
Putra melangkahkan kaki keluar dari mobil, melirik jam tangannya yang menunjukkan waktu pukul 8 malam, ia sama sekali tak menghubungi Rania semenjak sore, Putra berpikir tidak akan mengganggu Rania yang sedang menghabiskan waktu bersama sahabatnya
pintu lift terbuka, ia keluar menuju apartemennya... saat ia berada di depan pintu tiba tiba seseorang memeluknya
"Putraaa... aku merindukanmu,," ucap wanita itu memeluk Putra
dan di saat yang sama terdengar suara yang tidak asing memanggilnya
"maaassss?" ucap Rania
Putra menoleh, dan melihat Rania menatapnya dengan mata yang mulai dipenuhi airmata., seketika Putra melepaskan pelukan wanita itu, ia tak mau Rania menjadi salah paham dengan kejadian ini,
ia melangkahkan kakinya mendekati Rania
"Rania, tolong jangan salah paham" ucap Putra padanya
"Putraa!!!!!" teriak wanita yang memeluknya tadi
dia adalah Melissa, wanita licik yang masih mengharapkan Putra menjadi miliknya, ia belum merasa puas sampai ia bisa mendapatkan harta Putra
"jadi ini, perempuan ****** yang berusaha merebutmu dariku?" ucap Melissa sinis
"cukup Mel!!" Ucap Putra dengan nada tinggi
__ADS_1
"Rania adalah calon istriku, jangan berkata yang tidak-tidak," ucap Putra dengan emosi
Rania hanya diam, ia berpikir tidak ada gunanya jika ia meladeni wanita ini, ia akan bertanya pada Putra dan meminta penjelasan padanya nanti
"huh... apa kau buta? ia perempuan yatim piatu tidak jelas yang hanya mengincar hartamu, apakah perempuan tidak berkelas seperti ini, mau kau jadikan istri? kau tidak malu??"
"Jangan membuatku bersikap kasar pada wanita!!!!!, pergi atau kuseret kau keluar dari sini?" ucap Putra yang emosi
Putra membawa Rania masuk ke dalam apartemen dan meninggalkan Melissa di depan pintu
"Putraa!!! aku belum selesai bicara, kau tidak mungkin menikah dengan perempuan ******, aku yang seharusnya jadi istrimu!!" teriak Melissa menggedor pintu Putra
"arrgghhhh siallll," ucap Melissa yang kesal kemudian menendang pintu apartemen Putra
ia pun keluar dari apartemen Putra dengan emosi dan kesal, Melissa tidak terima jika Putra akan menikahi Rania, ia memikirkan rencana untuk memisahkan mereka berdua
Rania duduk di sofa ruang tv, Putra mengambilkan air putih kemudian duduk di sampingnya
"maaf...., mas bisa jelaskan dan tolong jangan berpikiran yang macam macam" ucap Putra
"maaf mas... Rania juga terbawa perasaan.. wanita itu... bukankah ia juga hadir saat resepsi pernikahan Vita dan Rangga?"
"mhm.. iya"
__ADS_1
"apa mas ada masalah atau ada hubungan dengannya? tanya Rania
sebenarnya Rania merasa amat cemburu melihat Putra dipeluk oleh wanita lain, tp ia lebih memilih untuk mendapatkan kejelasan, karena lusa mereka akan menikah, suatu hubungan pernikahan tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak adanya komunikasi dan rasa saling percaya
ia merasa tidak perlu mengikuti rasa amarah di hatinya yang ia butuhkan adalah penjelasan agar tidak terjadi kesalahpahaman, ia ingat nasihat bu Murni dulu..
"Jika suatu saat kamu menikah, dan kamu menduga duga pasangannmu berbuat sesuatu yang belum tentu benar, maka tanyakanlah dengan baik, bicarakanlah dengannya, jangan berharap pasanganmu mengetahui isi hati dan pikiranmu, jalinlah komunikasi yang baik, tumbuhkanlah rasa saling percaya karena ialah yang akan kamu temui di setiap bangun dan tidurmu sampai akhir hayatmu" pesan bu Murni pada Rania
"Dia Melissa, anak dari teman mama dan papa, dulu sempat dijodohkan dengan mas, karena suatu hal, mas memutuskan perjodohan tersebut" ucap Putra
"Rania tidak marah mas, hanya saja tidak ingin ada suatu kesalahpahaman karena kita sebentar lagi akan menjadi suami istri, dan berharap pernikahan kita sampai akhir hayat kelak, ketika mas memberikan penjelasan maka Rania akan mengerti" jelas Rania tersenyum
Putra tersenyum, ia kagum dengan pemikiran Rania yang sungguh berbeda dari wanita manapun yang ia temui, ia cemburu tapi dapat mengontrol rasa emosinya dengan baik
Putra pun menjelaskan alasan mengapa ia membatalkan pernikahan tersebut, ia yang melihat Melissa bermain api di belakangnya membuat dirinya enggan untuk melanjutkan perjodohan
Setelah mendapat penjelasan yang baik, Rania tersenyum menerimanya,
tetapi Putra teringat akan perkataan Melissa yang mengetahui bahwa Rania ada yatim piatu
"darimana Melissa tau bahwa Rania adalah anak yatim piatu, apakah ia mencari tahu tentang Rania?
__ADS_1
Putra mulai merasa curiga.. sungguh hal aneh bagi Melissa untuk mencari tahu latar belakang Rania, tetapi Putra tau karakter Melissa yang harus mendapatkan apapun yang dinginkannya, sungguh Putra ingin pernikahannya berjalan lancar..ia tak ingin terjadi sesuatu pada Rania, ia keluar sebentar saat Rania di kamar, ia pun segera mengirim pesan bawahannya untuk mengawasi gerak gerik Melissa..