Cinta Untuk Rania

Cinta Untuk Rania
Episode 3 : Pertemuan


__ADS_3

Sudah 2 hari Rania bertugas menjadi dokter di ruang UGD rumah sakit kepolisian. Wajahnya yang cantik dan sikapnya yang ramah serta sopan, membuat rekan-rekan sejawat menyukai dirinya. Pasien-pasien pun sangat senang jika ditangani oleh dokter cantik itu. Tentu saja membuat Rania jadi bahan omongan satu sumah sakit. Tak butuh waktu lama untuk Rania dikenal di rumah sakit itu.


Dengan wajah yang ramah.. Rania hampir selesai menjahit luka robek anak berusia 5 tahun, yang jatuh dari sepeda.


"bentar ya sayang...anak pintar.. dikit lagi selesai" ucap Rania pada bocah 5 tahun


sambil meneteskan air mata, bocah tersebut memeluk ibunya, takut melihat tangan kanan yang sedang dijahit.


"oke sudah selesai, jahitnya 2, dua hari lagi kembali ya untuk mengganti perban, obat pereda nyeri boleh diminumkan" ucap Rania pada ibu bocah


"baik, terima kasih banyak ya dok"


jawab ibu bocah tersebut


"lain kali, kalo main hati-hati ya sayang, cepat sembuh ya," ucap Rania pada bocah yang matanya masih penuh dengan air mata. Tak lupa, Rania mengelus kepala bocah itu, dengan penuh senyuman.


ibu dan anak itu pun beranjak pergi meninggalkan ruang UGD


"Ran, hari ini kamu jadwal malam ya?"


tanya dokter edo


"iya dok, dokter edo udah mau pulang?


tanya Rania

__ADS_1


"yup, aku udah selesai hari ini.. oh iya ini malam minggu.. biasa banyak kejadian, siapkan stamina kamu, bisa-bisa nggak tidur sampe pagi"


"ohh baik dok, tadi saya sudah makan banyak, InsyaAllah kuat" jawab Rania dengan penuh semangat


"Aku tinggal ya.. duluan semua" ucap dokter Edo Rania dan rekan-rekan si UGD


Ranti, perawat jaga pun memulai pembicaraan


"kalo kena dinas malam minggu, uhhh mau nangis"


"kenapa?" tanya Rania penuh heran


"soalnya kan dok, banyak kejadian, malam minggu kan rame, begal-begal pada keluar, ntar dokter juga tau, tapi ada yang bikin semangat juga dok"


"kamu kok aneh, bentar ngeluh bentar semangat"


ucap dokter andi yang tiba-tiba muncul


"ganteng sih ganteng, tapi cuek ama cewek, jangan-jangan.. mhm... " ucap beni perawat yang baru bertugas satu bulan


"hush.. sembarangan, mungkin belom nemu yang cocok aja ben, sapa tau dia jadi naksir Ranti, aduhh nggak nahan sama wajahnya yang cool"


"iya.. kamunya mau, belum tentu pak pol nya mau juga" Beni yang mulai mengejek Ranti


"ishhh biarin... namanya juga berharap" ucap Ranti sambil manyun pada Beni

__ADS_1


Begitulah yang mereka lalui.. gelak canda dan tawa menghiasi kegiatan mereka yang super sibuk di malam hari. Tanpa sadar waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari.


Tiba-tiba pintu UGD terbuka.. datang beberapa anggota kepolisian dengan memapah 2 orang yang tertembak di kaki.. apalagi kalo bukan tersangka..


dua orang tersangka di tangani olh dokter Andi, dokter Lili dibantu Ranti dan Beni serta perawat jaga lainnya..


Sesosok Pria berwajah tampan pun datang.. mencari dokter jaga yang tidak sibuk..


"maaf mbak, ini dokternya masih ada yang nggak sibuk? lengan saya luka tolong dijahit" tanya putra pada perawat


"iya Pak Putra, ada sebentar...Dokter Rania mana ya" perawat sambil celingukan mencari dokter Rania


Tak berselang lama Dokter cantik itu pun muncul, ia habis ke toilet membasuh wajah yang mulai mengantuk.


"Nah itu dia.. dok.." panggil perawat


"Putra yang tidak melihat, langsung duduk di tempat tidur UGD"


"Dok, ada anggota yang terluka"


Rania pun mengangguk segera menghampiri pasien itu..


"maaf, bapak terluka? bagian yang mana, saya mau cek dulu?" tanya tania


seketika Putra pun menoleh dah melihat Rania

__ADS_1


jantungnya berdegub kencang, ada sesuatu yg lain dari biasanya..


__ADS_2