut kalau berpapasan, lha kalian ribut terus!" decak Aisyah yang kemudian memilih meninggalkan kedua orang temannya yang selalu tidak bisa akur.
Nabila yang melihat Aisyah pergi langsung melotot ke arah Alex. "Tuh kan ... Ais marah gara-gara kamu! Lagian kamu ngapain sih sukanya ngintilin kami? Kamu kan laki-laki, main sama yang sejenis kenapa sih!" sewot Nabila yang juga meninggalkan Alex begitu saja.
Lagi-lagi Alex merasa tidak terima dengan ucapan Nabila. "Kok malah gue? Kan lu yang mancing duluan. Nabila!"
__ADS_1
Sebagai seorang sahabat yang sudah lama mengenal Aisyah, tentu saja Nabila peka jika saat ini sahabatnya sedang menghadapi sebuah masalah.
Di kantin, Nabila dan juga Alex hanya saling melempar pandangan ketika pesanan Aisyah telah tiba. Tanpa dijelaskan dengan kata-kata keduanya sudah bisa menebak jika saat ini Aisyah sedang meluapkan emosinya. Dua mangkok bakso jumbo telah tersaji di atas meja bahkan tanpa rasa ragu, Aisyah menurunkan saos dan sambal tanpa ukuran lagi.
"Cukup, Ais! Nanti perut kamu sakit lagi!" tegur Nabila.
"Ais, kalau ada masalah itu cerita, bukan menyiksa diri seperti ini!" timpal Alex.
Mata Aisyah langsung menatap ke arah dua orang sahabatnya. "Kalian bisa diam enggak? kalau nggak bisa diam mending nggak usah di sini. Enggak usah ganggu orang mau makan!"
"Ais, kamu kenapa sih? Ada masalah lagi sama pak Azam?" tanya Nabila.
Tiba -tiba mood Aisyah untuk menyantap baksonya hilang, hingga rasanya tak selera lagi untuk melampiaskan rasa kesalnya pada bakso yang telah berada di mangkok.
"Bil ... ternyata diam-diam Mas Azam punya wanita lain. Aku yakin wanita yang bersama Mas Azam saat itu adalah selingkuhnya, Bil." adu Asiyah dengan air mata yang telah membasahi pipinya.
"Apa? Pak Azam selingkuh?" Nabila terkejut.
Namun, dengan cepat Nabila langsung membungkam mulut Alex agar tak ada yang mendengarkan. "Bisa gak sih kondisikan mulut ini!"
Alex memberontak agar Nabila melepaskan tangannya. "Aduhh ... sakit tahu, Bil. Mana tangan bau trasi lagi!"
"Alex! Nyebelin banget sih kamu jadi orang!" sentak Nabila.
"Aduh ... kalian bisa nggak sih enggak bikin aku tambah kesel!"
Kini suasana pun hening. Nabila dan Alex hanya terus memperhatikan Aisyah yang melampiaskan rasa kesalnya pada bakso super pedas. Bahkan keduanya hanya bisa menelan ludah saat Aisyah terasa kepedasan.
Tiba-tiba ketiganya terkejut saat melihat sebuah botol minuman dingin disodorkan ke depan Aisyah. Aisyah pun langsung mendongak. Karena sangat ia pun langsung tersedak.
Alex dan Nabila sama-sama menggigit bibir saat mengetahui siapa yang datang. Bahkan keduanya merasa takut dengan sorot mata yang dipancarkan.
__ADS_1
"Minum dulu," ujarnya sambil memberikan minuman dingin pada Aisyah.
"Mas Azam ngapain disini?" tanya Aisyah dengan pelan.
"Memangnya aku tidak boleh kesini? Jadi seperti ini makanmu saat di kampus? Pantas saja sering sakit perut."
"Terserah aku. Perut-perut aku kok!"
Melihat suasana tidak baik, Nabila langsung mengajak Alex untuk pergi.
"Ais, kami duluan ya," ucap Nabila.
Alex hanya menautkan kedua alisnya saat tangannya telah dipandang oleh Nabila. "Bil, ngapain kita pergi? Aku mau lihat ada drama apa antara Aisyah dengan pak Azam."
"Gak usah kepo dengan urusan orang lain!"
"Tapi Bil—"
"Udah enggak usah tapi-tapian. Ayo pergi!"
Kini disebuah meja hanya ada dua insan yang sama-sama terdiam. Bahkan Aisyah menjaga jarak duduknya dari Azam. Ia takut setelah ini ada gosip lain yang akan menjatuhkan mereka berdua.
"Mas Azam ngapain ke sini?" ulang Aisyah yang merasa tidak puas akan jawaban dari suaminya.
"Ais, aku bisa jelaskan siapa wanita itu. Tapi kamu jangan melampiaskan kekesalanmu dengan makanan pedas seperti ini. Kamu bisa sakit, Ais."
Aisyah masih acuh pada sang suami, hingga membuat Azam menghela napas panjangnya. "Baiklah, jika kamu masih marah tidak apa-apa. Tapi jangan melampiaskan pada makanan seperti ini! Ya udah, setelah pulang kuliah, tunggu aku ditempat biasa, jangan pulang sendiri, oke!"
Bibir Aisyah masih mengerucut. Jujur ia masih kecewa pada sang suami yang diam-diam menyembunyikan wanita lain dibelakangnya.
...🌸🌸 BERSAMBUNG 🌸🌸...
__ADS_1