Cinta Untuk Rania

Cinta Untuk Rania
Episode 11 : Pertemuan calon mempelai


__ADS_3

air mata mulai membanjiri pipi Rania.. ia pun berusaha menahan tangis, menjawab pertanyaan bu Murni


"ahh iya bu, nanti malam Rania pulang ke panti" ucap Rania


"baiklah, ibu tunggu, hati hati ya nak.. assalammualaikum" ucap bu Murni


"waalaikumsalam" jawab Rania mematikan Handphonenya


Putra yang sedari tadi hanya diam dan mendengarkan, kemudian ia pun membuka pembicaraan


"ada masalah serius?" tanya Putra yang khawatir


"maaf mas sebelumnya... saya akan menjelaskan terlebih dahulu sebelum menjawab peryataan mas" ucap Rania yang kemudian ia pun menjelaskan keadaan dirinya yang seorang yatim piatu, diasuh dan dibesarkan di panti, bekerja keras hingga menjadi seperti saat ini.


Rania pun menjelaskan tentang perjodohan yang telah diatur oleh bu murni, dan ia sudah berjanji memenuhi permintaan ibu asuhnya


"andai saja kamu datang sebelum perjodohan itu terjadi mas" ucap Rania sambil berurai air mata


Putra berusaha tenang, ia sudah biasa berada dalam situasi mendebarkan, walaupun kali ini ia benar benar merasa marah dan cemburu


"apakah kamu mencintaiku aku?" tanya Putra pada Rania


Rania menatap wajah Putra, ia melihat keyakinan dan sungguh sunguh pada mata pria ini..


"iya.. mas sebenarnya.. aku juga menyukai kamu" jawab Rania berlinang air mata


"baguslah, kalo begitu semua akan mudah, kamu jangan berpikir yang berat, percaya padaku" ucap Putra sambil menggenggam erat tangan wanitanya


tentu saja seorang Putra tidak akan membiarkan pria manapun mendekati kekasih hatinya ini, bagaimanapun Rania harus menjadi miliknya, Rania hanya kan menjadi istrinya bukan lelaki lain


ada rasa khawatir, bimbang, sedih dalam hati Rania tapi ia percaya pada kata kata lelaki yang menjadi kekasihnya ini


"iya mas.. aku percaya kamu" ucap Rania


"aku antar kamu pulang dan kamu siap siap, aku antar ke panti, pantinya ada di daerah mana?" tanya Putra


"di daerah B, satu jam perjalanan dari sini?" ucap Rania


Putra pun sejenak berpikir, mama Rika juga akan mempertemukan wanita yang dijodohkan dengannya besok, di daerah B juga


"jam berapa acara pertemuan itu? tanya Putra


"selepas dzuhur mas sekitar jam 1" jawab Rania

__ADS_1


"kok bisa pas gini ya, mama Rika mengirim pesan td pagi, acara pertemuan besok di daerah B, jam 1 siang juga" gumam Putra dalam hati


"ya sudah ayo mas antar ke rumah kamu dulu" ucap Putra


mereka pun beranjak pergi menuju kontrakan Rania, Rania harus kemas2 karena ia akan menginap di panti.


Sepanjang perjalanan mereka banyak bercerita, masing masing menceritakan tentang kehidupannya, keduanya benar benar dalam masa indahnya jatuh cinta, Putra yang sebenarnya bukan lelaki yang banyak bicara, bisa menceritakan kehidupannya dengan Rania, entah mengapa wanita ini sangat membuat dirinya terpikat... membuatnya jatuh cinta.. tak lama karena kecapekan Rania pun tertidur, Putra membiarkannya hingga tak terasa mereka sudah sampai di tempat tujuan


Putra memandang Rania dengan penuh rasa cinta, pertama kali ia merasakan jatuh cinta sehingga rasanya ia tak ingin berpisah dengan gadisnya ini, ia pun mengusap pipi Rania memandangi wajah putih dan mulus gadis ini, "cantik" gumam Putra, "kamulah satu satunya wanita yang aku cintai Rania, kamu yang membuat jantung ini berdebar debar, hanya akulah yang boleh memilikimu sayang" ucap Putra..ia pun mengecup dahi Rania


Rania menggeliat dan membuka matanya, seketika mata mereka bertatapan, rasa cinta begitu terpancar dari kedua tatapan mereka, Putra pun tersenyum memandang kekasih hatinya ini...


