Cinta Untuk Rania

Cinta Untuk Rania
Episode 17 : Kejadian tak terduga


__ADS_3

Putra mengenggam erat tangan Rania sambil berjalan menuju kantin rumah sakit polisi itu, semua mata memandang ke arah mereka, bisik bisik pun mulai terdengar, para dokter dan petugas medis lainnya seolah tak percaya dengan pemandangan yang terjadi, selama ini Putra memang dikenal anti wanita, tak pernah satu kali pun ia terlihat memiliki pacar atau sekedar teman kencan, ia hanya membawa tsk terluka di rumah sakit ini..ada yang bilang dokter Rania beruntung mendapatkan Putra yang tampan, ada juga yang bilang bahwa Putralah yang beruntung karena mendapatkan Rania, dokter yang masih muda nan cantik baik hati, bisik bisik terdengar mereka adalah pasangan serasi.. yaa begitulah yang terjadi.. semua merasa terkejut..


sementara kedua insan yang tengah jatuh cinta itu sedang menikmati makanannya..


"oh iya.. nanti tolong dipersiapkan syarat2 ini ya sayang" ucap Putra sambil menyodorkan kertas berisi syarat-syarat persiapan menikah dinas


"banyak ya mas" ucap Rania sambil tersenyum


"nanti Rania minta tolong ibu persiapkan berkas berkas, soalnya alamat rumah kan di panti mas" kata Rania


"iya... mas sambil balas WA ya" ucap Putra sambil mengetik di handphonenya, pesan pesan dari anggota mulai masuk ke handphonenya


"mas dinas malam?" tanya Rania sambil menikmati makanannya


"iya, mengincar begal di daerah A" jawab Putra


Rania terdiam sejenak, ia lupa bahwa pekerjaan calon suaminya berbahaya dan penuh resiko, Putra adalah seorang polisi, ia adalah calon bhayangkari, ia harus siap dengan segala kondisi


"kenapa kok diam? mhm.. inilah pekerjaan mas, kamu cukup mendoakan saja semoga semuanya berjalan lancar, dan mas baik2 saja" ucap Putra


Rania pun tersenyum, ia tau resikonya, ia harus siap dengan segala sesuatu yang terjadi


"iya mas, Rania paham, mas hati hati,,," ucap Rania

__ADS_1


setelah selesai makan mereka pun kembali ke pekerjaan masing masing, Rania berkutat dengan pekerjaan nya begitu pula Putra yang mandi di kamar mandi kantor dan berganti pakaian preman, ia siap siap untuk apel persiapan, ia memberikan pengarahan untuk bertindak



Rania pun sibuk dengan pekerjaan nya di UGD ia dokter jaga malam ini bersama dokter Edo dan dokter Andi



waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam Putra sudah terjun ke lapangan, tiba tiba seorang wanita mendatangi polres di kota A tersebut, ia adalah Melissa, di penjagaan ia bertanya untuk menemui Putra, sudah dari sore ia menghubungi Putra tapi tidak diangkat, Melissa merasa kesal dan menyusulnya ke kantor,


"selamat malam, ada yang bisa dibantu mbak?"


tanya polisi di pos penjagaan


"maaf, pak Putra sedang di lapangan belum tahu ada di kantor jam berapa" ucap polisi tersebut


"brengsek, dia mulai menghindariku" gumam Melissa yang berlalu menuju mobilnya tanpa berpamitan


"aku harus cari tau siapa kekasihnya, tidak bisa dibiarkan, bisa kacau rencanaku" ucap Melissa


ia pun segera menghubungi orang suruhannya yang bisa melakukan pekerjaan untuk Melissa


"hei.. ada kerjaan buat loe"

__ADS_1


Melissa pun menjelaskan perintah pada orang suruhannya, dan ia meminta informasi yang cepat dan akurat, lalu ia beranjak meninggalkan kantor polisi itu..


"tumben ada perempuan yang nyariin Pak Putra, malam malam gini lagi" ucap polisi di penjagaan


"iya ya,, tapi yang naksir beliau kan memang banyak mana cantik cantik lagi"


"tapi belum ada satu pun yang jadi pacarnya, belum ada yang cocok kayaknya"


obrolan para polisi di penjagaan yang heran ada wanita cantik malam malam mencari komandannya


sementara itu waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi, tiba tiba pintu UGD terbuka


para anggota sat reskrim masuk sambil menggotong beberapa orang diduga tsk begal, dokter dan perawat pun sibuk. 6 tsk begal terluka.. darah mulai berceceran di lantai UGD, 2 anggota juga terluka, bahkan salah satunya mendapat luka tembak, dokter Endi pun segera dihubungi agar segera ke rumah sakit, rupanya para begal ada yang membawa senjata api rakitan


suasana sibuk memenuhi UGD


1 jam berlalu tinggal 1 pasien tsk yang ditangani


tiba tiba pintu UGD terbuka lagi, 4 orang anggota membawa jenazah 2 orang begal sudah tewas di tempat kejadian, tak lama Ricko memapah seseorang yang terluka di dahi, darah mulai mengucur hingga ke lehernya, lengannya juga mengeluarkan darah


"Putraaaa" ucap dokter Endi


seketika Rania pun menoleh dan terkejutnya ia melihat darah mengucur deras dari kepala dan lengan Putra

__ADS_1


__ADS_2