
Pagi hari ini benar-benar cerah dan hangat.. adalah hari yang dinanti-nanti oleh Rania dan Putra. Semua sudah siap berada di masjid menanti proses ijab kabul yang akan dilaksanakan tak lama lagi.
Ya... hari ini adalah pernikahan kedua insan yang saling mencintai, pertemuan tidak terduga yang berujung ke pelaminan, inilah jodoh yang sudah ditakdirkan oleh Sang Pencipta, dimana seorang lelaki telah menemukan tulang rusuknya yang hilang
Suasana terasa syahdu saat suara lantunan ayat-ayat suci diperdengarkan, suara indah sang pembaca Alquran membuat semua yang ada diam penuh khidmat mendengarkan, suara merdu berdayu dayu memenuhi mesjid indah itu
Seorang wanita cantik berbalut pakaian dan berkerudung putih yang berada di sudut lain di dalam mesjid berdiri sedang memejamkan matanya, hatinya berdebar-debar memanjatkan doa pada Sang Illahi.. merangkai kata-kata indah untuk dipanjatkan padaNya, memohon kelancaran di hari pernikahannya...
Pria tampan duduk dengan tegap, ia diam seolah tak menampakan raut wajah yang gugup, bulir-bulir keringat mulai tampak di dahinya. Hari yang ditunggu telah tiba, hari dimana ia akan mengambil tanggung jawab yang besar, bertanggung jawab penuh akan hidup seseorang, menanggung seluruh dosa seorang istri dan anak-anaknya kelak
Sungguh berat tanggung jawab seorang suami, saat ijab terucap, ArsiNya berguncang karena beratnya perjanjian yang dibuatnya kepada Allah, dengan disaksikan para malaikat dan manusia.
Suara lantunan ayat-ayat suci pun telah selesai, proses ijab kabul segera dilaksanakan..
genggaman tangan wali hakim membuat Putra merasa gugup, mengucap bismillah, dengan tegas dan lantang, satu kali tarikan napas, ijab pun terucap jelas..
kata-kata syah disusul dengan ucapan hamdalah bergema di mesjid tersebut
"Alhamdulillahirabbilalamin" ucap bu Murni dengan berlinang air mata
tiba-tiba ia teringat Rania bayi yang menangis di depan pintu rumahnya, Rania kecil yang tidak pernah menyusahkan dirinya, kenangan akan Rania terlintas, ia bersyukur dan berdoa akan kebahagiaan putrinya itu
__ADS_1
Mama Rika dan bu Murni menuntun Rania menemui suaminya,
Putra yang dingin dan tegas bahkan bisa merasa terharu, mengucapkan alhamdulillah..
Rania duduk bersimpuh di hadapannya dan tersenyum, ia mengusap kepala istrinya saat Rania mencium tanggannya, kemudian mencium kening istrinya..aura perasaan bahagia kedua mempelai memenuhi ruangan mesjid
"Ran selamat ya sayang" ucap Vita memeluk sahabatnya
Rania pun tersenyum "makasih vit.."
begitu pula dengan kerabat dan rekan-rekan yang hadir, semua memberi ucapan selamat dan ikut berbahagia pada kedua mempelai
tak lupa acara photo-photo bersama sanak keluarga dan rekan-rekan terdekat yang hadir
"langsung ke apartemen saja, lagian barang-barang kan di sana semua ma, mau siap-siap juga" jawab Putra
"hmmmm bilang aja ngebet" ucap Putri menggoda kakaknya
"pelan-pelan ya Put, jangan nge gas" sambung Fathur suami Putri
Putra hanya menunjukkan raut wajah kesalnya, dan membuat Putri dan Fathur tertawa
__ADS_1
setelah berpamitan pada bu Murni, Pak Arifin dan lain nya, mereka segera pulang ke apartemen, sebenarnya Putra sudah menyediakan rumah untuk Rania tapi ia akan memberitahukannya nanti saat mereka berbulan madu,
sesampainya di apartemen, Putra menuju kamar mandi hendak membersihkan diri, badannya gerah memakai pakaian pernikahan tadi
Rania juga masuk ke dalam kamar, tapi ternyata barang-barangnya sudah dipindahkan bi Sumi ke kamar Putra, ia pun langsung masuk ke dalam kamar mandi di kamar itu, benar-benar gerah
Putra yang sudah selesai segera masuk kamar dan membaringkan tubuhnya, ia mengecek handphone melihat banyaknya ucapan selamat yang dikirim rekan rekan nya, dan melihat Ricko memberi tau, bahwa Melissa pergi ke sebuah klub di daerah pinggiran yang diduga pria berinisial S berada di wilayah tersebut, Putra pun membalas pesan agar terus mengintai dan mengikuti Melissa
tak lama pintu kamar mandi terbuka, Rania keluar menggunakan handuk
" mas!!" ucap Rania berbalik masuk ke kamar mandi
Putra yang melihatnya tertawa
"kok malu, kan sudah halal sayang" ucap Putra
"udahh mas..maluu , bisa tolong ambilkan pakaian?" jawab Rania dari kamar mandi
Putra pun mengambilkan pakaian dan memberikanya pada Rania ia tertawa melihat tingkah laku istrinya yang malu-malu
ketika Rania keluar dari kamar mandi, Putra langsung menariknya ke tempat tidur... ia menatap wajah istrinya yang pertama kali tanpa mengenakan kerudung
"mass.."
__ADS_1
"kamu cantik sayang..." ucap Putra membelai wajah rambut istrinya
ia menarik wajah Rania menyentuh bibir nya mungil, menciumnya dengan mesra