Cinta Untuk Rania

Cinta Untuk Rania
Episode 26 : Nikah Dinas


__ADS_3

Pagi hari di apartemen Putra, seperti biasa Rania sudah bangun dan menyiapkan sarapan, hari kedua Rania tinggal di sini, bi Sumi sangat senang dengan keberadaan Rania, ia sangat ramah.


Ketika bi Sumi datang jam 9 pagi, apartemen sudah rapi, bahkan Rania sudah menyiapkan masakan untuk makan siang, kadang-kadang membuat bi sumi tak enak hati pekerjaannya diambil alih oleh calon istri sang majikan


hari ini adalah hari yang spesial, Rania dan Putra akan menikah dinas, mereka wajib menjalani sidang pra nikah sebagai syarat yang harus dipenuhi kedua calon mempelai. Sidang ini adalah untuk pemberian ijin menikah dari pimpinan kepada setiap anggota yang akan melaksanakan pernikahan.


"sayang.. sudah siap?" ucap Putra sambil mengetuk pintu kamar Rania


"sebentar lagi mas" jawab Rania


"iya sayang" ucap Putra


Putra yang sudah memakai pakaian dinas lengkap duduk di meja makan, menikmati tehnya sambil menunggu pujaan hatinya yang sedang bersiap



Rania sudah keluar kamar, ia menggunakan gamis kebaya modern dengan riasan yang simple


"cantiknya calon bhayangkari mas" ucap Putra yang kemudian mendekati Rania dan mengecup dahinya


" makasih mas...., mas juga ganteng pake seragam" ucap Rania


siapa coba yang tidak terpesona melihat lelaki tampan mengenakan seragam kedinasan yang pas di tubuhnya yang atletis, tinggi badan hampir 180cm, dengan lengan yang berotot dan dada yang bidang. Apalagi lelaki tersebut sangat mencintai Rania

__ADS_1


"Rania gugup mas, ditanya tanya nggak?" tanya Rania


"mhm... ada sesi tanya jawab sih, tergantung yang mimpin sidangnya" ucap Putra


"bismillah aja mas, hehehe" jawab Rania


"iya.. santai.. jangan tegang, nanti pimpinan sidang memberikan wejangan dan nasihat nasihat pernikahan, dan menjelaskan tugas tugas anggota kepolisian agar istri mengerti kondisi pekerjaan suami yang kadang kadang nggak pulang dan sebagai bhayangkari harus mendukung suami serta siap dalam segala kondisi dan resiko" ucap Putra menjelaskan


"iya mas, Rania mengerti" ucap Rania tersenyum


"yuk.. mama, papa, bu Murni dan pak Arifin nt langsung ke sana" ucap Putra


"mereka ikut juga?" tanya Rania


mereka melaksanakan nikah dinas di aula Polres tempat Putra sehari hari berdinas, karena salah satu calon mempelai yang akan mengikuti sidang pra nikah adalah kasat reskrim, maka kapolres yang akan memimpin jalannya sidang pra nikah


setelah sampai di polres, Rania dan Putra pun segera menuju ke aula, mama dan papa serta bu Murni dan pak Arifin sudah sampai duluan dan sudah duduk di dalam ruang sidang


Sidang berjalan selama hampir 2 jam, Rania mendengarkan penjelasan pimpinan sidang dengan baik, ia jadi mengerti akan tugas tugas istri polisi, serta wajib memberikan dukungan pada suami dan siap dalam kondisi apapun karena pekerjaan yang kadang kadang memiliki resiko berbahaya


Sidang tidak terasa membosankan, karena pimpinan sidang kadang kadang menyelipkan guyonan di sela sela wejangan dan nasihat yang beliau sampaikan


"Alhamdulillah selesai, selamat ya sayang.." ucap mama Rika kemudian memeluk dan mencium pipi Rania juga Putra

__ADS_1


begitu pula dengan papa, bu Murni dan pak Arifin memberikan selamat kepada calon mempelai, mereka pun tak lupa berphoto bersama sama.. kedua orangmg tua mereka memilih pulang duluan


Putra dan Rania masih di Polres untuk jamuan makan bersama kapolres dan pejabat lain


para anggota pun memberikan ucapan selamat pada kasatnya dan Rania, akhirnya komandan mereka menikah juga, dan mereka akan segera memiliki bu kasat, berharap Putra agar sering tersenyum dan tidak membuat anggotanya sering berdebar debar


raut bahagia kedua wajah mereka membuat teman teman kantor ikut senang dalam euforia itu


tinggal selangkah lagi bagi mereka agar menjadi pasangan yang halal di mata Allah, yaitu pernikahan yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi..


akan tetapi si tempat lain ada seorang wanita yang merasa tidak bahagia akan kabar pernikahan Rania dan Putra


"brengggggseeekkkkkkk!!!!!!!!" ucap Melissa sambil menghancurkan barang barang di kamarnya


"arrrghhhhh sialll, benar benar siallll"


"tidak akan kubiarkan, aku tidak rela harta Putra dinikmati perempuan ituu, akuuu tidaakkk relaa!!! teriak Melissa di kamarnya


"akannn kubuat kau menyesal perempuan siall, akan kulenyapkan kau"



ucap Melissa dengan sinis dan berapi api, ia sungguh marah dan emosi, segala cara akan dilakukannya untuk mendapatkan Putra di sisinya

__ADS_1


__ADS_2