Cinta Untuk Rania

Cinta Untuk Rania
Episode 12 : pertemuan calon mempelai bag II


__ADS_3

suasana di panti mulai sibuk, sudah dari subuh bu Murni bangun, beliau menyiapkan segala sesuatu dibantu adik adik panti untuk penyambutan calon suami Rania, layaknya seorang ibu yang anaknya akan dilamar, bu Murni sungguh antusias, ini pertama kali baginya, Rania sudah dianggap sebagai anaknya sendiri, apalagi yang akan meminang adalah anak dari sahabat terbaiknya, tidak mungkin bu Murni memberikan jamuan yang sembarangan


tak lupa bu Murni meminta tolong pada Pak Arifin, abang kandung bu Murni beserta istrinya Bu Nira sebagai penerima tamu dan pembicara dalam acara pertemuan nanti


Meja ruang tamu sudah ditambah kursi, meja makan juga sudah ditata, kue kue sudah tersusun dengan rapi, panti terlihat berbeda seperti biasa, anak anak panti juga ikut antusias, apalagi kakak mereka yang katanya akan segera menikah..


di kamar Rania duduk mematung ia sudah mandi dan memakai gamis modern cantik, bu Murni sudah berpesan agar berpenampilan yang cantik, Rania duduk di meja rias memikirkan Putra dia bingung dengan keadaan ini


azan berkumandang Rania pun sholat terlebih dahulu sebelum merias dirinya


tak lama kemudian terdengar ketukan pintu


"Nak... tamunya sudah datang.. ayo.." ucap bu Murni


Rania pun melangkahkan kakinya keluar kamar, ia pun kaget


Flashback on


"tumben kok mau dijodohin sama mama, bukannya selama ini nggak mau?" tanya Fathur, suami Putri


"penasaran aja thur, kalo nggak cocok ya tolak daripada baku hantam sama mama" ucap Putra


"ya walaupun loe kakak ipar gue, loe juga sahabat gue Put, apa yang mama bilang ada benarnya, sampai kapan mau sendiri, punya istri itu enak, aplagi kalo uda punya anak, rasa bahagia.. nggak bisa dijelasin" jelas Fathur


"mhm.. siapa juga yang nggak mau, masalahnya selama ini belum ada yang sreg di hati" ucap Putra


"masa dari banyaknya perempuan yang loe temui nggak ada satu pun yang buat loe tertarik"


"rata rata sifatnya sama semua, sebenarnya ada sih satu, tapi.. nanti juga loe tahu sendiri" ucap Putra


"wahhh, ganteng banget kakak ku sayang.. hehehe, yuk, udah pada siap di bawah" ucap Putri yang tiba tiba muncul di kamar Putra


mereka pun berangkat, Putra yang sudah sangat penasaran dari kemarin tentang siapa wanita yang akan dijodohkan padanya, kali ini ia tidak menolak permintaan mama Rika, karena kemungkinan wanita itu adala Rania, jika tebakkannya salah, begitu sampai di tempat nanti, ia akan langsung pergi, kemana lagi kalau bukan ke tempat pujaan hatinya, satu satunya wanita yang bisa membuat ia jatuh cinta.


sepanjang perjalanan Putra hanya diam, dia memang tidak banyak bicara, ia hanya ingin cepat sampai ke tujuan untuk memastikan apakah perkiraannya benar,


jalan demi jalan telah dilewati, Putra tersenyum, karena kendaraan yang mereka berbelok menuju jalan utama yang mengarah ke panti, ia pun makin tersenyum lebar dan akhirnya setelah kurang lebih 1 jam berkendara, mereka telah sampai


sungguh mengejutkan tapi membuat Putra tersenyum lebar, dugaannya benar, jangankan tunangan, menikah pun ia mau jika dilaksanakan saat ini.


mobil sudah masuk ke halaman panti, begitu satu persatu turun dari mobil, ibu Murni, Pak Arifin dan bu Nira sudah siap menyambut di teras..

