
Dua hari lagi, Rania dan Putra akan melangsungkan pernikahan, acara sakral tersebut akan dilaksanakan di sebuah mesjid di kota mereka. Tempat ini merupakan permintaan Rania, selama berkuliah ia sering sekali mampir ke mesjid itu untuk shalat Ashar, hampir setiap hari Rania menyempatkan shalat di mesjid tersebut. Rania amat menyukai desain dan interiornya, sehingga ia pernah berucap jika suatu saat menikah ia ingin pernikahnnya di laksanakan di mesjid itu.
Pernikahan hanya akan dihadiri oleh orang terdekat, Rania bermaksud memberitahukan hal ini pada Vita dan ibunya, sudah lama ia tak bertemu sahabatnya itu, Rania akan mengunjungi Vita setelah selesai bekerja dan ia pun sudah memberitau Putra tentang ini
di depan rumah Vita, Rania membunyikan bel, pintu rumah terbuka, terlihat Vita membuka pintu
"Raniaaaa... " teriak Vita memeluk sahabatnya
sudah lama mereka tak bertemu karena kesibukan masing-masing. Vita segera menyuruh Rania masuk
"miiii... mamiii, ada Rania datang" teriak Vita memanggil ibunya
"ya Allah Rania, udah lama kita nggak ketemu, kangen tau" ucap Vita
"iya.. sama, aku juga kangen banget sama kamu dan mami, maklum Vit...., sibuk di rumah sakit, apalagi di UGD, pasien ngga berhenti" jelas Rania
"iyaaaaa iyaaaa.. ngertiii.. pahammmm, yang sibukk.."ucap Vita
"ehhh akhirnya anak mami datang juga... " ucap mami Ina menghampiri Rania kemudian memeluknya
"maaf mi... sejak dinas di rumah sakit Rania jarang mampir"
"iya mami ngerti, tapi mami kangen sama kamu" ucap mami mengelus kepala Rania
"oh iya mami tinggal ke belakang dulu ya, mami lagi masak" ucap mami Ina menuju ke dalam
__ADS_1
"iyaa mi" jawab Rania
"Vit.. sebenarnya selain kangen ada maksud lain aku ke sini" ucap Rania
"apaaaa?, mau kasih undangan nikah? hehehehe" ucap Vita bercanda
"iya" jawab Rania
"hahhhh??? beneran?? samaa siapaa? tanya Vita dengan mata membulat yang seolah tak percaya.. ia hanya bermaksud menggoda Rania, tak menyangka candaannya menjadi kenyataan
"satu satu nanyanya"jawab Rania tersenyum
"baru sebulan di rumah sakit, tau-tau udah mau ke pelaminan, Ran... jangan bilang kamu cinlok? siappaaa??" tanya Vita penasaran
"suami kamu? nggak papa kamu pergi?"
"Mas Rangga lagi ke luar kota ada pekerjaan, aku WA dia aja minta ijin keluar" jawab Vita
"Miiiii,, Vita ngemall ya sama Rania" teriak Vita
"iyaaaa hati -hati" ucap mamai Ina dari dapur
Mereka berdua pun beranjak menuju mobil Vita yang terparkir di car port, mereka sudah kangen nongkrong berdua di cafe favorit mereka
"matcha 2, kentang goreng 2, beef burger juga 2 ya mbak.." ucap Rania pada pelayan cafe
__ADS_1
"jadi??tolong dijelasin,," tanya Vita pada Rania
Rania menceritakan dan menjelaskan awal pertemuannya dengan Putra hingga akan segera menikah
Vita tersenyum bahagia mendengar kisah cinta sahabatnya itu..
"Alhamdulillah Ran.. aku ikut seneng dengarnya..., mudah2an kamu bahagia ya. " ucap Vita
ya.. ia tahu penderitaan sahabatnya ini yang susah payah bekerja untuk menggapai cita cita, sudah sepantasnya sekarang Rania mendapatkan kebahagiaan
Rania dan Vita menikmati jalan-jalan mereka, hingga tak terasa sudah jam 8 malam, Rania harus segera pulang.. ia tak mau membuat Putra cemas
Vita pun mengantarkan Rania pulang ..
"lho.. kamu pindah ke sini?" tanya Vita setelah sampai,
"iya untuk sementara,.. makasih ya Vit, hati-hati" ucap Rania yang turun dari mobil Vita
"byeee... " ucap Vita sambil menjalankan mobilnya
Rania segera masuk lift menuju lantai 5, kakinya melangkah keluar dari lift berjalan ke pintu apartement... dan kemudian dari jauh ia melihat seorang wanita memeluk seorang pria.. Rania merasa tak asing dengan sosok pria itu
ia berjalan mendekat... jantungnya berdebar kencang... hatinya mulai tak karuan.. berharap dugaannya salah, sambil meremas tangannya sendiri ia semakin melangkah.. ia terkejut..
"masss...??"
__ADS_1