
Mama Rika yang ditelpon Putra merasa khawatir dengan keaadaan calon menantunya, ia bersama najma kecil yang cantik berkunjung ke apartemen Putra, mama Rika pun sudah memasak makanan untuk anak dan calon mantunya itu
sampai di apartemen, bi sumi yang membuka pintu, mama Rika membiarkan najma bermain di ruang tv, bi sumi memberi tahu bahwa Putra berada di kamar, mama Rika mengetuk pintu dan tidak ada jawaban, ia langsung saja membuka pintu dan masuk
"mammmaaa" ucap Putra
"bisa nggak sih masuk ketuk pintu dulu" ucap Putra dengan kesal sambil menggaruk kepalanya
"hahahaha, makanya punya telinga rajin dibersihkan, mama udah ketuk pintu, nggak ada yang buka, ya.. mama masuk aja" ucap mama Rika sambil tertawa
Rania hanya terdiam... wajahnya merah padam, ia merasa malu, apalagi mama Rika melihat adegan ciuman mereka
"kalian belum makan kan? mama sudah bawakan makanan, makan dulu gih" ucap mama Rika beranjak keluar kamar.. ia pun tertawa karena merusak suasana romantis mereka
"makan dulu yuk" ucap Putra
"mas.. Rania jadi malu sama mama" ucap Rania
"hehehe,, nggak papa, mama kan pernah muda juga, yukk" ucap Putra menggandeng Rania keluar kamar
"ehh ada najma, sini sayang" ucap Putra menggendong najma
Putra memang orang yang dingin tapi tidak dengan anak-anak, ia sangat menyukai anak-anak
__ADS_1
"nih... ada tante Rania, najma masih ingat kan?" ucap Putra
Najma menatap wajah Rania, ia mencoba mengingat ingat, Najma sangat menggemaskan, pipinya yang bulat, rambutnya yang ikal, membuat siapapun yang melihat ingin menciumnya
"ante...antee" panggil Najma pada Rania
Rania pun mengambil Najma dari gendongan Putra
"sini sayang sama tante" ucap Rania sambil menuju meja makan yang sudah ditata bi sumi dengan masakan mama
Putra pun mengikuti Rania ke meja makan
Najma beranjak turun dan berlari lari kecil sambil mengoceh.. membuat orang orang gemas dengan tingkah lakunya
"mama nggak makan?" tanya Rania
"mama sudah tadi di rumah, mhm.. kamu nggak papa kan, mama kaget tadi Putra memberi tau" tanya mama Rika
"Rania nggak papa ma, hanya sedikit syok" jawab Rania tersenyum
"makanya mama pikir bagus pernikahan kalian dipercepat, mama khawatir sama kamu sayang," ucap mama Rika
__ADS_1
Rania tersenyum, ia sungguh beruntung akan mendapatkan mertua seperti mama Rika yang menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri
"Putra, besok kamu bawa Rania ke butik jeng latsmi, mama sudah persiapkan baju baju kalian untuk pernikahan nanti, nanti beliau yang urus semua" ucap mama Rika
"ok, makasih ya ma" ucap Putra pada mamanya
"ma.. makasih ya ma.. merepotkan mama" ucap Rania pada mama Rika
"sayang, kamu sudah mama anggap anak sendiri, lagipula mama sudah berjanji pada Murni akan menjaga kamu"
"dan.. mama bersyukur karena kamu, tuhh.. anak mama yang laki nggak bakalan jadi bujang tua" ucap mama Rika sambil tertawa
Putra pun yang mendengar langsung menatap sinis mama nya
"hahaha.. mama pulang dulu, udah sore.. papa bentar lagi pulang...., Najma,, pulang yukkkk" ucap mama Rika
Mama Rika dan Najma pun pulang, begitu pula mang ujang dan bi sumi serta tukang yang sudah merenovasi kamar untuk Rania tempati sementara
Putra masih dengan wajah sinisnya di depan Pintu apartemennya, ia kesal dengan ucapan mama Rika sebelum pulang
"Putra, ingat ya jangan macam macam, Rania masih muda baru juga 23 tahun, tahan dulu.. kan nggak lama, minggu depan juga udah nikah" ancam Mama Rika menggoda anak sulungnya itu kemudian ia berlalu
mama Rika sangat merasa puas menggoda anaknya yang keras dan dingin itu, tapi ia merasa lega bahwa Putra akan segera menikah dengan Rania
__ADS_1