"kita sudah sampai sayang.." ucap Putra


Putra pun membantu Rania menurunkan barang barangnya


"ayo masuk mas" ucap Rania


"ngga usah, mas lanjut dulu ada kerjaan" jawab Putra


"tapi,, bagaimana dengan.." tanya Rania dengan penuh cemas


"kamu tenang aja.. semuanya akan baik baik, kita ketemu besok, sebaiknya kamu istirahat jangan pikir yang macam macam, percaya mas" ucap Putra dengan senyum sambil mengelus kepala Rania


"baiklah.. hati - hati menyetir mas"


Bukan tanpa alasan Putra ingin segera pulang, ia ingin bertemu mamanya menanyakan perihal pertemuan besok..


"Assalammualaikum... ma.. mama" ucap Putra sambil mencari mama Rika


"wa'alaikumsalam, ngapain cari mama" ucap Putri yang tiba tiba muncul


Putri adalah adik semata wayang Putra, ia seorang dokter kandungan berusia 27 tahun, sudah 3 tahun ini ia tinggal di jerman mendampingi suaminya yang bekerja di sana, ia pun langsung mengambil spesialis di negara tersebut..


"Putri!!! ya Allah dek, ngagetin mas, kok bisa pulang ke sini mendadak, nggak ngabarin?" tanya Putra yang kaget melihat adiknya ada di rumah


"ya iyalah mas.. wong masnya mau tunangan, masa nggak pulang" ucap putri sambil tertawa


"pasti kerjaan mama ni... najma mana dek?"


"ada di dalam sama mama" jawab Putri sambil menuju ke ruang keluarga


"o om.. oom" ucap najma

__ADS_1


"sini kesayangan om... biasanya cuma vid call.. ini bisa ketemu langsung" ucap Putra sambil menggendong keponakannya


"tumben jam segini udah pulang... kamu udh makan belom?" tanya mama Rika


"Putra ijin ma.. katanya besok ada acara" ucap Putra sambil menyerahkan najma pada Putri


Rika kaget dan heran, biasanya Putra akan terang terangan menolak jika akan dijodohkan


"oh iya ma, besok tempatnya dimana?" tanya Putra dengan antusias


"kan udah mama WA tadi" jawab mama Rika


"yang lebih spesifik ma.. alamatnya?" tanya Putra


"nggak ah..ntar kamu kabur lagi, mau ditaroh dimana muka mama, besok kita pergi sama sama" ucap mama Rika


"idihhh yang nggak sabaran, ngebet ya mas" goda Putri


"kalian berdua sama aja, yang jelas kalo Putra nggak cocok, Putra bawa calon sendiri" Ucap Putra


"emang udah punya?" tanya mama Rika


"liat besok deh ma, Fathur mana dek" tanya Putra pada adeknya


"noh di belakang.. mas Fathur nemenin papa mancing di kolam ikan piaraan sendiri, heraaannn hobi kok samaan, mancing kok di kolam piaraan, abis mancing dapat trus dilepas lagi" ucap Putri


Putra lebih memilih naik ke kamarnya, sebenarnya ia ingin mengobrol dengan adik iparnya tapi apa daya, papa Ferry sudah memboikotnya, jadilah ia merebahkan diri saja, ia masih penasaran dengan wanita yang dijodohkan mamanya, tapi jika wanita itu hukan Rania, jelas ia akan menolak dan membawa Rania ke hadapan mama, karena selama ini mama Rika hanya menginginkan dirinya menikah tanpa memilih milih siapa yang akan mendampingi dirinya nanti, ia yakin mama Rika tidak akan menolak Rania, jika pun ia menolak, Putra tidak perduli ia akan tetap menikahi Rania dengan atau tanpa persetujuan mamanya..


ia pun membuka handphonenya, dan mulai mengetik


"kamu sudah tidur?" tanya putra


dalam sebuah kamar di panti, kamar yang sejak dulu ia tempati sedari kecil, Rania merebahkan dirinya, memikirkan cobaan cobaan yang selalu menghampiri dirinya, ia pun mengambil sebuah kotak perhiasan kemudian membukanya, mengambil sebuah kalung dengan liontin yang memiliki batu berwarna biru, dibalik liontin tersebut terdapat tulisan kecil "Rania"


tiba tiba bunyi handphone membuyarkan pikirannya


sebuah pesan dari Putra


"mau tidur mas, sudah di atas tempat tidur" balas Rania


"istirahtlah ❤"


"mas juga 🤗" Rania kembali membalas pesan

__ADS_1


Rania tau Putra bukanlah tipe pria romantis yang bisa mengucapkan kata kata cinta, tetapi perbuatan yang Putra tunjukkan memang mengesankan bagi Rania, ia benar benar pria sejati, gentle, tegas dan berwibawa, karena itu Rania sungguh jatuh hati padanya..


malam pun semakin larut Rania memilih tidur, tanpa memusingkan yang terjadi esok, ia percaya pada Putra, ntah kenapa ia selalu merasa yakin pada pria yang sudah membuatnya jatuh cinta..


__ADS_2