Cinta Untuk Aisyah

Cinta Untuk Aisyah
28 ~ Marah


__ADS_3

Sebuah hubungan tanpa kejujuran hanya akan menimbulkan kecurigaan. Bukan tidak bisa menghargai pasang, hanya saja terlalu takut dengan kenyataan. Menyakiti pasangan tidak harus mengkhianatinya, tetapi dengan sebuah kebohongan sama artinya menanam bibit kehancuran.


🌸🌸


Hingga sampai fajar tiba, Aisyah masih mendiamkan suaminya. Setelah sholat subuh, Aisyah langsung turun ke lantai bawah untuk mengerjakan tugasnya sebelum ia berangkat kuliah. Sementara itu Azam masih terpaku di tempat sholat. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada istrinya sehingga mod-nya tidak baik. Bahkan setelah sholat tak ada perbicangan hangat seperti biasanya.


"Ais kenapa ya?"


Karena merasa ada perubahan mod, Azam memutuskan untuk menghampirinya. Namun, saat saat ingin menyimpan sarung yang yang baru saja digunakan untuk sholat, matanya menangkap cahaya dari ponselnya Dengan cepat, Azam pun berjalan mendekat ke nakas.


"Via," gumam Azam dengan kedua alis yang menaut.


Antara ingin mengangkat dan mengabaikan, tetapi saat cahaya ponselnya mati, terlihat ada lima panggilan tak terjawab. Itu artinya sudah sejak tadi Via menghubunginya.


"Ada apa, ya?" batin Azam yang langsung menyambar ponselnya. Baru saja hendak mengusap layar ponsel, tiba-tiba ponselnya menyala kembali. Karena merasa penasaran, Azam langsung mengangkat panggilan telepon dari Via.


"Halo, Assalamuaikum. Ada pa, Vi?" tanya Azam langsung.


"Zam, kenapa baru kamu angkat? Aku sudah menghubungimu sejak tadi malam."

__ADS_1


"Kamu kenapa? Ada apa?"


"Zam, kamu bisakan kesini? Rumah yang baru aku tempati sepertinya ada penunggunya. Aku takut. Hampir satu malaman gak bisa tidur."


Azam membuang beratnya. Bagaimana ia bisa, sementara hati istrinya saja sedangkan tidak baik-baik saja.


"Maaf Vi, aku gak bisa kesana. Pagi ini aku ada jadwal pagi."


"Tapi setelah mengajar, kamu bisa kan kesini? Aku butuh bantuanmu mencari Ustadz untuk meruqyah rumah ini. Please, Zam. Bisa ya?"


"Maaf Vi, tapi aku bener-bener nggak bisa. Setelah pulang ngajar aku harus ke cafe. Aku benar-benar nggak ada waktu."


"Baiklah. Nanti aku coba hubungkan. Ya sudah aku ingin melihat Ais dulu. Assalamualaikum." Azam pun langsung mematikan sambungan teleponnya.


Via yang belum sempat mengucapkan kata terima kasih hanya bisa mengucir bibirnya sambil menahan rasa panas di dalam dada. Meskipun sudah 2 tahun Azam menikahi Aisyah, tetap saja hatinya belum terima. Entah mengapa begitu mudah Azam melupakan cinta mereka berdua.


"Kamu keterlaluan, Zam! Sama sekali sudah tidak peduli lagi kepadaku. Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu nanti." Via tersenyum smirk sambil menatap layar ponselnya yang masih bergambar foto Azam dengannya.


Namun, siapa yang menyangka jika percakapan Azam ditelepon terdengar jelas di telinga Aisyah yang hendak masuk ke dalam kamar. Dadanya berdenyut kembali. Bahkan lagi-lagi matanya terasa panas.

__ADS_1


"Ais," ucap Azam saat menemukan Aisyah di depan pintu kamar. "Ngapain berdiri disini?"


Mata Aisyah menatap Azam tanpa kata. Dalam hati ia menertawakan dirinya yang percaya 100% kepada suaminya. Namun, apa yang didapatkan? Hanya sebuah kebohongan.


"Ais, kamu kenapa sih?" Azam semakin heran saat Aisyah masuk masuk ke dalam kamar tanpa ingin menjawab pertanyaannya. "Ais!" ulang Azam lagi.


"Aku mau mandi, Mas! Mau kuliah!" Nada bicara Ais naik satu tingkat dari biasanya.


Azam yang tak pernah mendengarkan nada emosi sang istri benar-benar tidak tahu apa yang telah terjadi kepada Aisyah hingga akhirnya Azam menahan lengan Aisyah saat hendak masuk ke kamar mandi.


"Tunggu! Kamu kenapa sih? Ada apa? Aku salah apa sama kamu, Ais? Aku tahu jika saat ini kamu lagi kesel sama aku. Katakan apa salahku?"


Lagi-lagi Aisyah harus menertawakan pertanyaan konyol suaminya. "Mas Azam pura-pura gak tahu atau memang tidak ingin tahu?"


"Kamu ngomong apa sih, Ais? Kalau ada aku ada salah, katakan! Jangan begini caranya!"


"Sudahlah, Mas! Aku mau mandi dulu. Mending Mas Azam urusin aja wanita seksi yang lagi butuh bantuan mas Azam."


Azam langsung terbelalak dengan ucapan Aisyah. Apakah Aisyah mendengar perbincangannya dengan Via tadi?

__ADS_1


...🌸 BERSAMBUNG 🌸...


__ADS_2