Cinta Untuk Rania

Cinta Untuk Rania
Episode 16 : hari yang sibuk


__ADS_3

Putra kembali berdinas, pagi pagi sudah setumpuk laporan kasus yang harus ditanganinya, ia pun mulai membaca satu persatu, saat ia mulai membaca terdengar suara ketukan pintu


"izin komandan" ucap Ricko


"ya, ada apa?" tanya Putra


"info dari intel sindikat begal akan beraksi malam nanti didaerah A" ucap Ricko


"ok, siapkan tim, sehabis apel sore kita briefing, tetap komunikasi dengan intel untuk posisi sasaran" ucap Putra


"siap komandan" ucap Ricko


kemungkinan hari ini menjadi hari yang sibuk, Putra bisa tidak pulang, akhir akhir ini begal merajalela, sudah banyak laporan masyarakat yang masuk, info dari intel yang beberapa hari ini melakukan pengintaian, kemungkinan mereka sindikat, dan memiliki pola yang sama, kelompok ini cukup sadis, mereka tidak hanya mengambil benda benda berharga tapi juga tidak segan melukai korban, bahkan sudah ada korban yang meninggal di tempat, mereka membegal sekitar jam 12 malam sampai jam 4 subuh, setiap membegal pelaku berbeda beda tapi memiliki pola yang sama yaitu cara membegal, waktu, prilaku sadis yang sama. Hal ini membuat Putra geram dan segera ingin meringkus mereka.


Putra membagi timnya, karena kemungkinan para pembegal membagi diri mereka dalam dua kelompok , dan beraksi bersamaan di lokasi yang berbeda untuk mengecoh polisi


briefing dimulai Putra memberi pengarahan pada anggotanya, segala persiapan telah di cek, pembahasan strategi dan persiapan senjata telah dilakukan, mereka akan melakukan apel persiapan jam 9 malam nanti


waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, ia teringat Rania, Putra pun mengirim pesan padanya


"Assalammualaikum, bisa mas telpon?" tanya Putra


Rania yang sedang menuliskan resep, sedikit melirik ke handphonenya, ia melihat notif pesan dari Putra


ia pun mengabaikannya dulu, karena pasien lebih penting, setelah selsai dengan pasien, Rania membalas pesan


"wa'alaikumsalam mas, bisa" balas Rania


Putra pun menghubungi Rania


"sayang, kamu pulang jam berapa hari ini?" tanya Putra

__ADS_1


"hari ini jadwal malam mas, nggak pulang, mas masih kerja?"


"iya, kemungkinan juga nggak pulang malam ini, bisa keluar sebentar untuk makan malam?"


"bisa mas kalo makan nanti gantian sama dokter Edo, tapi cuma makan di kantin, kalo keluar takut pasien banyak" jawab Rania


"ok nggak masalah, nanti mas akan mampir ke rumah sakit, ya sudah mas lanjut dulu ya" ucap Putra


"baik mas, sampai ketemu nanti malam"


"iya sayang, assalammualaikum" ucap Putra


"wa'alaikumsalam mas" jawab Rania


Ranti yang duduk di sebelah Rania, mendengar percakapan dokter muda itu


"wah.. dokter Rania sudah punya pacar ya?" tanya Ranti perawat yang mendampingi Rania


Rania hanya menjawab dengan senyum


"penasaran nih dok, siapa sih yang bisa mengambil hati dokter Rania ini" goda Ranti


"mau tau apa mau tau banget" goda Rania pada Ranti yang kepo


"mau tau banget dok, beneran penasaran nih" ucap Ranti


Rania pun tertawa menggoda


"ntar juga kamu tau" jawab Rania yang beranjak ke kamar mandi sambil tersenyum meninggalkan Rantu yang kepo berat


sudah hampir magrib, Rania bergantian dengan dokter Edo untuk sholat magrib, berhubung dokter Edo makan di tempat karena dibawakan bekal oleh istri, Rania pun bisa keluar ke kantin jam 7 nanti

__ADS_1


dokter Edo pun penasaran tidak biasanya Rania makan ke luar, ia biasanya selalu pesan atau meminta tolong OB membelikan makanan


"kamu mau makan di kantin?" tanya dokter Edo


"iya dok, bentar lagi, ijin ya dok sebentar" ucap Rania


"tumben... sendiri?" tanya dokter Edo


"mhmm itu.. " jawab Rania ragu ragu


"diajak pacarnya dokter Edo" sela Ranti


"hahhh?? yang benar?" tanya dokter Edo kaget


dibalas anggukan oleh perawat Ranti


"gawattt nih... bisa patah hati si Endi, suram nanti poli dia" ucap dokter Edo sambil tepok jidat


"permisi dok" ucap Putra


Putra tiba tiba datang menhampiri meja dokter di UGD


"ehh pak Kasat, malam pak, ada tsk pak?" sapa dokter Edo sambil celingukkan mencari tsk


Ranti dan perawat lain pun langsung terpesona, siapa coba yang tidak terpesona melihat laki laki tampan dan tegap dengan tinggi hampir 180 cm, memakai seragam dinas Polisi yang pas di badan atletis nya, body yang bagus, lengannya yang berotot, dada yang bidang ahhh sungguh sempurna membuat terpana jika melihatnya


"belom ada...,saya pinjam Rania sebentar ya dok" ucap Putra


"saya mau ajak calon istri saya makan malam" lanjut Putra


ia pun segera menggenggam tangan Rania, menariknya dan beranjak pergi menuju ke kantin, Rania hanya menganggukan wajahnya yang merah merona sambil tersenyum sebagai isyarat untuk permisi pada dokter Edo dan perawat lainnya

__ADS_1


"hahhhhh???" ucap mereka serentak


Dokter Edo dan perawat lainnya bengong tak percaya dengab kejadian die depan mereka, mereka hampir tak percaya seorang Putra bisa bisanya tertarik dengan wanita, ia terkenal dingin dan super cuek, auranya saja kalo datang menyeramkan, mereka seolah tak percaya, dan penasaran bagaimana bisa Rania dan Putra menjali hubungan


__ADS_2