Cinta Untuk Rania

Cinta Untuk Rania
Episode 14 : jalan jalan


__ADS_3

setelah berpamitan pada bu Murni dan anak anak panti, Putra dan Rania pun beranjak pergi, Putra mengajak Rania jalan jalan hari ini, karena besok mereka berdua akan sangat sibuk dengan pekerjaan masing masing


mereka pergi ke sebuah mall di kota A, setelah sampai Putra segera menggandeng Rania untuk masuk ke toko perhiasan


"mau ngapain ke sini mas?" tany Rania yang bingung


Putra hanya tersenyum dan menghampiri pelayan toko


"ada yang bisa dibantu pak?" tanya pelayan toko


"tolong perlihatkan koleksi cincin pernikahan terbaru" ucap Putra


"sebelah sini pak" jawab pelayan toko mengarahkan Putra menuju etalase


"kamu pilih cincin yang kamu suka untuk pernikahan kita nanti" ucap Putra


"tapi mas, apa nggak salah, di sini mahal, ini toko berlian?" ucap Rania berbisik


Putra hanya tersenyum "kamu pilih saja yang kamu suka"


Rania pun melihat beberapa koleksi yang ditawarkan pelayan toko, ia melihat sebua cincin bermatakan batu biru ia teringat akan kalungnya yang sama dengan warna mata cincin itu


"bisa liat yang ini mbak" ucap Ranja sambil menunjuk cincin bermata biru

__ADS_1



"wahh pilihan yang tepat, ini berlian blue sapphire, warna yang cantik sekali" ucap sang pelayang toko


cincin yang dicoba ukurannya sangat pas di jari manis Rania


"kamu suka itu? mbak.. yang itu saja" ucap Putra


"baik pak, akan saya siapkan" ucap sang pelayan


"sebentar mbak, ini harganya berapa ya?" tanya Rania tiba tiba


"ini harganya Rp 755.000.000, sebentar mbak akan saya persiapkan" ucap pelayan toko


"tidak masalah Rania, kita ambil itu saja" ucap Putra


Putra segera membayar ke kasir, dan mengajak Rania makan siang


Rania yang masih bingung, tak percaya bahwa Putra baru saja membelikan cincin seharga tujuh ratus juta, bagi Rania uang sejumlah itu amatlah sangat banyak,


Putra yang melihat Rania kebingungan mulai berbicara


"kenapa? kok kamu diam dari tadi?" tanya Putra

__ADS_1


"mas.. apa tidak salah cincin itu harganya tujuhh ratuss jutaaa, mas sudah menghabiskan uang sebesar itu" ucap Rania


"kalau kamu suka tidak masalah, Rania mas bukan hanya seorang polisi, tapi juga pemilik perusahaan, kamu tidak perlu khawatir, insyaAllah mas mencari rejeki yang halal, dan menafkahimu juga dengan yang halal" jelas Putra pada Rania sambil tersenyum


sejujurnya Rania berpikir memang tidak mungkin seorang polisi bisa membelikan cincin dengan harga semahal itu, ia merasa takut dan juga sangat sayang untuk sebuah cincin menhabiskan uang sebanyal itu


"iya mas, Rania percaya, hanya saja rasanya terlalu mahal untuk cincin pernikahan" ucap Rania


"tidak masalah asal kamu suka, kamu adalah wanita yang mas cintai, apapun yang kamu inginkan selagi mas bisa insyaAllah akan mas penuhi" ucap Putra


Rania merasa terharu, ia tidak pernah merasa dicintai seperti ini, rasa rasanya ia tak percaya akan ada seorang pria yang rela berkorban untuk dirinya, menyayanginya, memperhatikannya, dan mencintainya seperti ini


dan sekarang laki laki itu duduk tepat di hadapannya, Rania pun tersenyum, dan Putra segera menggenggam erat tangannya




tanpa mereka sadari... dari jauh ada seorang wanita dengan mata penuh kebencian menatap mereka, wanita cantik yang sexy memiliki tubuh seorang model tengah berbelanja bersama teman temannya, tiba tiba ia melihat Putra berjalan menggandeng seorang wanita masuk ke sebuah restoran, ia pun merasa marah dan terbakar cumburu


"kurang ajar, siapa wanita yang merebut Putra dariku, tidak akan kubiarkan hal ini terjadi" ucap Melissa dengan berapi api


__ADS_1


"tidak akan kubiarkan siapapun merebut Putra dariku, lihat saja nanti, akan kulenyapkan kau" ucap Melissa dengan sinis...


__ADS_2