
"Subhannallah... cantik banget Vit" ucap Rania dengan kagum
"bagus ya Ran kebayanya? pas juga di badan"
ujar Vita sambil melihat dirinya di cermin
"wah cantiknya anak mami, bisa pangling Rangga liat kamu sayang".. kata mami Ina menghampiri Vita
"Rania aja yang perempuan takjub mi.. apalagi Rangga yang laki laki... heheheh" ucap Rania
"ihh bisa aja kamu Ran, jadi malu nih" ucap Vita sambil tersipu
"anak mami dua-duanya cantik, mami juga nggak sabar suatu saat nanti melihat kamu Rania memakai kebaya pernikahan" ucap mami Ina sambil memeluk Rania
"amin makasih mi, insyaallah kalo jodohnya datang suatu saat nanti"
"iya sayang.. mami juga doakan kamu.. kamu juga anak mami"
kedua sahabat itu bercengkrama di sebuah butik ternama di kota A, Rania begitu bahagia karena sahabat terbaiknya sedari kecil akan segera menjadi mempelai... "mudah mudahan kamu selalu bahagia Vita.. " doa Rania untuk Vita
Hari pernikahan Vita dan Rangga
malam ini merupakan malam yang berbahagia bagi Vita dan Rangga.. seusai melaksanakan ijab qabul di pagi hari, resepsi mewah dan megah pun dilaksanakan pada malam hari di hotel berbintang di kota A
Rania mendapat tugas untuk mengarahkan para tamu yang hadir... suasana pesta yang meriah dengan penyanyi artis ternama menghiasi pernikahan mewah itu..
__ADS_1
"Raniaaa...." ucap teman teman sekolah mereka yang hadir di pesta itu
"haiiiii... ya ampun ketemu juga akhirnya..." ucap Rania sambil mencium pipi teman temannya
Rania pun mengarahkan tempat duduk di depan..
rasa kangen karena sudah lama tidak bertemu membuat mereka asyik bercengkrama..
setelah teman teman pulang.. Rania kembali mengarahkan tamu tamu yang lain..
dan Rania pun kaget karena Putra juga hadir di acara itu..
Putra yang gagah memakai batik lengan panjang, membuatnya makin mempesona.. sehingga banyak wanita wanita yang meliriknya..
"iya mas.. saya sahabatnya mempelai wanita, kalo mas Putra kenalan yang mana? ucap Rania
"ohh saya sahabatnya Rangga"
"mari mas, duduk di depan saja" ucap Rania sambil berjalan
namun tiba - tiba seorang wanita menghampiri Putra
__ADS_1
"Putraaa, tidak disangka kita bertemu di sini sayang"
ucap Melissa sambil memeluk Putra
"cukup mel, lepaskan!!!
"kenapa? kau tidak kangen denganku sayang... sudah 6 bulan kita tidak bertemu sejak hari pertunangan kita" ucap Melissa dengan manja sambil melirik Rania
Rania yang melihat Melissa memeluk Putra dengan manja tiba tiba terdiam dan kaget
"siapa perempuan ini" tanya Melissa sambil menatap tajam Rania
"ah maaf.. perkenalkan saya Rania, saya sahabat mempelai wanita kebetulan saya juga panitia dalam acara ini, silahkan mbak dan mas untuk duduk di depan.." ucap Rania sambil mempersilahlan Melissa dan Putea untuk duduk
"ahh ok.. terima kasih Rania.. ayo sayang" ucap Melissa sambil berlalu menggandeng lengan Putra
Putra hanya diam dan mengikuti kemauan Melissa, ia tau watak wanita ini bila keinginannya tidak dituruti. Putra tidak ingin Melissa membuat masalah di pesta sahabatnya, bisa bisa membuat malu mempelai di hadapan para tamu undangan..Putra terpaksa menerima ajakan Melissa walapun ia sebenarnya tak mau.
"Ya Allah... kenapa ya hatiku ini jadi sakit melihat kemesraan mereka" gumam Rania
"tidak tidak ini tidak boleh terjadi, aku sudah menerima perjodohan ibu Murni, ya Allah hilangkanlah rasa ini" ucap Rania sambil meneteskan air mata
Rania bisa merasakan kepedihan yang amat sangat melihat kemesraan Melissa dan Putra.. apalagi Putra tidak menolak saat Melissa dengan manja menggandeng tangannya..
malam pun berlalu.. menyisakan seorang wanita yang berurai air mata di atas tempat tidurnya.. sungguh saat ini ia menginginkan hadirnya kedua orang tua, ia memikirkan begitu pahit kehidupan yang dilalui, ia mulai bahagia ketika rasa cinta tumbuh di hatinya.. rasa bahagia yang sebentar.. ya sebentar karena ia sebentar lagi akan menikah dengan orang yang tidak ia kenal, ditambah dia melihat kenyataan bahwa orang yang dia suka sudah bertunangan..
__ADS_1