Cinta Untuk Rania

Cinta Untuk Rania
Episode 5 : Penyanderaan


__ADS_3

Rania bangun pukul 3 sore, sebenarnya ia malas bergerak, tetapi stok di rumah sudah habis, ia pun pergi memanggil ojek online dan pergi berbelanja di swalayan


"enak kali ya, masak daging lada hitam" ucap Rania sambil memilih daging di swalayan tersebut


"sayur bayam, tomat, wortel, kentang.. apalagi ya" gumamnya sambil membaca catatan di handphonenya..


Suara handphone berdering


"Assalammualaikum Vita "


"Waalaikumsalam Rania... mamai ngajakin tuh buat fitting baju, buat lamaran gue hari minggu"


"kapan?"


"lusa, gimana kosong nggak hari itu?" tanya Vita


"mhm... bisa bisa, kasih alamatnya aja, biar aku samperin ke situ" jawab Rania


"oke deh, skalian ngingetin, jangan lupa dandan yang cantik, sapa tau ada yang kecantol pas acara gue ntar, hihihihi " canda Vita


"ishh bisaaaa aja si vita ini kalo ngeledekin, ya udah, mau lanjut belanja nih"


"hahahaha, iya iya, jangan marah ntar cepet tua, byeeee assalammualaikum"


Vita memutuskan mengakhiri percakapan, daripada ntar disemprot..

__ADS_1


sekitar 1jam Rania berkeliling memilih bahan makanan yang hendak dibeli.


troli belajaannya sudah penuh, ia pun tersenyum puas, Rania pun antri melakukan pembayaran.


tiba-tiba sekelompok pria berdatangan dan berteriak sambil mengacungkan senjata tajam


"Diammm!!!! semua tiarap, jangan coba ada yang melawan kalo tidak mau dibacok" suara perampok itu sungguh membuat pengunjung ketakutan


Rania pun terdiam dan shock, dia belum pernah berada di situasi mencekam seperti ini


ada pengunjung yang sempat berlarian keluar, mereka pun berteriak minta tolong...


tidak jauh dari swalayan, Putra sedang duduk di warung kopi, mengobrol santai dengan temannya sambil menikmati kopi. tiba-tiba mendengar suara orang-orang berteriak..


Putra segera beranjak dan mengeluarkan senjatanya.. ia mendekat ke pintu swalayan, melihat seorang perampok, yang matanya merah


"mhm.. dia pasti habis minum" gumam Putra


ia pun mengendap endap mempelajari situasi, berapa orang perampok? berapa orang yang disandera? semua harus diperhitungkan mengingat banyak warga sipil yang terjebak di dalam. ia tak mau sampai ada korban jiwa. saat ia mengitari pintu kaca swalayan matanya melihat ke arah seorang wanita yang terlihat ketakutan, dengan senjata api yang ditodongkan ke arahnya


"sial, dia membawa senjata api" Putra segera menghubungi anggotanya


dan tiba-tiba ia menatap wanita yang disandera itu itu "Rania, dokter itu, Ya Allah" jantung Putra semakin berdebar kencang, entah mengapa ia tak mau terjadi sesuatu pada wanita itu


Rania menatap Putra dengan wajah ketakutan, seakan akan memohon untuk menyelamatkannya,

__ADS_1


tanpa banyak membuang waktu, ia segera masuk ke dalam swalayan.. dengan sigap mengarahkan senjatanya dan


dorrrrrrr satu tembakan mengenai kaki pelaku,


dorrrrrrr satu tembakan lagi tepat mengenai perut pelaku lainnya


dan tersisa 1 pelaku lagi yang tak lain orang yang tengah menodongkan senjatanya pada Rania, satu tangannya memegang tangan Rania


"Kau maju, dia mati, aku hanya mau uang, ambilkan uang di dalam kasir itu!!!!!!" ucap pelaku


bau alkohol menyerbak, ya...dia dalam keadaan mabuk


air mata Rania menetes, "Ya Allah inikah akhir hidupku"


"Heiiii dokter, percaya padaku" ucap Putra yakin sambil menatap tajam pada Rania


entah kenapa perkataan polisi itu membuat Rania merasa sedikit yakin bahwa ia akan selamat, ya.. tak ada lagi yang bisa Rania lakukan selain menggantungkan hidupnya pada polisi itu saat ini, Putra.


Rania mengangguk dengan air mata yang membasahi pipi, situasi sungguh mencekam, tak pernah sekalipun ia berpikir akan ada dalam kondisi seperti ini, ia sudah cukup menderita selama ini..


Dorrrrrrrrrr..... suara tembakan


seorang perempuan ambruk... jatuh ke lantai..


"Raniaaaaaaaaaa" Putra berteriak

__ADS_1


__ADS_2