
Putra lebih memilih pulang ke apartemennya, ia merasa Rania lebih aman jika dekat dengannya, Ricko memakirkan mobil di basement
"Rick mobil kamu bawa saja, nanti saya pakai mobil yang lain" ucap Putra pada Ricko
"siap pak" jawab Ricko
Ricko pun mengemudikan mobil menuju kantor
Putra menggendong Rania hingga ke lantai 5 tempat apartemennya berada, membaringkan Rania di tempat tidur miliknya.. ia beranjak ke lemari pakaian, mengambil handuk dan kaos miliknya, ia keluar kamar memanggil bibi untuk membantu Rania membersihkan dirinya
tak lama kemudian bibi sudah keluar kamar, Putra pun segera masuk ke kamar, ia membawa kotak p3k dan semangkuk bubur, ia menyuapi Rania dengan penuh kasih sayang, kemudian duduk di samping Rania
"maafkan mas, tidak bisa menjagamu" sambil memeluk Rania
Rania pun menangis di pelukan Putra, ia memang syok
"Rania takut mas" ucap Rania terisak isak di pelukan Putra
"mas janji tidak akan membiarkan ini terjadi lagi" ucap Putra
"mulai hari ini kamu tinggal di sini, mas sudah minta tolong bibi untuk mengemasi barang barang mu di rumah" ucap Putra
"tapi mas.. kita...." jawab Rania
__ADS_1
"mas sudah sudah mengurus berkas2 kita, lusa kita nikah dinas" ucap Putra
"mas juga sudah mengurus berkas2 ke KUA, mempercepat pernikahan kita, biarlah resepsinya nanti dulu, mas mau secepatnya kamu tinggal bersama mas" ucap Putra
"kamu setuju kan" ucap Putra sambil memegang tangan kekasihnya
"iya mas, Rania setuju... "jawab Rania
Putra pun tersenyum, dan mengambil kotak p3k, ia mengoleskan obat ke pergelangan tangan Rania
ia memegang wajah Rania mengecup dahinya
"istirahatla..pulihkan dirimu... " ucap Putra membaringkan Rania
Putra keluar kamar.. ia pun harus menyelesaikan urusannya, walaupun badannya lelah karena tidak tidur semalaman, ia tetap harus bertanggung jawab pada pekerjaannya apalagi menyangkut keselamatan calon istrinya
ia duduk di ruang tv, menelpon kepala rumah sakit yang merupakan sahabatnya ia menceritakan kejadian yang terjadi dan meminta izin Rania untuk tidak masuk beberapa hari
setelah itu ia menelpon kasat intel mengucapkan terima kasih atas bantuannya, kemudia ia menelpon mama Rika memberitahu perihal pernikahan dinas lusa dan rencana pernikahannya dipercepat tak lupa meminta mang ujang agar mengantar bi sumi dan membantu mengemasi barang barang di rumah Rania
dan ia juga menelpon Ricko untuk mengetahui perkembangan kejadian tadi
terakhir ia menelpon wakapolres yang sudah mengetahui kejadian ini, ia memberikan laporan serta meminta ijin untuk mengurus persiapan pernikahannya
__ADS_1
ia berbaring di sofa merebahkan dirinya, ia masih memikirkan mengapa bisa terjadi seperti ini, ia akan mulai mengembangkan kejadian ini, ia tak mau terjadi sesuatu yang buruk pada Rania
tak lama ia pun tertidur.. tubuhnya sudah lelah dan hatinya lega luar biasa karena Rania telah selamat, tak bisa ia bayangkan jika terjadi sesuatu pada belahan jiwanya itu
waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore.. Putra terbangun akibat bunyi bel, bi sumi dan mang ujang datang membawa barang2 Rania dan juga beberapa orang untuk membersihkan kamar yang tak terpakai
Putra masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya kemudian melihat Rania di kamarnya
"mas.." ucap Rania
"sayang.. sudah baikan?" tanya Putra yang mendekat ke tempat tidur
"iya mas, Rania nggak papa" jawabnya sambil tersenyum sendu
"apa mau mas cium lagi biar lebih enakan?" ucap Putra kemudian dengan cepat menarik pinggang Rania dan mencium bibir merahnya, ciumannya semakin dalam, tangannya mendekap erat pinggang Rania, bibirnya ******* bibir Rania dengan mesra
ya begitulah Putra ia selalu melakukannya tiba tiba.. membuat Rania tidak bisa menolak
tiba tiba ia merasa kepalanya dipukul sesuatu
"isshhhhh anak ini,, mantu mamah masih sakit main disosor aja" ucap mama Rika yang tiba tiba muncul sambil memukul kepala anaknya itu
"mamaammaaa" ucap Putra
__ADS_1