
Putra langsung mencabut infusnya dengan cepat, ia mengambil kunci mobil dan segera berlari menuju ke parkiran, dokter Endi yang sedang berjalan di koridor rumah sakit terkejut melihat Putra yang sedang berlari ia pun berteriak memanggil nama sahabatnya tersebut tapi tidak diperdulikan oleh Putra ia tetap berlari
"lho bukannya Putra menginap, kenapa ia berlari, apa ada kasus penting, padahal aku mau mampir ke kamarnya" ucap dokter Endi
sesampainya di rumah kontrakan Rania ia bertemu dengan supir ojek online, sang supir pun menjelaskan dari awal Rania memesan dan ia yang sudah sampai tetapi tidak ada orangnya, ia pun mencoba menelpon dan terdengar dering handphone, ternyata sebuah handphone, tas bahu, dan tas tenteng besar tergeletak di depan pagar rumah yang terbuka
Putra segera mengecek isi tas, isi rumah dan memeriksa sekitar, ia mengamankan semua barang2 Rania dan tidak lupa memfotonya. Putra mengucapkan terima kasih pada supir online dan meminta nomor telponnya jika suatu saat diperlukan
Putra mulai berpikir, instingnya sebagai polisi yang sering menangani kasus kriminal bekerja..
"Ya Allah, siapa yang brani menculik, ahhhhh" ucap Putra yang khawatir
ia pun menelpon anggotanya
__ADS_1
"Rick, segera ke jalan A no 5, saya tunggu.. bawa semua anggota kita,, juga intel sekarang" ucap Putra
ia pun melihat toko kecil yang sudah tutup di depan rumah Rania dan melihat ada cctv, segera ia mengetuk rumah tersebut dan meminta ijin melihat rekaman cctv
"sial, akan kubuat penculik ini menyesal" gumam Putra setelah melihat rekaman cctv
ia pun memulai penyelidikan setelah anggotanya kumpul, mulai memeriksa tkp dan menyerahkan photo 2 orang yang diduga menculik Rania yang ia dapatkan dari rekaman cctv
"man, kamu cek 2 orang ini, tanyakan sama preman preman di daerah A pasti mereka tau komplotan ini" ucap Putra pada Arman anggota sat Intel
"ini murni peculikan, pasti ada dalang, untuk motif kemungkinan dendam atau tebusan" ucap Putra pada para anggotanya
Para polisi yang merupakan bawahan dari Putra mulai menyadari bahwa atasan mereka benar benar serius, tak seperti biasanya Putra bersikap seperti ini, wajahnya benar benar dipenuhi amarah, bahkan ia sampai menghubungi kasat intel untuk meminta bantuan, tak pernah hal ini terjadi sebelumnya, ia seperti akan menembak semua yang ada di hadapannya, para anggota harus bekerja dengan cepat untuk menemukan penculik
__ADS_1
Apalagi setelah mereka melihat photo yang diberikan Putra melalui pesan whats up.. ya photo seorang wanita cantik yang mereka harus temukan secepatnya
"Rick, ini siapanya bapak, sampe beliau meminta tolong sama kasat intel?" tanya irfan anggota polisi senior di reskrim sehingga anggota anggota lainnya juga penasaran
"ini ibu kasat kita, dokter Rania, calon istri beliau, bulan depan mereka akan menikah" jawab Ricko
jawaban Ricko yang membuat para anggota tegang, mereka tau sifat dan karakter serta kemampuan Putra
"ahhh kacau nih" ucap Arman yang langsung menelpon preman preman yang dikenalnya untuk meminta info
anggota anggota lain juga segera bergerak cepat, mereka pun segera mengumumkan kasus ini lewat pesan WA dan HT
mereka tau bahwa yang diculik bukan orang sembarangan ia adalah calon istri seorang Putra yang akan sanggat berbahaya jika kasus ini tidak cepat terselesaikan
__ADS_1
sementara itu di sebuah ruangan gelap, seorang wanita terikat dengan lakban di mulutnya, ia masih dalam keadaan tidak sadarkan diri