Cinta Untuk Rania

Cinta Untuk Rania
Episode 7 : Panti Asuhan


__ADS_3

sebuah mobil mewah terlihat berhenti di halaman panti, seorang wanita paruh baya, menggunakan hijab pink dengan setelan yang elegan turun dari mobil tersebut


"Assalammualaikum, bu Murni ada?"


sapa mama Rika pada anak panti yang remaja


"wa'alaikumsalam, ada nyonya, silahkan duduk, sebentar saya panggilkan"


jawab anak panti tersebut sambil mempersilahkan mama rika untuk duduk


tak lama.. bu Murni pun muncul ke ruang tamu


"Rika... ya ampun sudah lama kita tidak bertemu"


ucap bu murni yang langsung memeluk sahabatnya itu


"Iya Mur, aku kangen sama kamu, maaf lama tidak berkunjung" ucap bu Murni


"yukk duduk, apa kabar suami dan anak-anak kamu?" tanya bu Murni


"Alhamdulillah baik Mur, Putri sekarang di Jerman, ikut suaminya yang tugas di sana, kemungkinan bulan depan mereka kembali, dan aku juga udah punya cucu"


"aduhhh seneng dengarnya... nggak terasa ya.. kita udah tua, kamu udah jadi oma, terus Putra apa kabar? anak kamu yang sulung itu"


tanya bu Murni

__ADS_1


"Alhamdulillah Putra sudah berdinas di kepolisian, nah aku ke sini sebenarnya ingin meminta tolong sama kamu.."


"lho kenapa.. apapun yang bisa aku bantu, insyaAllah akan aku bantu Rik.., dulu kamu satu satunya yang membantu aku saat dalam keadaan terpuruk"


"begini Mur, tentang anak sulungku, aku meminta tolong agar kamu carikan wanita yang sesuai untuk jadi calon istrinya"


"lho.. memangnya kenapa dengan Putra, Rik?"


"Aku bingung, usianya sudah 30 tahun, tapi tidak tertarik dengan wanita, bahkan sudah berpuluh puluh gadis yang aku tawarkan, tapi ditolak olehnya"


"sudah kamu ajak bicara"


"sudah.. tapi selalu dijawab dengan ketus, mungkin dia tidak suka dengan wanita sexy, makanya aku minta tolong sama kamu, ada nggak kira kira calon yang tepat buat Putra?"


"aku nggak masalah Mur, yang penting ia baik, dan menerima Putra apa adanya, aku percaya kamu"


ujar mama Rika


"baik, aku akan menghubunginya dulu, nanti segera kukabari"


"terima kasih banyak ya Mur, aku pamit dulu," ucap mama Rika


"hati hati Rik" ucap bu murni


mama Rika pun berlalu dengan mobil mewahnya hatinya sedikit lega, kali ini ia akan memaksa Putra, mau tidak mau Putra harus menerima pilihannya. mama Rika tidak mau kalo harus malu sampai kedua kali, karena dulu, Putra terang terangan menolak Melissa anak sahabatnya, padahal Melissa adalah wanita sempurna sanggat pantas mendampingi Putra.

__ADS_1


---------------------------------------------------------------------------------


sementara itu di Rumah sakit


bunyi dering telpon...


"mhmm.. ibu Murni, Assalammualaikum bu"


Rania mengangkat handphonenya


"Wa'alaikumsalam nak, kamu apa kabar sayang? ibu kangen.." ucap mama Rika


"iya bu Rania juga kangen sama ibu dan adik adik, tapi Rania belum dapat libur, insyaAllah minggu depan Rania bisa pulang ke panti" ucap Rania


"iya ibu mengerti, kamu pasti sibuk, ibu mau ketemu secepatnya, ada yang ingin ibu bicarakan, ibu punya permintaan Rania" ujar bu Murni


Rania terkejut, tidak pernah bu Murni meminta sesuatu darinya, pasti ada sesuatu yang penting


"iya bu, insyaAllah selagi bisa, Rania pasti memenuhi permintaan ibu, kalau begitu, nanti malam Rania pulang ke panti" kata Rania


"baiklah nak, ibu tunggu, kamu hati hati ya sayang, assalammualaikum"


"iya bu, waalaikumsalam.."


Rania pun melanjutkan pekerjaannya, sudah hampir pukul 6 sore.. Rania bersiap siap pulang..

__ADS_1


__ADS_2