
"Assalammualaikum..."
"kakakkk... kakakkk pulang.. " anak2 panti bersorak gembira
ya Rania memang sangat menyayangi adik adiknya, tak heran adik adik sanggat merindukan dirinya
"kakak rindu sama kalian, ada oleh2 untuk kalian"
Rania memberikan 2 kardus bekas berisi cemilan untuk adik adiknya
"horeeeee" tawa riang gembira memenuhi panti
"sudah datang kamu nak?" ucap bu murni
"ah iya bu, Rania nginap di sini malam ini, tapi besok pagi pagi Rania harus kerja, " jawab Rania sambil mencium tangan bu Murni
" ibu kenapa? ada yang mau dibicarakan dengan Rania?" tanya Rania
"iya,, tapi sebaiknya kamu mandi dulu terus kita makan baru bicara" ucap bu Murni
"iya bu,... kalo gitu Rania mandi dulu"
setelah mandi dan berganti pakaian, mereka pun makan bersama anak anak yang lain, Rania sungguh terlihat bahagia, suasana makan kali ini ramai dan menyenangkan tidak seperti di kontrakannya ia kesepian karena harus makan seorang diri.
selesai makan Rania membacakan cerita untuk adik adiknya.. setelah mereka tertidur Rania pun menghampiri bu Murni di ruang tamu
"bu ada hal penting apa yang mau dibicarakan, apakah terjadi sesuatu dengan panti?" tanya Rania
"sebelumnya ibu mau tanya, kamu sudah punya pasangan?"
"mhm.. belum bu, Rania tidak sempat memikirkan hal itu, Rania baru saja memulai karir" jawab Rania
"begini nak, ibu ingin memohon sesuatu dari kamu, yang insyaAllah akan baik untuk hidup kamu ke depan" ucap bu Murni
"bu, apapun yang ibu minta, selama Rania mampu, insyaAllah Rania lakukan" ucap Rania
"baiklah, ibu ingin menikahkan kamu, dengan anak sahabat ibu"
"apaaa" Rania terkejut dengan permintaan bu Murni
__ADS_1
"tapi bu.. Rania baru meniti karir, Rania ingin sukses dan membantu ibu dan panti ini" jawab Rania
"nak, kamu jangan memikiran ibu dan adik adik mu, insyaAllah semuanya bisa berjalan dengan baik, laki laki ini baik, dia putra dari sahabat ibu, ibu mengenalnya sejak iya masih kecil, ibu yakin kamu adalah orang yang tepat mendampinginya, insyaAllah kamu akan bahagia." ucap bu Murni dengan yakin
Rania terdiam, ia tiba tiba mengingat polisi itu, Putra. di saat ia mulai merasa jatuh cinta pada polisi itu, di saat ia mulai merasakan bunga bunga yang bersemi di hatinya, kenapa ini bisa terjadi. Rania pun tidak mungkin menolak permintaan bu Murni, ia adalah orang tua yang mengasuh Rania sejak kecil, Rania benar benar menganggap bu Murni adalah ibu kandungnya. ia pun tahu bu Murni tidak akan berbuat sesuatu yang membuat Rania sedih
dengan hati yang berat ia memutuskan untuk menerima permintaan bu Murni
"bismillahirahmannirahim...bu, kalo memang ibu yakin Rania akan bahagia dan dia orang yang tepat untuk Rania... Rania terima" ucap Rania
"alhamdulillah, terima kasih nak, insyaAllah dia memang orang tepat" ucap bu Murni
Flashback on
Sinar matahari yang menembus jendela, mulai menyilaukan mata Rania, ia oun terbangun dari tidur nyenyaknya, ia merasa lebih baik walapun kejadian kemarin membuat ia amat syok.
setelah membersihkan dirinya, Rania membuka pintu kamar, ia mulai melangkahkan kakinya ke luar kamar, melihat sekitar dan matanya melihat sesosok pria sedang tidur nyenyak di sofa, Rania berjalan perlahan mencari letak dapur
ia berinisiatif membuat sarapan sebagai ungkapan terima kasih
"apa ya yang ada di kulkas" ucap Rania
"baiklah, buat bubur ayam saja"
Rania pun mulai memasak.. dan menghidangkannya di meja makan, tak lupa secabgkir teh hangat juga disiapkannya di atas meja
bau wangi masakan membuat Putra membuka matanya.. ia bangun.. dan melihat ke arah meja makan dengan kaget
"maaf mas, saya sudah siapkan sarapan" ucap Rania dengan canggung
Putra hanya menganggukan kepalanya Kemudian menuju kamar mandi membersihkan dirinya, ia pun muncul di meja makan
"maaf mas, td masnya tidur jadi saya nggak ijin dlu masak di dapur" ucao Rania
"nggak papa, kamu bisa masak?" tanya Putra
ia cukup kaget, di jaman sekarang ada wanita yang mau repot repot memasak sarapan pagi, ia pun takjub
"bisa mas, tadi saya buat bubur ayam, ini silahkan dimakan"
__ADS_1
Putra pun mulai makan dan ia kaget ternyata masakan Rania enak, pas di lidah, bagaimana bisa seorang dokter juga bisa memasak pikirnya
bubur pun habis tak tersisa dan Putra meminum teh hangat yabg disiapkan Rania, lagi lagi ia terkejut,
"ini teh apa kenapa rasanya bisa enak gini?" tanya putra
"ohh ini teh rempah mas, tehnya dikasi sere, kayu manis, cengkeh, ini bagus untuk kesehatan, td saya liat di dapur bumbu bumbunya juga lengkap" jelas Rania
"mungkin bibi yang lengkapi, ia datang setiap jam 9 pagi untuk bersih bersih kadang kadang ia juga masak" ucap Putra
"kamu nanti saya antar pulang" kata Putra
"ahh nggak usah mas saya naik ojol, merepotkan"
"tidak masalah, saya yang antar"
Selesai makan, Rania pun membereskan piring-piring, dan bersiap siap untuk pulang
Saat Rania hendak keluar dari kamar sehabis mengambil tasnya, ia tersandung karena buru buru.. saat hendak terjatuh Putra segera menangkapnya
mata mereka pun beradu pandang, detak jantung mereka berdebar tidak karuan, Putra menatap mata Rania, ya ia merasa telah jatuh hati pada Rania, perempuan ini membuat ia tergila gila ia pun menyentuh pipi Rania
Rania yang kaget, hanya diam mematung. ia pun menatap wajah Putra yang memang sangat tampan, lengan yang kokoh memegang pinggangnya,
sampai dering telpon membuyarkan suasana itu..
"halo"
"ijin komandan melaporkan para tsk sudah selesai diinterograsi, mereka sindikat" lapor Ricko pada Putra
"baik, sebentar lg saya ke kantor" putra pun menutup handphonenya
"ah ma maaf, saya kurang hati hati" ucap Rania
"tidak apa apa, untung kamu tidak jatuh" jawab Putra dengan canggung
Putra pun mengantar Rania pulang ke kontrakkannya, selama perjalanan tidak satupun yang berbicara, mereka benar benar canggung dengan jantung berdebar debar.
Flashback off
__ADS_1