Cinta Untuk Rania

Cinta Untuk Rania
Episode 13 : Pertemuan calon mempelai bag III


__ADS_3

di hari minggu pagi....di kediaman Ferry Ramadhan, tampak sepasang suami istri paruh baya sedang menikmati sarapan di meja makan


"Alhamdulillah ya ma, cita cita mama sebentar lagi terkabul, Putra akan segera menikah" ucap papa Ferry sambil meminum teh hangatnya


"iya pa, rasanya mama legaa sekali, tapi mama penasaran sama ucapan Putra kemarin" ucap mama Rika


sejenak papa Ferrry berpikir..


"yang mana?" tanya papa


"itu lho, katanya mereka sudah berpacaran, wong selama ini mama taunya Putra itu nggak tertarik sama wanita, susah banget buat dia jatuh cinta" jelas mama Rika


"yang penting sekarang sudah ada jodohnya ma, benar kan kata papa, ada waktunya suatu saat nanti, ehh sekarang udah mau nikah" ucap papa Ferry


"iya juga ya pa, mudah2n semua berjalan lancar, mama suka sama calon mantu kita, sudah cantik, baik, sopan, pekerja keras, semoga kelak pernikahan mereka langgeng sampe akhir hayat" ucap mama Rika


"iya ma amin..., oh iya ma besok papa mau rapat, Fathur kan sudah kembali ke sini, jadi papa mau minta tolong dia urus perusahaan yang di daerah C, papa sudah tawarin Putra tapi dia nggak mau" kata papa Ferry


"Putra kan juga sudah mengurus perusahaan konstruksi pa, selain itu ia juga seorang anggota polisi, kasian pa.., mudah2an nanti dapat cucu laki laki biar bisa nerusin perusahaan kita" ucap mama Rika

__ADS_1


"benar juga ya.. amin amin.. terus Putri gimana? buka praktek di sini nggak? tanya papa Ferry


"dia udah dapat tawaran di rumah sakit B, seneng deh pa, semuanya bisa kumpul, cuma mama mau Putri tinggal di sini, nggak usah cari rumah lagi, biar kita nggak kesepian" kata mama Rika


"Putra gimana?" tanya papa


"kalo Putra pasti ngga mau.. ngomong ngomong udah jam segini kok belum ada yang turun sarapan? Putra nginap di sini kan pa?


"iya, ada di kamarnya.. minta tolong bi suti bangunin ma" ucap papa Ferry


tiba tiba Putra turun dari kamarnya dan menghampiri meja makan, mengambil roti yang sudah disiapkan


"mau jemput Rania ma, soalnya besok udah dinas, Putra cuma dapat ijin 2 hari, ini aja banyak laporan masuk dari tadi malam" ucap Putra


"iya.. sarapan dulu, salam ya buat Rania, jangan lupa ajak main ke sini.." kata mama Rika


"kamu yang hati hati kalo kerja, jangan lupa sholatnya dijaga" pesan papa Ferry


"iya pa, ma Putra pergi dulu, assalammualaikum" ucap Putra

__ADS_1


"wa'alaikumsalam" jawab papa dan mama bersamaan


mama Rika sungguh merasa senang, Putra sudah sedikit berubah, yang biasanya cuek dan sedikit berbicara, ini sudah mulai bersikap hangat, sungguh Rania memberikan pengaruh yang baik untuk putra semata wayangnya


Putra pun segera mengemudikan mobilnya, ia sudah tak sabar ingin bertemu Rania, ia akan menghabiskan hari ini untuk berjalan jalan dengan Rania, karena esok ia pasti akan disibukkan dengan banyaknya kasus tindakan kriminal


sejenak ia teringat saat hendak mendaftar akademi kepolisian, mamanya jelas jelas menentang, ia menganggap itu adalah profesi yang berbahaya, apalagi Putra baru lulus SMA saat itu tapi bukan Putra namanya jika keinginannya tidak terpenuhi. mama akhirnya mengalah dengan syarat ia mau belajar mengurus perusahaan konstruksi ayahnya.


Putra pun menyetujuinya, ia ingin menjadi seorang Polisi, ia ingin mengabdi kepada negara tercinta, menjadi polisi adalah cita citanya sejak kecil.


akhirnya mobil Putra telah sampai di panti, ia turun disambut senyuman indah sang kekasih hati bersama anak anak panti yang lain, rupanya Rania sedang mengecek kesehatan anak anak di halaman panti, hal ini rutin ia lakukan sebulan sekali, prinsipnya lebih baik mencegah daripada mengobati


Putra pun tersenyum melihat bidadari cantiknya...



Rania pun membalas senyuman Putra


__ADS_1


__ADS_2