Cinta Untuk Rania

Cinta Untuk Rania
Episode 2 : Visual Tokoh


__ADS_3

hai..


menurut author...kira-kira seperti inilah wajah-wajah para pemeran..


setelah dipikir matang-matang, mereka sesuai dengan bayangan author..




Rania Asyila Putri


umur 23 tahun


pekerjaan dokter


Seorang anak yang sama sekali tidak mengetahui jati dirinya, sejak bayi ia diasuh oleh ibu Murni, pemilik Panti Asuhan. Rania beranjak menjadi wanita cantik yang tangguh dan cerdas.



Putra Laksana Ramadhan


umur 30 tahun


pekerjaan polisi


Memiliki karir cemerlang, wajah tampan, tegas dan dingin. Sosok pria yang menganggap bahwa wanita hanyalah pembuat masalah. Selama ini, dia selalu bertemu wanita-wanita yang menggoda lelaki. Membuat dirinya betah melajang di usia kepala tiga.



Putri Cantika Ramadhan


umur 27 tahun

__ADS_1


pekerjaan dokter


Sosok wanita cerdas tetapi manja, adik dari Putra. Putri sudah menikah dan memiliki seorang anak perempuan berusia 1 tahun. Suka menjahili sang kakak.



Melissa caroline


umur 25 tahun


pekerjaan model


Seorang wanita yang cinta mati pada Putra walaupun sudah ditolak berkali kali tetap membuatbya gigih memperjuangkan cintanya. Sosok yang manja, egois, dan sombong melekat pada dirinya. Sedari kecil, selalu dimajakan oleh kedua orang tuanya.



Endi Alfarizki


umur 30 tahun


pekerjaan dokter


----------------------------------------------------------------------------------


"Pa, gimana dengan Putra, itu anak umurnya udah 30, masa belum ada pacar. Mama khawatir ni pa... umur berapa lagi mau punya anak.."tanya mama rika pada suaminya


Seorang pria paruh baya, memincingkan matanya yang membaca koran di meja makan,


"ya mau gimana lagi ma, mungkin belum ada yang cocok, ntar juga kalo sudah waktunya juga menikah, mama nggak coba kenalian anak teman-teman mama?" jawab papa ferry


"sudah yah, sampe capek mama kenalin, nggak ada satupun yang nyangkut"


"Assalammualaikum"

__ADS_1


suara salam dari Putra


"ehh yang diomongin datang, baru pulang sayang?" tanya mama Rika


"Iya ma, capek.., mau tidur"


jawab Putra sambil berlalu menaiki tangga ke kamarnya di atas


"tuh pa.. liat kita dicuekin, kesel mama, nggak berubah tu anak" gerutu mama rika


"yah... kan anak mama, ada waktunya nanti nemu wanita yang cocok"


jawab papa ferry sambil lanjut membaca koran


tidak dengan mama Rika, ia menyusul Putra ke kamar, mengabaikan perkataan papa Ferry


Putra yang baru merebahkan badan dan memejamkan mata, mendengar suara pintu terbuka


"Putra, gimana yang kemarin mama kirim photonya, kamu suka? tanya mama rika


"ma, Putra sudah berkali kali bilang, berhenti untuk menjodohkan Putra, Putra tidak suka" ujar putra


"tapi sayang... kamu itu sudah 30 tahun, kamu nggak kasihan apa sama mama, khawatir mikirin kamu." jawab mama Rika


"ma berhenti memaksa Putra!!" Putra menjawa dengan nada agak tinggi


"mama nggak mau tahu, kalo bulan ini kamu belum ada calon, kamu tidak bisa nolak kalo mama yang pilih. Titik!!!"


ucap mama Rika sambil berlalu


Kedua orang itu memang sangat keras kepala, tidak akan ada satu pun yang mau mengalah.


Putra hanya diam, rasa lelah dan kantuk membuat dirinya menghiraukan perkataan mama Rika, toh bukan kali ini saha mama mengancam akan menjodohkan dirinya. Sudah berkali-kali dan tak satupun ancaman itu berhasil mengalahkan pendirian seorang Putra Laksana Ramadhan. Perlahan-lahan.. matanya pun kembali terpejam, kemudian ia tertidur lelap akibat rasa kantuk yang menyerang.

__ADS_1


__ADS_2