
Dalam pertemuan ini Azam menjelaskan kepada Aisyah bahwa tidak ada hubungan apapun antara dirinya dengan Via. Azam hanya murni membantu Via saja. Azam berharap dengan pertemuan ini Aisyah tidak mempunyai prasangka buruk kepada dirinya.
Dada Via terasa nyeri ketika Azam terus meyakinkan Aisyah untuk mempercayainya. Sebegitu besarkah cinta Azam untuk Aisyah sehingga tidak ada celah lagi untuk dirinya. Padahal dulu dialah satu-satunya wanita yang selalu dipuja-puji. Namun, sekarang tak sedikitpun Azam melirik dirinya lagi.
"Aku dan Azam tidak memiliki hubungan apa-apa. Jadi kamu tidak usah mempersulit keadaan. Ceritaku dan Azam sudah berakhir sejak lama dan sekarang hanya ada kamu di dalam Azam. Jadi kamu tidak usah takut jika aku akan mengambil Azam," kata Via dengan datar.
Aisyah mengernyit. Jadi wanita yang ada di sampingnya saat ini adalah mantan dari suaminya. Pantas saja keduanya sok akrab. Lalu apakah wanita ini juga masih memiliki perasaan untuk suaminya. Tidak! Itu tidak boleh terjadi. Mantan, tetaplah mantan. Saat ini Azam sudah menikah dengannya.
"Sekali lagi aku minta maaf ya udah membaut kamu berprasangka buruk padaku dan Azam. Yang jelas saat ini aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Azam,* lanjut Via lagi.
Kamu pikir aku akan terima dengan keputusan Azam menikah denganmu. Tidak! Aku sama sekali tidak setuju. Tunggu saja nanti, aku pasti akan menggesermu sebagai istri Azam. Batin Via.
__ADS_1
Karena sudah tidak ada yang ingin dijelaskan lagi akhirnya Azam mengajak Aisyah untuk pulang. Dengan berat hati, Aisyah pasrah mengikuti langkah suami untuk meninggalkan Cafe.
"Ais, sekarang kamu percaya kan, jika antara Aku Dengan Via tidak ada hubungan apa-apa?" Azam masih berusaha untuk mendapatkan kepercayaan dari Aisyah.
"Iya aku percaya." Aisyah berkata dengan ketus.
Sadar jika istrinya masih kesal, Azam pun tak lantas membawa Aisyah untuk langsung pulang ke rumah. Kali ini Azam membawa Aisyah ke sebuah taman untuk menghibur diri untuk sejenak.
"Aku sengaja belum ingin pulang sebelum kamu memaafkanku dan percaya jika aku memang tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Via. Jika kamu masih marah aku tidak akan pulang."
"Enggak bisa gitu dong, Mas. Aku udah capek pengen istirahat!"
__ADS_1
"Iya aku tahu. Tapi kamu jangan marah lagi ya Aku janji enggak akan menemui dia lagi kalau itu hanya akan membuatmu cemburu. Kamu harus tahu Ais, meskipun dia pernah ada di masa laluku tetapi dia tidak akan bisa untuk menjadi masa depanku karena kamu adalah masa depanku. Dan ... tidak akan ada satu orang pun yang bisa menggantikanmu karena cinta ini hanya untuk kamu, Aisyah."
"Aku akan memberi maaf asalkan setelah ini tidak ada lagi yang Mas Azam sembunyikan diriku. Apapun yang Mas Azam lakukan harus Mas Azam ceritakan kepadaku. Aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali."
Azam mengangguk pelan. Dia berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya lagi dan tidak akan melakukan kontak dengan Via. Mendengar janji yang terlihat tulus, Asiyah langsung menerima permintamaafan dari suaminya, meskipun hatinya mas terasa berdenyut.
Hari-hari yang dijalani oleh Asiyah dan juga Azam berjalan seperti biasa. Ais telah melupakan salah paham yang hampir saja merenggangkan hubungan sami istri antara Aisyah dan juga Azam.
Malam yang panjang waktunya untuk beristirahat, tetapi Azam belum bisa tidur karena baru selesai mempersiapkan tugas untuk para mahasiswanya besinya. Baru saja ingin beranjak dari tempat duduknya tiba-tiba ponsel Azam berbunyi. Awalnya dia malas mengangkat panggilan itu karena menganggap jika itu adalah panggilan dari Via. Namun saat melihat layar ponselnya bukan nama Vai yang yang mengambang, melainkan mana mamanya yang mengembang di layar ponselnya dengan cepat azab langsung mengangkat bangunan tersebut.
"Ada apa ini? mengapa malam-malam seperti ini Mama meneleponku?" Azam bertanya pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Karena penasaran Azam segera mengangkat panggilan dari mamanya. Berharap itu bukanlah kabar buruk