__ADS_1


"Assalammualaikum" ucap mama Rika yang langsung bersalaman dengan bu Murni


"Wa'alaikumsalam Rika" jawab bu Murni langsung memeluk sahabatnya itu


begitu pula Putra, Putri dan Fathur serta ayah Ferry saling mengucapkan salam dan bersalaman


"Mari.. silahkan masuk" ucap bu Nira sambil mempersilahkan mereka masuk


setelah masuk dan dipersilahkan duduk, papa Ferry pun memulai pembicaraan


"maksud kedatangan keluarga besar kami ke sini, adalah berniat baik, kami ingin menjalin silaturahmi dengan keluarga bu Murni, khususnya anak kami ini, Putra , yang ingin berkenalan lebih dekat dengan putri ibu, dengan maksud ingin melamar putri ibu" ucap papa Ferry


"kami mengucapkan terima kasih karena kehadiran keluarga bapak di rumah kami, jika maksud kedatangan untuk melamar putri kami, tentu dengan senang hati kami menerimanya, tetapi baiknya keputusan berada di tangan putri kami sendiri" jawab Pak Arifin


Bu murni pun segera ke kamar Rania, ia mengajak Rania menuju ke ruang tamu untuk menemui calon suaminya itu


"mas Putra.." ucap Rania kaget


Putra terdiam menatap Rania .. sungguh Rania makin cantik



ia melihat wanita yang seperti bidadari tersebut... sungguh ia beruntung jika menikahi Rania, ia kan menjadi lelaki yang paling bahagia di dunia jika bisa memilikinya.. Putra pun tersenyum..



"jadi gimana, kamu setuju dengan pilihan mama?" tanya mama Rika sambil berbisik dengan Putra


"Ok" jawab Putra


"Nak Putra sudah mengenal Rania?" tanya Bu Murni pada Putra


"sebenarnya Rania adalah kekasih saya" jawab Putra


"Apaaaaaaaaaaa????"


tanya Mama Rika, papa Ferry, Putri dan Fathur serentak bersamaan, merka syok dan tak percaya bawa Putra sudah memiliki seorang pacar


"bernarkah itu Rania?"tanya bu Murni


"mhm.. iya bu, benar" jawab Rania

__ADS_1


"wahh.. Alhamdulillah... ternyata tidak salah pertemuan ini.. " ucap pak Arifin tersenyum


"kamu jelaskan ke mama nanti, gimana bisa kamu sembunyikan calon menantu mama yang cantik gini" bisik mama Rika pada Putra


Putra hanya tersenyum penuh kemenangan..


"kalo begitu, ayo makan dulu... mari.. " ucap Bu Nira mempersilahkan untuk menuju ke meja makan


mereka pun menikmati makan siang yang sudah disiapkan bu Murni...


di halaman belakang


"mas.. bagaimana bisa?" tanya Rania pada Putra


"mhm.. nanti mas jelaskan.. mas sungguh beruntung akan mendapatkan istri seperti kamu"


"Rania juga mas... tapi apakah keluarga mas menerima Rania yang tidak tahu asal usul orang tua? tanya Rania


"tidak masalah.... keluarga mas tidak seperti yang kamu pikirkan.."


"ini dia calon mantu mama" ucap mama Rika yang tiba tiba muncul


"sudah berapa lama kenal sama Putra sayang, kok nggak pernah main ke rumah?" ucap mama Rika ramah


"sebenarnya tante.. belum lama mengenal mas Putra"


"panggil mama saja ya, bentar lagi juga jadi mantu mama, jangan panggil tante" ucap mama Rika


"baik ma" jawab Rania dengan penuh senyum


"kalau begitu mama akan atur pernikahan kalian secepatnya, bulan depan, kalian setuju kan?" tanya mama Rika


"iya, setuju, Putra akan urus nikah dinas dulu secepatnya" jawab Putra


"kalo Rania, terserah mas Putra saja ma"


"baik, mama akan bicarakan dengan Murni, makasih ya sayang sudah mau menerima Putra, anak mama ini" ucap mama Rika sambil memeluk Rania


"Rania yang berterima kasih, mama dan keluarga mau menerima Rania"


Putra pun tersenyum, ia tidak menyangka hidupnya akan berubah dalam 1 bulan ini, ia bersyukur bisa menemukan wanita yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya

__ADS_1


menjelang sore hari, Putra dan keluarga pamit untuk pulang, dan ia akan menjemput Rania di hari minggu, perasaan bahagia menyelimutinhati kedua insan yang tengah jatuh cinta itu, mereka tidak menyangka dalam waktu yang singkat dapat menemukan tambatan hati pendamping hidup...


__ADS_2